Kamis, 8 Oktober 2026
- Advertisement -

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bergerak cepat mencari solusi penanganan robohnya Jembatan Sarang Elang Kecil di Kecamatan Batang Peranap.

Jembatan berbahan kayu yang menjadi penghubung vital antara Desa Selunak dan Desa Pesajian tersebut roboh pada Selasa (6/10/2026) lalu, diduga akibat kondisi struktur kayu yang telah lapuk dimakan usia.

Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Inhu, Rengga Dwi Bramantika S SSTP MSi, menegaskan pentingnya perbaikan segera mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga lokal.

“Jembatan Sarang Elang Kecil merupakan urat nadi bagi warga dua desa di Kecamatan Batang Peranap. Walaupun ada beberapa jalan alternatif bagi warga, jaraknya cukup jauh ditempuh,” ujar Rengga, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga:  Harimau Muncul di Areal Perkebunan Warga di Inhu

Rengga menjelaskan, berdasarkan kalkulasi teknis perencanaannya, jembatan sepanjang 20 meter tersebut membutuhkan pembangunan ulang dari awal dengan perkiraan estimasi biaya mencapai Rp500 juta.

Pihaknya berharap alokasi anggaran dapat segera terealisasi. Apabila tidak memungkinkan ditampung pada sisa agenda anggaran tahun ini, pengerjaan pembangunan fisik jembatan baru akan diusulkan pada tahun anggaran 2027.

Sebelumnya, jembatan kayu tersebut dilaporkan ambruk saat satu unit mobil minibus tengah melintas di atasnya. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.(kas)

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bergerak cepat mencari solusi penanganan robohnya Jembatan Sarang Elang Kecil di Kecamatan Batang Peranap.

Jembatan berbahan kayu yang menjadi penghubung vital antara Desa Selunak dan Desa Pesajian tersebut roboh pada Selasa (6/10/2026) lalu, diduga akibat kondisi struktur kayu yang telah lapuk dimakan usia.

Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Inhu, Rengga Dwi Bramantika S SSTP MSi, menegaskan pentingnya perbaikan segera mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga lokal.

“Jembatan Sarang Elang Kecil merupakan urat nadi bagi warga dua desa di Kecamatan Batang Peranap. Walaupun ada beberapa jalan alternatif bagi warga, jaraknya cukup jauh ditempuh,” ujar Rengga, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga:  10 Lokasi PETI di Inhu Ditertibkan

Rengga menjelaskan, berdasarkan kalkulasi teknis perencanaannya, jembatan sepanjang 20 meter tersebut membutuhkan pembangunan ulang dari awal dengan perkiraan estimasi biaya mencapai Rp500 juta.

- Advertisement -

Pihaknya berharap alokasi anggaran dapat segera terealisasi. Apabila tidak memungkinkan ditampung pada sisa agenda anggaran tahun ini, pengerjaan pembangunan fisik jembatan baru akan diusulkan pada tahun anggaran 2027.

Sebelumnya, jembatan kayu tersebut dilaporkan ambruk saat satu unit mobil minibus tengah melintas di atasnya. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.(kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bergerak cepat mencari solusi penanganan robohnya Jembatan Sarang Elang Kecil di Kecamatan Batang Peranap.

Jembatan berbahan kayu yang menjadi penghubung vital antara Desa Selunak dan Desa Pesajian tersebut roboh pada Selasa (6/10/2026) lalu, diduga akibat kondisi struktur kayu yang telah lapuk dimakan usia.

Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Inhu, Rengga Dwi Bramantika S SSTP MSi, menegaskan pentingnya perbaikan segera mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga lokal.

“Jembatan Sarang Elang Kecil merupakan urat nadi bagi warga dua desa di Kecamatan Batang Peranap. Walaupun ada beberapa jalan alternatif bagi warga, jaraknya cukup jauh ditempuh,” ujar Rengga, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga:  Gaji Terlambat 5 Bulan, Guru Bantu di Inhu Terpaksa Berutang Demi Bertahan

Rengga menjelaskan, berdasarkan kalkulasi teknis perencanaannya, jembatan sepanjang 20 meter tersebut membutuhkan pembangunan ulang dari awal dengan perkiraan estimasi biaya mencapai Rp500 juta.

Pihaknya berharap alokasi anggaran dapat segera terealisasi. Apabila tidak memungkinkan ditampung pada sisa agenda anggaran tahun ini, pengerjaan pembangunan fisik jembatan baru akan diusulkan pada tahun anggaran 2027.

Sebelumnya, jembatan kayu tersebut dilaporkan ambruk saat satu unit mobil minibus tengah melintas di atasnya. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.(kas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari