Jumat, 21 Agustus 2026
- Advertisement -

Italia Hentikan Sementara Semua Kegiatan Bisnis

MILAN (RIAUPOS.CO) — Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menegaskan, terhitung Sabtu (21/3) semua kegiatan bisnis di Italia harus tutup sementara. Hal tersebut dilakukan demi menekan kasus wabah virus corona yang melanda banyak negara.

Dikutip dari Reuters via USNews, Ahad (22/3), seluruh kegiatan bisnis di Italia tutup sementara hingga 3 April mendatang.

Italia sendiri mencatat lonjakan kematian akibat virus korona hampir 800 pada hari Sabtu (21/3) kemarin. Angka tersebut menjadikan korban di negara yang paling terpukul di dunia itu menjadi hampir 5.000 jiwa.

"Ini adalah krisis paling sulit dalam periode pascaperang kami," kata Conte dalam sebuah video yang diposting di Facebook. "Hanya kegiatan produksi yang dianggap vital untuk produksi nasional yang akan diizinkan tetap beroperasi," imbuhnya.

Baca Juga:  Dua dari 4 Nelayan Hanyut Kecelakaan Boat Karam Belum Ditemukan

Supermarket, apotek, layanan pos dan perbankan akan tetap terbuka, kata Conte, termasuk layanan publik yang penting termasuk transportasi dipastikan tetap berlangsung dengan standar yang ketat tentunya.

"Kami memperlambat mesin produksi negara tetapi kami tidak menghentikannya," katanya.

Pemerintah di Italia juga diharapkan untuk menerbitkan dekrit darurat pada hari Minggu untuk membuat tindakan keras terbaru yang efektif sesegera mungkin.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

MILAN (RIAUPOS.CO) — Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menegaskan, terhitung Sabtu (21/3) semua kegiatan bisnis di Italia harus tutup sementara. Hal tersebut dilakukan demi menekan kasus wabah virus corona yang melanda banyak negara.

Dikutip dari Reuters via USNews, Ahad (22/3), seluruh kegiatan bisnis di Italia tutup sementara hingga 3 April mendatang.

Italia sendiri mencatat lonjakan kematian akibat virus korona hampir 800 pada hari Sabtu (21/3) kemarin. Angka tersebut menjadikan korban di negara yang paling terpukul di dunia itu menjadi hampir 5.000 jiwa.

"Ini adalah krisis paling sulit dalam periode pascaperang kami," kata Conte dalam sebuah video yang diposting di Facebook. "Hanya kegiatan produksi yang dianggap vital untuk produksi nasional yang akan diizinkan tetap beroperasi," imbuhnya.

Baca Juga:  Desain Terbaik Bertema Negara Rimba Nusa

Supermarket, apotek, layanan pos dan perbankan akan tetap terbuka, kata Conte, termasuk layanan publik yang penting termasuk transportasi dipastikan tetap berlangsung dengan standar yang ketat tentunya.

- Advertisement -

"Kami memperlambat mesin produksi negara tetapi kami tidak menghentikannya," katanya.

Pemerintah di Italia juga diharapkan untuk menerbitkan dekrit darurat pada hari Minggu untuk membuat tindakan keras terbaru yang efektif sesegera mungkin.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MILAN (RIAUPOS.CO) — Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menegaskan, terhitung Sabtu (21/3) semua kegiatan bisnis di Italia harus tutup sementara. Hal tersebut dilakukan demi menekan kasus wabah virus corona yang melanda banyak negara.

Dikutip dari Reuters via USNews, Ahad (22/3), seluruh kegiatan bisnis di Italia tutup sementara hingga 3 April mendatang.

Italia sendiri mencatat lonjakan kematian akibat virus korona hampir 800 pada hari Sabtu (21/3) kemarin. Angka tersebut menjadikan korban di negara yang paling terpukul di dunia itu menjadi hampir 5.000 jiwa.

"Ini adalah krisis paling sulit dalam periode pascaperang kami," kata Conte dalam sebuah video yang diposting di Facebook. "Hanya kegiatan produksi yang dianggap vital untuk produksi nasional yang akan diizinkan tetap beroperasi," imbuhnya.

Baca Juga:  Listrik di Ruang Sidang Padam, Hakim Tunda Pembacaan Tuntutan

Supermarket, apotek, layanan pos dan perbankan akan tetap terbuka, kata Conte, termasuk layanan publik yang penting termasuk transportasi dipastikan tetap berlangsung dengan standar yang ketat tentunya.

"Kami memperlambat mesin produksi negara tetapi kami tidak menghentikannya," katanya.

Pemerintah di Italia juga diharapkan untuk menerbitkan dekrit darurat pada hari Minggu untuk membuat tindakan keras terbaru yang efektif sesegera mungkin.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari