Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Zikri Derliansa Penderita Radang Selaput Otak Meninggal Dunia

KUANTAN SINGINGI (RIAUPOS.CO) — Akhirnya, Zikri Derliansa (5), bocah penderita radang di selaput otak meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuansing, Selasa (21/1).

Sekira pukul 12.30 WIB. Anak semata wayang dari Suisantro alias Suit dengan Alpa Deliani ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Direktur RSUD Kuansing dr M Irvan membenarkan, bahwa Zikri bocah yang mengidap penyakit radang selaput otak meninggal di RSUD Kuansing. "Iya. Betul, Zikri meninggal," kata Direktur Irvan kepada Riau Pos di Telukkuantan, Selasa kemarin.

Rencananya, kata Irvan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Namun pihaknya menunggu adanya kamar untuk menampung Zikri.

"Jadi tinggal berangkat. Namun setelah dikonfirmasi pihak rumah sakit, katanya penuh. Jadi disuruh menunggu. Persyaratannya sudah," katanya.

Makanya sambil menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit, lanjutnya, pasien untuk sementara dirawat di RSUD Talukkuantan. "Ternyata Zikri meninggal sebelum dirujuk ke Pekanbaru," katanya.

Soal pembiayaan kata dr M Irvan, karena BPJS belum bisa digunakan, maka pihaknya sudah koordinasi dengan Pemprov terkait hal itu. "Kita sudah koordinasi dengan Pemprov, rencananya pembiayaan pakai Jamkesda," katanya.

Sementara itu, paman Zikri, Musliadi mengakui, kalau keponakannya akhirnya meninggal di RSUD Kuansing. "Iya. Meninggal jadi keponakan kami tu. Kami ikhlaskan," katanya.(jps)

KUANTAN SINGINGI (RIAUPOS.CO) — Akhirnya, Zikri Derliansa (5), bocah penderita radang di selaput otak meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuansing, Selasa (21/1).

Sekira pukul 12.30 WIB. Anak semata wayang dari Suisantro alias Suit dengan Alpa Deliani ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Direktur RSUD Kuansing dr M Irvan membenarkan, bahwa Zikri bocah yang mengidap penyakit radang selaput otak meninggal di RSUD Kuansing. "Iya. Betul, Zikri meninggal," kata Direktur Irvan kepada Riau Pos di Telukkuantan, Selasa kemarin.

Rencananya, kata Irvan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Namun pihaknya menunggu adanya kamar untuk menampung Zikri.

"Jadi tinggal berangkat. Namun setelah dikonfirmasi pihak rumah sakit, katanya penuh. Jadi disuruh menunggu. Persyaratannya sudah," katanya.

- Advertisement -

Makanya sambil menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit, lanjutnya, pasien untuk sementara dirawat di RSUD Talukkuantan. "Ternyata Zikri meninggal sebelum dirujuk ke Pekanbaru," katanya.

Soal pembiayaan kata dr M Irvan, karena BPJS belum bisa digunakan, maka pihaknya sudah koordinasi dengan Pemprov terkait hal itu. "Kita sudah koordinasi dengan Pemprov, rencananya pembiayaan pakai Jamkesda," katanya.

- Advertisement -

Sementara itu, paman Zikri, Musliadi mengakui, kalau keponakannya akhirnya meninggal di RSUD Kuansing. "Iya. Meninggal jadi keponakan kami tu. Kami ikhlaskan," katanya.(jps)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KUANTAN SINGINGI (RIAUPOS.CO) — Akhirnya, Zikri Derliansa (5), bocah penderita radang di selaput otak meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuansing, Selasa (21/1).

Sekira pukul 12.30 WIB. Anak semata wayang dari Suisantro alias Suit dengan Alpa Deliani ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Direktur RSUD Kuansing dr M Irvan membenarkan, bahwa Zikri bocah yang mengidap penyakit radang selaput otak meninggal di RSUD Kuansing. "Iya. Betul, Zikri meninggal," kata Direktur Irvan kepada Riau Pos di Telukkuantan, Selasa kemarin.

Rencananya, kata Irvan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Namun pihaknya menunggu adanya kamar untuk menampung Zikri.

"Jadi tinggal berangkat. Namun setelah dikonfirmasi pihak rumah sakit, katanya penuh. Jadi disuruh menunggu. Persyaratannya sudah," katanya.

Makanya sambil menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit, lanjutnya, pasien untuk sementara dirawat di RSUD Talukkuantan. "Ternyata Zikri meninggal sebelum dirujuk ke Pekanbaru," katanya.

Soal pembiayaan kata dr M Irvan, karena BPJS belum bisa digunakan, maka pihaknya sudah koordinasi dengan Pemprov terkait hal itu. "Kita sudah koordinasi dengan Pemprov, rencananya pembiayaan pakai Jamkesda," katanya.

Sementara itu, paman Zikri, Musliadi mengakui, kalau keponakannya akhirnya meninggal di RSUD Kuansing. "Iya. Meninggal jadi keponakan kami tu. Kami ikhlaskan," katanya.(jps)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari