Minggu, 11 Oktober 2026
- Advertisement -

Warga Bisa Perbarui Data Sensus Melalui Website

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) — Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp mengharapkan masyarakat mendukung sensus penduduk yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Yakni dengan memberikan informasi secara benar ketika didatangi petugas sensus. Karena data tersebut bakal menjadi acuan bagi pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih baik.

"Kerja BPS perlu didukung untuk hasilkan data yang berkualitas. Tentunya tak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan bersama dalam hal data secara akurat dan menjawab dengan jujur," kata bupati belum lama ini di Bagansiapiapi.

Ia menambahkan data strategis dari yang diperoleh itu berguna untuk pembangunan. Misalnya menyangkut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan sebagainya.

Data yang dikumpulkan oleh BPS, lanjut dia, akan menjadi informasi yang bermanfaat seperti data stunting. Sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan mempersiapkan generasi mendatang yang cerdas dan sehat. Data juga bermanfaat untuk pembangunan pariwisata dan investasi.

Baca Juga:  SKB CPNS 2019 Digelar 1 September Hingga 12 Oktober 2020

Terpisah, Kepala BPS Rohil Encep Wagan Refliana SSi MM menerangkan untuk SP akan dilaksanakan pada tahun 2020. Kegiatan yang digelar setiap sepuluh tahun sekali itu dijalankan dengan dua model untuk kali ini.

"Untuk tahap pertama secara online yang dimulai terhitung Februari sampai Maret 2020," ujar Encep.

Sistem ini merupakan yang pertama dilaksanakan. Dimana warga diminta memperbaharui data kependudukan secara mandiri dengan mengisi kuesioner pada website sensus.bps.go.id.

Namun bagi yang tidak bisa melakukan pendataan mandiri ini maka akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas sensus yang akan mendatangi dari rumah ke rumah.

Ia menerangkan SP adalah kegiatan yang dilaksanakan 10 tahun sekali untuk mencatat seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali. Hal itu telah dilaksanakan sejak tahun 1961. Dimana untuk tahun 2020 merupakan yang ke-tujuh kalinya sensus dilaksanakan.

Baca Juga:  Sayembara Istri Hilang Jadi Rp100 Juta, Suami: Ramadan Ingin Sama Mama

Lewat sensus diharapkan tersedia data jumlah penduduk, komposisi distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan.

"Mengingat pentingnya kegiatan tersebut maka diharapkan dukungan dari masyarakat dengan memberikan data yang jujur serta benar adanya," tambah Encep.(adv)

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) — Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp mengharapkan masyarakat mendukung sensus penduduk yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Yakni dengan memberikan informasi secara benar ketika didatangi petugas sensus. Karena data tersebut bakal menjadi acuan bagi pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih baik.

"Kerja BPS perlu didukung untuk hasilkan data yang berkualitas. Tentunya tak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan bersama dalam hal data secara akurat dan menjawab dengan jujur," kata bupati belum lama ini di Bagansiapiapi.

Ia menambahkan data strategis dari yang diperoleh itu berguna untuk pembangunan. Misalnya menyangkut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan sebagainya.

Data yang dikumpulkan oleh BPS, lanjut dia, akan menjadi informasi yang bermanfaat seperti data stunting. Sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan mempersiapkan generasi mendatang yang cerdas dan sehat. Data juga bermanfaat untuk pembangunan pariwisata dan investasi.

Baca Juga:  Ribuan Liter Premium Ilegal Diamankan

Terpisah, Kepala BPS Rohil Encep Wagan Refliana SSi MM menerangkan untuk SP akan dilaksanakan pada tahun 2020. Kegiatan yang digelar setiap sepuluh tahun sekali itu dijalankan dengan dua model untuk kali ini.

- Advertisement -

"Untuk tahap pertama secara online yang dimulai terhitung Februari sampai Maret 2020," ujar Encep.

Sistem ini merupakan yang pertama dilaksanakan. Dimana warga diminta memperbaharui data kependudukan secara mandiri dengan mengisi kuesioner pada website sensus.bps.go.id.

- Advertisement -

Namun bagi yang tidak bisa melakukan pendataan mandiri ini maka akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas sensus yang akan mendatangi dari rumah ke rumah.

Ia menerangkan SP adalah kegiatan yang dilaksanakan 10 tahun sekali untuk mencatat seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali. Hal itu telah dilaksanakan sejak tahun 1961. Dimana untuk tahun 2020 merupakan yang ke-tujuh kalinya sensus dilaksanakan.

Baca Juga:  Sayembara Istri Hilang Jadi Rp100 Juta, Suami: Ramadan Ingin Sama Mama

Lewat sensus diharapkan tersedia data jumlah penduduk, komposisi distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan.

"Mengingat pentingnya kegiatan tersebut maka diharapkan dukungan dari masyarakat dengan memberikan data yang jujur serta benar adanya," tambah Encep.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROKANHILIR (RIAUPOS.CO) — Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMp mengharapkan masyarakat mendukung sensus penduduk yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Yakni dengan memberikan informasi secara benar ketika didatangi petugas sensus. Karena data tersebut bakal menjadi acuan bagi pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih baik.

"Kerja BPS perlu didukung untuk hasilkan data yang berkualitas. Tentunya tak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan bersama dalam hal data secara akurat dan menjawab dengan jujur," kata bupati belum lama ini di Bagansiapiapi.

Ia menambahkan data strategis dari yang diperoleh itu berguna untuk pembangunan. Misalnya menyangkut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan sebagainya.

Data yang dikumpulkan oleh BPS, lanjut dia, akan menjadi informasi yang bermanfaat seperti data stunting. Sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan mempersiapkan generasi mendatang yang cerdas dan sehat. Data juga bermanfaat untuk pembangunan pariwisata dan investasi.

Baca Juga:  SKB CPNS 2019 Digelar 1 September Hingga 12 Oktober 2020

Terpisah, Kepala BPS Rohil Encep Wagan Refliana SSi MM menerangkan untuk SP akan dilaksanakan pada tahun 2020. Kegiatan yang digelar setiap sepuluh tahun sekali itu dijalankan dengan dua model untuk kali ini.

"Untuk tahap pertama secara online yang dimulai terhitung Februari sampai Maret 2020," ujar Encep.

Sistem ini merupakan yang pertama dilaksanakan. Dimana warga diminta memperbaharui data kependudukan secara mandiri dengan mengisi kuesioner pada website sensus.bps.go.id.

Namun bagi yang tidak bisa melakukan pendataan mandiri ini maka akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas sensus yang akan mendatangi dari rumah ke rumah.

Ia menerangkan SP adalah kegiatan yang dilaksanakan 10 tahun sekali untuk mencatat seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali. Hal itu telah dilaksanakan sejak tahun 1961. Dimana untuk tahun 2020 merupakan yang ke-tujuh kalinya sensus dilaksanakan.

Baca Juga:  Stroke Berawal karena Kurang Gerak

Lewat sensus diharapkan tersedia data jumlah penduduk, komposisi distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan.

"Mengingat pentingnya kegiatan tersebut maka diharapkan dukungan dari masyarakat dengan memberikan data yang jujur serta benar adanya," tambah Encep.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari