Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Korban Luka Demo Mahasiswa Terus Bertambah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Korban luka aksi massa di sekitar kompleks DPR-MPR, Senayan, Jakarta Pusat, terus bertambah. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, dengan beragam kondisi.

Kepala Humas RSPP Agus Susetyo menerangkan, hingga pukul 23.30 sudah ada sebanyak 87 pasien korban luka bentrokan di kompleks DPR. Mayoritas korban bentrokan mengalami kondisi sesak napas karena gas air mata.

“Para korban tersebut di antaranya terdiri dari 66 pasien statusnya pasien hijau, kemudian 14 pasien status kuning, dan satu pasien status merah,” ujar Agus ditemui JawaPos.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPP pada Selasa (24/9) malam.

Lebih jauh Agus menuturkan, pasien yang masuk IGD RSPP dilakukan triase. Triase adalah pemilahan status gawat darurat pasien yang bersangkutan.

Baca Juga:  Dari Lahan Tidur, Hasilkan S-Lemone Menyehatkan

“Jadi kalau status hijau itu dia pasien sadar, mandiri, dan bisa dilakukan tindakan medis dan bisa dijadwalkan langsung. Kalau kuning, itu diobservasi, dilakukan tindakan pasien dalam keadaan stabil. Sementara kalau kondisi merah harus dilakukan penanganan cepat, kalau tidak dilakukan penanganan cepat maka status pasiennya menjadi fatal,” jelas Agus.

Agus menuturkan, malam ini ada juga korban yang mesti dilakukan tindakan rawat inap. Pasien rawat inap ada dua orang karena mengalami benturan kepala, sedangkan yang satunya terjatuh dan mengalami cedera tulang punggung.

Sejauh ini, menurut dia, tidak ada korban meninggal di RSPP. Selain sesak napas, kondisi pasien lainnya yakni patah tulang atau dislokasi tulang, luka bekas memar, dan luka terbuka.

Baca Juga:  First Resources Group Salurkan Bantuan APD

Sumber: Jawapos.com
Editor: wws

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Korban luka aksi massa di sekitar kompleks DPR-MPR, Senayan, Jakarta Pusat, terus bertambah. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, dengan beragam kondisi.

Kepala Humas RSPP Agus Susetyo menerangkan, hingga pukul 23.30 sudah ada sebanyak 87 pasien korban luka bentrokan di kompleks DPR. Mayoritas korban bentrokan mengalami kondisi sesak napas karena gas air mata.

“Para korban tersebut di antaranya terdiri dari 66 pasien statusnya pasien hijau, kemudian 14 pasien status kuning, dan satu pasien status merah,” ujar Agus ditemui JawaPos.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPP pada Selasa (24/9) malam.

Lebih jauh Agus menuturkan, pasien yang masuk IGD RSPP dilakukan triase. Triase adalah pemilahan status gawat darurat pasien yang bersangkutan.

Baca Juga:  Bakar Lahan, PNS dan Petani Ditangkap

“Jadi kalau status hijau itu dia pasien sadar, mandiri, dan bisa dilakukan tindakan medis dan bisa dijadwalkan langsung. Kalau kuning, itu diobservasi, dilakukan tindakan pasien dalam keadaan stabil. Sementara kalau kondisi merah harus dilakukan penanganan cepat, kalau tidak dilakukan penanganan cepat maka status pasiennya menjadi fatal,” jelas Agus.

- Advertisement -

Agus menuturkan, malam ini ada juga korban yang mesti dilakukan tindakan rawat inap. Pasien rawat inap ada dua orang karena mengalami benturan kepala, sedangkan yang satunya terjatuh dan mengalami cedera tulang punggung.

Sejauh ini, menurut dia, tidak ada korban meninggal di RSPP. Selain sesak napas, kondisi pasien lainnya yakni patah tulang atau dislokasi tulang, luka bekas memar, dan luka terbuka.

- Advertisement -
Baca Juga:  IDI Sangat Memohon Kebijakan Libur Bersama Ditiadakan

Sumber: Jawapos.com
Editor: wws

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Korban luka aksi massa di sekitar kompleks DPR-MPR, Senayan, Jakarta Pusat, terus bertambah. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, dengan beragam kondisi.

Kepala Humas RSPP Agus Susetyo menerangkan, hingga pukul 23.30 sudah ada sebanyak 87 pasien korban luka bentrokan di kompleks DPR. Mayoritas korban bentrokan mengalami kondisi sesak napas karena gas air mata.

“Para korban tersebut di antaranya terdiri dari 66 pasien statusnya pasien hijau, kemudian 14 pasien status kuning, dan satu pasien status merah,” ujar Agus ditemui JawaPos.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPP pada Selasa (24/9) malam.

Lebih jauh Agus menuturkan, pasien yang masuk IGD RSPP dilakukan triase. Triase adalah pemilahan status gawat darurat pasien yang bersangkutan.

Baca Juga:  IDI Sangat Memohon Kebijakan Libur Bersama Ditiadakan

“Jadi kalau status hijau itu dia pasien sadar, mandiri, dan bisa dilakukan tindakan medis dan bisa dijadwalkan langsung. Kalau kuning, itu diobservasi, dilakukan tindakan pasien dalam keadaan stabil. Sementara kalau kondisi merah harus dilakukan penanganan cepat, kalau tidak dilakukan penanganan cepat maka status pasiennya menjadi fatal,” jelas Agus.

Agus menuturkan, malam ini ada juga korban yang mesti dilakukan tindakan rawat inap. Pasien rawat inap ada dua orang karena mengalami benturan kepala, sedangkan yang satunya terjatuh dan mengalami cedera tulang punggung.

Sejauh ini, menurut dia, tidak ada korban meninggal di RSPP. Selain sesak napas, kondisi pasien lainnya yakni patah tulang atau dislokasi tulang, luka bekas memar, dan luka terbuka.

Baca Juga:  Warga Siak Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun Sawit

Sumber: Jawapos.com
Editor: wws

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari