Minggu, 30 November 2025
spot_img

Menongkah Kerang Harus Dilestarikan

Manongkah kerang merupan tradisi unik dan sangat langka yang dimiliki masyarakat Suku Duanu. Tradisi ini harus tetap dipertahankan hingga masa-masa mendatang.

Hal ini disampaikan Bu­pati Indragiri Hilir HM Wardan sebagai upaya melestarikan sebuah budaya yang merupakan warisan bangsa. Karena hal semacam itu tidak dimiliki oleh daerah lain. "Ini sebuah tradisi yang sangat unik dan langka sekali. Wajar jika kita mempertahankannya,"kata HM Wardan.

Pemerintah Kabupaten Inhil juga telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan budaya-budaya semacam itu. Seperti melaksanakan iven wisata Manongkah Massal beberapa tahun lalu.

"Kita masih ingat. Dimana Manongkah Massal, telah mencatatkan rekor sejarah yang membanggakan untuk Indragiri Hilir," urainya.

Baca Juga:  Indonesia Beri Jalan Tengah soal Macron

Menongkah Massal yang dilakukan komunitas Suku Duano mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori Menongkah Massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Melalui semangat tersebut, setiap Juli, Pemkab Inhil  mengadakan Festival Menongkah. Lokasinya di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah. Pada iven itu ribuan masyarakat akan berkunjung ke sana. "Tak hanya masyarakat setempat, pelancong dari luar daerah pun turut menyaksikannya,"papar bupati.  

Namun diakui bupati, beberapa tahun kebelakang ini iven tersebut tidak  diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Bupati, berharap wabah itu segera hilang, sehingga aktivitas serupa kembali dapat diselenggarakan. Secara teknis, menongkah kerang yang dikerjakan masyarakat Suku Duano pada saat air sedang surut. Biasanya dalam kurun waktu menongkah antara pukul 04.00 sampai dengan 14.00 WIB.(adv)

Baca Juga:  Hati-Hati Memilih Vaksin

Manongkah kerang merupan tradisi unik dan sangat langka yang dimiliki masyarakat Suku Duanu. Tradisi ini harus tetap dipertahankan hingga masa-masa mendatang.

Hal ini disampaikan Bu­pati Indragiri Hilir HM Wardan sebagai upaya melestarikan sebuah budaya yang merupakan warisan bangsa. Karena hal semacam itu tidak dimiliki oleh daerah lain. "Ini sebuah tradisi yang sangat unik dan langka sekali. Wajar jika kita mempertahankannya,"kata HM Wardan.

Pemerintah Kabupaten Inhil juga telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan budaya-budaya semacam itu. Seperti melaksanakan iven wisata Manongkah Massal beberapa tahun lalu.

"Kita masih ingat. Dimana Manongkah Massal, telah mencatatkan rekor sejarah yang membanggakan untuk Indragiri Hilir," urainya.

Baca Juga:  Pegawai Tak Lolos Minta Transparansi Hasil TWK KPK 

Menongkah Massal yang dilakukan komunitas Suku Duano mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori Menongkah Massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

- Advertisement -

Melalui semangat tersebut, setiap Juli, Pemkab Inhil  mengadakan Festival Menongkah. Lokasinya di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah. Pada iven itu ribuan masyarakat akan berkunjung ke sana. "Tak hanya masyarakat setempat, pelancong dari luar daerah pun turut menyaksikannya,"papar bupati.  

Namun diakui bupati, beberapa tahun kebelakang ini iven tersebut tidak  diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Bupati, berharap wabah itu segera hilang, sehingga aktivitas serupa kembali dapat diselenggarakan. Secara teknis, menongkah kerang yang dikerjakan masyarakat Suku Duano pada saat air sedang surut. Biasanya dalam kurun waktu menongkah antara pukul 04.00 sampai dengan 14.00 WIB.(adv)

Baca Juga:  Intip Desain Unik Lumix BGH1, Kamera Mirrorless Baru dari Panasonic
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Manongkah kerang merupan tradisi unik dan sangat langka yang dimiliki masyarakat Suku Duanu. Tradisi ini harus tetap dipertahankan hingga masa-masa mendatang.

Hal ini disampaikan Bu­pati Indragiri Hilir HM Wardan sebagai upaya melestarikan sebuah budaya yang merupakan warisan bangsa. Karena hal semacam itu tidak dimiliki oleh daerah lain. "Ini sebuah tradisi yang sangat unik dan langka sekali. Wajar jika kita mempertahankannya,"kata HM Wardan.

Pemerintah Kabupaten Inhil juga telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan budaya-budaya semacam itu. Seperti melaksanakan iven wisata Manongkah Massal beberapa tahun lalu.

"Kita masih ingat. Dimana Manongkah Massal, telah mencatatkan rekor sejarah yang membanggakan untuk Indragiri Hilir," urainya.

Baca Juga:  Armada I Tangkap Penyeludup Sepuluh Ribu Butir Ekstasi

Menongkah Massal yang dilakukan komunitas Suku Duano mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori Menongkah Massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta.

Melalui semangat tersebut, setiap Juli, Pemkab Inhil  mengadakan Festival Menongkah. Lokasinya di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah. Pada iven itu ribuan masyarakat akan berkunjung ke sana. "Tak hanya masyarakat setempat, pelancong dari luar daerah pun turut menyaksikannya,"papar bupati.  

Namun diakui bupati, beberapa tahun kebelakang ini iven tersebut tidak  diselenggarakan karena pandemi Covid-19. Bupati, berharap wabah itu segera hilang, sehingga aktivitas serupa kembali dapat diselenggarakan. Secara teknis, menongkah kerang yang dikerjakan masyarakat Suku Duano pada saat air sedang surut. Biasanya dalam kurun waktu menongkah antara pukul 04.00 sampai dengan 14.00 WIB.(adv)

Baca Juga:  APBD Dumai 2022 Diprediksi Defisit Rp156 M

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari