Jumat, 4 September 2026
- Advertisement -

Orang Asia Pertama di ITHF

NEW YORK (RIAUPOS.CO) — Li Na mengingat momen pertamanya menonton pertandingan tenis di televisi. Sosok yang dia lihat saat itu adalah petenis Amerika Serikat Andre Agassi.

Dengan tampilan nyentrik rambut panjang, anting, dan celana denim di atas lapangan, petenis flamboyan itu seketika memiliki banyak fans di Tiongkok pada era 1990-an. Li Na mengaku sebagai satu di antaranya. “Andre Agassi adalah role model pertama saya,” ucap Li Na dilansir AP.

Raihan gelar di ajang grand slam Prancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014 membuat Li Na telah mengikuti jejak role model-nya tersebut. Dan kemarin dia kembali menyamai pencapaian panutannya tersebut.

Bersama dua petenis lain yakni Mary Pierce (Prancis) dan Yevgeny Kafelnikov (Rusia), Li Na resmi ditahbisakan sebagai anggota International Tennis Hall of Fame. Ini membuat perempuan 37 tahun tersebut menjadi orang Asia pertama dalam sejarah, yang masuk dalam grup elite para legenda tersebut.

Baca Juga:  Ditahan Betis, Zidane Masih Optimis dengan Peluang Madrid 

Li Na sempat tidak percaya mendapatkan kehormatan ini. Dia bahkan meragukan pemberitahuan pihak International Tennis Hall of Fame yang datang melalui email. ”Saya lantas mengeceknya lewat agen saya, Max, dan dia membenarkannya. Saya lalu berbicara kepada suami saya. Dan dia juga berkata ‘apa itu serius?’’ ucap Li Na.

Prestasi Li Na yang luar biasa membuat petenis kelahiran Wuhan tersebut memang berhak meraih kehormatan tersebut. Lebih dari itu, Li Na juga dianggap berperan besar mempopulerkan olahraga tenis di Cina maupun Asia.

Prestasinya sebagai orang Asia pertama yang mampu menjuarai ajang grand slam Prancis Terbuka membawa inspirasi di mana-mana.

Saat Li Na tampil di Paris pada final Prancis Terbuka 2011 melawan petenis Italia Francesca Schiavone, 116 juta penduduk Cina menyaksikannya melalui televisi. Li Na meraih gelar mayor keduanya ketika memeluk titel Australia Terbuka 2014.(jpg)

Baca Juga:  Pemenang Ferguson vs Gaethje Akan Lawan Khabib

NEW YORK (RIAUPOS.CO) — Li Na mengingat momen pertamanya menonton pertandingan tenis di televisi. Sosok yang dia lihat saat itu adalah petenis Amerika Serikat Andre Agassi.

Dengan tampilan nyentrik rambut panjang, anting, dan celana denim di atas lapangan, petenis flamboyan itu seketika memiliki banyak fans di Tiongkok pada era 1990-an. Li Na mengaku sebagai satu di antaranya. “Andre Agassi adalah role model pertama saya,” ucap Li Na dilansir AP.

Raihan gelar di ajang grand slam Prancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014 membuat Li Na telah mengikuti jejak role model-nya tersebut. Dan kemarin dia kembali menyamai pencapaian panutannya tersebut.

Bersama dua petenis lain yakni Mary Pierce (Prancis) dan Yevgeny Kafelnikov (Rusia), Li Na resmi ditahbisakan sebagai anggota International Tennis Hall of Fame. Ini membuat perempuan 37 tahun tersebut menjadi orang Asia pertama dalam sejarah, yang masuk dalam grup elite para legenda tersebut.

Baca Juga:  Gemilang, Ons Jabeur Lewati Babak Pertama Wimbledon dengan Mudah

Li Na sempat tidak percaya mendapatkan kehormatan ini. Dia bahkan meragukan pemberitahuan pihak International Tennis Hall of Fame yang datang melalui email. ”Saya lantas mengeceknya lewat agen saya, Max, dan dia membenarkannya. Saya lalu berbicara kepada suami saya. Dan dia juga berkata ‘apa itu serius?’’ ucap Li Na.

- Advertisement -

Prestasi Li Na yang luar biasa membuat petenis kelahiran Wuhan tersebut memang berhak meraih kehormatan tersebut. Lebih dari itu, Li Na juga dianggap berperan besar mempopulerkan olahraga tenis di Cina maupun Asia.

Prestasinya sebagai orang Asia pertama yang mampu menjuarai ajang grand slam Prancis Terbuka membawa inspirasi di mana-mana.

- Advertisement -

Saat Li Na tampil di Paris pada final Prancis Terbuka 2011 melawan petenis Italia Francesca Schiavone, 116 juta penduduk Cina menyaksikannya melalui televisi. Li Na meraih gelar mayor keduanya ketika memeluk titel Australia Terbuka 2014.(jpg)

Baca Juga:  Duet Laukaku Terbaik Eropa
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

NEW YORK (RIAUPOS.CO) — Li Na mengingat momen pertamanya menonton pertandingan tenis di televisi. Sosok yang dia lihat saat itu adalah petenis Amerika Serikat Andre Agassi.

Dengan tampilan nyentrik rambut panjang, anting, dan celana denim di atas lapangan, petenis flamboyan itu seketika memiliki banyak fans di Tiongkok pada era 1990-an. Li Na mengaku sebagai satu di antaranya. “Andre Agassi adalah role model pertama saya,” ucap Li Na dilansir AP.

Raihan gelar di ajang grand slam Prancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014 membuat Li Na telah mengikuti jejak role model-nya tersebut. Dan kemarin dia kembali menyamai pencapaian panutannya tersebut.

Bersama dua petenis lain yakni Mary Pierce (Prancis) dan Yevgeny Kafelnikov (Rusia), Li Na resmi ditahbisakan sebagai anggota International Tennis Hall of Fame. Ini membuat perempuan 37 tahun tersebut menjadi orang Asia pertama dalam sejarah, yang masuk dalam grup elite para legenda tersebut.

Baca Juga:  Duet Laukaku Terbaik Eropa

Li Na sempat tidak percaya mendapatkan kehormatan ini. Dia bahkan meragukan pemberitahuan pihak International Tennis Hall of Fame yang datang melalui email. ”Saya lantas mengeceknya lewat agen saya, Max, dan dia membenarkannya. Saya lalu berbicara kepada suami saya. Dan dia juga berkata ‘apa itu serius?’’ ucap Li Na.

Prestasi Li Na yang luar biasa membuat petenis kelahiran Wuhan tersebut memang berhak meraih kehormatan tersebut. Lebih dari itu, Li Na juga dianggap berperan besar mempopulerkan olahraga tenis di Cina maupun Asia.

Prestasinya sebagai orang Asia pertama yang mampu menjuarai ajang grand slam Prancis Terbuka membawa inspirasi di mana-mana.

Saat Li Na tampil di Paris pada final Prancis Terbuka 2011 melawan petenis Italia Francesca Schiavone, 116 juta penduduk Cina menyaksikannya melalui televisi. Li Na meraih gelar mayor keduanya ketika memeluk titel Australia Terbuka 2014.(jpg)

Baca Juga:  Terbaik di Era BWF Tour

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari