Minggu, 15 Februari 2026
- Advertisement -

Jilatan Api Karhutla Sekitar 40 Meter Lagi dari Rumah Warga

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dekat dengan permukiman warga Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, berlangsung Jumat (28/8/20) siang.

Tempat kejadian, semak belukar dan kebun sagu milik warga. Jarak titik api yang terdekat dengan permukiman warga sekira 40 meter. 

Beruntung kebakaran yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB tersebut, dapat ditanggulangi oleh tim pemadam gabungan dari Polisi, TNI, BPBD dan warga setempat. 

Demikian disampaikan oleh Kasi Karhutla dan Kecelakaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Ekaliptus kepada Riau Pos. 

"Titik api terpantau sekira pukul dua siang tadi. Lahan semak belukar. Namun tim pemadam sempat kewalahan karena jarak titik api terdekat dengan permukiman warga hanya kurang lebih empat puluh meter saja," ungkapnya. 

Selain itu, dalam proses penanggulangan titik api itu juga mereka sempat terkendala dengan sumber air. Sehingga, mereka terpaksa menggunakan air asin. 

"Sempat bingung juga, karena titik api tidak jauh dari sungai Desa Insit, makanya kita pakai air di sungai itu. Ya Air asin," tambahnya. 

Namun proses pemadaman berhasil dilakukan oleh mereka. Sekira pukul 16.00 WIB, penanggulangan masuk pada proses pendinginan. "Sekarang tinggal pendinginan saja. Mudah mudahan sebelum magrib proses pendinginan rampung dan tim bisa kita tarik kembali" ujarnya.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor: Eka G Putra

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dekat dengan permukiman warga Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, berlangsung Jumat (28/8/20) siang.

Tempat kejadian, semak belukar dan kebun sagu milik warga. Jarak titik api yang terdekat dengan permukiman warga sekira 40 meter. 

Beruntung kebakaran yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB tersebut, dapat ditanggulangi oleh tim pemadam gabungan dari Polisi, TNI, BPBD dan warga setempat. 

Demikian disampaikan oleh Kasi Karhutla dan Kecelakaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Ekaliptus kepada Riau Pos. 

"Titik api terpantau sekira pukul dua siang tadi. Lahan semak belukar. Namun tim pemadam sempat kewalahan karena jarak titik api terdekat dengan permukiman warga hanya kurang lebih empat puluh meter saja," ungkapnya. 

- Advertisement -

Selain itu, dalam proses penanggulangan titik api itu juga mereka sempat terkendala dengan sumber air. Sehingga, mereka terpaksa menggunakan air asin. 

"Sempat bingung juga, karena titik api tidak jauh dari sungai Desa Insit, makanya kita pakai air di sungai itu. Ya Air asin," tambahnya. 

- Advertisement -

Namun proses pemadaman berhasil dilakukan oleh mereka. Sekira pukul 16.00 WIB, penanggulangan masuk pada proses pendinginan. "Sekarang tinggal pendinginan saja. Mudah mudahan sebelum magrib proses pendinginan rampung dan tim bisa kita tarik kembali" ujarnya.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dekat dengan permukiman warga Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, berlangsung Jumat (28/8/20) siang.

Tempat kejadian, semak belukar dan kebun sagu milik warga. Jarak titik api yang terdekat dengan permukiman warga sekira 40 meter. 

Beruntung kebakaran yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB tersebut, dapat ditanggulangi oleh tim pemadam gabungan dari Polisi, TNI, BPBD dan warga setempat. 

Demikian disampaikan oleh Kasi Karhutla dan Kecelakaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Ekaliptus kepada Riau Pos. 

"Titik api terpantau sekira pukul dua siang tadi. Lahan semak belukar. Namun tim pemadam sempat kewalahan karena jarak titik api terdekat dengan permukiman warga hanya kurang lebih empat puluh meter saja," ungkapnya. 

Selain itu, dalam proses penanggulangan titik api itu juga mereka sempat terkendala dengan sumber air. Sehingga, mereka terpaksa menggunakan air asin. 

"Sempat bingung juga, karena titik api tidak jauh dari sungai Desa Insit, makanya kita pakai air di sungai itu. Ya Air asin," tambahnya. 

Namun proses pemadaman berhasil dilakukan oleh mereka. Sekira pukul 16.00 WIB, penanggulangan masuk pada proses pendinginan. "Sekarang tinggal pendinginan saja. Mudah mudahan sebelum magrib proses pendinginan rampung dan tim bisa kita tarik kembali" ujarnya.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari