31.2 C
Pekanbaru
Selasa, 1 April 2025
spot_img

Mempertanyakan Peran BUMD

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota. Bentuk hukum BUMD dapat berupa Perusahaan Daerah  (PD) atau Perseroan Terbatas (PT). Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, sebenarnya pemerintah bisa mengandalkan Perusahaan Milik Daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai katup pengaman ekonomi rakyat.

Mengapa BUMN Tidak Sehat
Dalam situasi Pandemi covid-19, hampir semua  bisnis terdampak baik langsung maupun tidak langsung, dan tidak terkecuali BUMD dengan berbagai bidang usaha yang dikelolanya  mengalami kelesuan. Seperti misalnya BUMD yang mengelola bidang jasa hiburan dan pariwisata secara langsung terdampak dari sepinya pengunjung.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa BUMD tidak sehat  sebagai  berikut: Pertama, manajemen usaha yang tidak professional. Secara internal kelemahan BUMD disebabkan dari kesalahan  dalam proses rekrutmen calon direksi dan komisaris  BUMD. Terlalu banyak kepentingan dari pemegang saham dalam merekrut calon direksi dan komisaris, yang sarat dengan kepentingan tertentu. Singkatnya bagi-bagi jabatan sebagai barter imbal jasa kepentingan pribadi yang sarat dengan kolusi dan nepotisme.  

Baca Juga:  Virus Corona Tanggung Jawab Bersama

Kedua, terjadi in efisiensi dalam pengelolaan bidang usaha. Secara konseptual bidang usaha yang dikelola BUMD jika ditata dan dikelola secara baik, yang disusun melalui perencanaan bisnis (bisnis plan) yang baik, akan menghasilkan daftar pendek project yang memiliki kelayakan dan prospek bisnis untuk jangka panjang. Analisis kelayakan bisnis tentunya dikaitkan dengan analisis efisiensi biaya. Sebaik apapun prospek usaha jika dikelola dengan tidak mempertimbangkan prinsip efisiensi dan bahkan cenderung mengarah pada pemborosan biaya, maka usaha yang dimaksud akan mengalami masalah.  

Ketiga, intervensi dari pemegang saham. Persoalan pengelolaan manajemen usaha menjadi persoalan yang serius, ketika jajaran manajemen berhadapan dengan proses pengambilan keputusan strategis. Di mana jajaran direksi sulit mengambil keputusan mengingat proses pengambilan keputusan bisnis strategis harus memperhatikan faktor lingkungan strategis BUMD, yaitu: Pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat lainnya di luar BUMD. Stakeholders mempunyai intervensi yang cukup besar terhadap manajemen pengelolaan BUMD. Misalnya gagasan brillian dari sang direktur utama, namun Jika DPRD tidak menyetujui, maka akan kandas di tengah jalan.

Baca Juga:  Melaporkan Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Keempat, lemahnya sistem pengawasan. Sebagai pemilik dan pemegang saham, pemerintah mempunyai hak untuk melakukan pengawasan. Namun dalam realitas di lapangan badan pengawas yang ditunjuk pemerintah pun ternyata mandul, karena tidak memiliki kemampuan di bidang pengawasan. Mereka diangkat pemerintah sebagai badan pengawas bukan didasarkan atas profesinalisme dalam bidangnya.

Kelima, lemahnya jiwa entrepreneur para pengelola bisnis BUMD. Spirit dan jiwa entrepreneur harus dimiliki oleh calon pengelola BUMD, sehingga yang bersangkutan benar-benar mampu menjalankan bisnisnya secara professional dan proporsional.    

Kita bisa membayangkan jika BUMD yang memiliki kedudukan strategis dalam sistem perekonomian daerah dan dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi, maka peran BUMD yang mengemban misi mulia “misi  social dan ekonomi” akan mampu sebagai penggerak ekonomi serta mengentaskan jutaan penduduk miskin seperti saat pandemi ini. Semoga.***

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
Artikel sebelumnya
Artikel selanjutnya

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.