Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Kembali Pastikan AstraZeneca Aman

PEKANBARU (RIAUPO.CO) – PEMERINTAH kembali memastikan vaksin AstraZeneca aman untuk vaksinasi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hanya satu dari 40 batch Vaksin AstraZeneca yang dihentikan sementara penggunaan dan distribusinya. Sedangkan untuk 39 batch lainnya masih tetap didistribusikan dan digunakan.

"Hanya satu batch atau kumpulan produksi, yaitu batch CTMAV547 yang dihentikan sementara untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah,"ujar dr Siti Nadia Tarmizi dalam rilis yang diterima Riau Pos, Rabu (19/5).

"Batch CTMAV547 berjumlah 448,480 dosis dan merupakan bagian dari 3,852,000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu," tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Agendakan Olah TKP Kasus Video Syur, Ini Reaksi Gisel

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai tindakan bijaksana oleh Pakar Imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi MPH.  Menurutnya, kalau hasil dari uji toksisitas dan sterilitas di BPOM terhadap batch tersebut lulus, maka batch yang ditunda bisa dilanjutkan. 

Sedangkan untuk Vaksin AstraZeneca secara keseluruhan, menurut dr Jane, sudah teruji penggunaan dan manfaatnya. Terbukti, AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 yang paling ba­nyak digunakan di dunia. 

Saat ini sudah dipakai lebih dari satu miliar dosis. "WHO menyatakan vaksin AstraZeneca aman," kata dr Jane.

Dia mencontohkan, Inggris yang sudah mengimunisasi 70 persen penduduknya menggunakan Vaksin AstraZeneca berhasil menekan kasus Covid-19 dari 59.937 kasus pada 9 Januari 2021 menjadi 2.220 pada 17 Mei 2021. "Belajar dari pengalaman negara yang sudah berhasil, Indonesia harus lebih bersemangat untuk memastikan masing-masing mendapat imunisasi apapun vaksinnya," ujar dr Jane.(aga)

Baca Juga:  Steve Emmanuel Dihukum 9 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M

Laporan DENNI ANDRIAN (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPO.CO) – PEMERINTAH kembali memastikan vaksin AstraZeneca aman untuk vaksinasi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hanya satu dari 40 batch Vaksin AstraZeneca yang dihentikan sementara penggunaan dan distribusinya. Sedangkan untuk 39 batch lainnya masih tetap didistribusikan dan digunakan.

"Hanya satu batch atau kumpulan produksi, yaitu batch CTMAV547 yang dihentikan sementara untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah,"ujar dr Siti Nadia Tarmizi dalam rilis yang diterima Riau Pos, Rabu (19/5).

"Batch CTMAV547 berjumlah 448,480 dosis dan merupakan bagian dari 3,852,000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu," tegasnya.

Baca Juga:  Sempat Koma Karena Kecelakaan, Dylan Carr Kini Sudah Sadar

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai tindakan bijaksana oleh Pakar Imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi MPH.  Menurutnya, kalau hasil dari uji toksisitas dan sterilitas di BPOM terhadap batch tersebut lulus, maka batch yang ditunda bisa dilanjutkan. 

Sedangkan untuk Vaksin AstraZeneca secara keseluruhan, menurut dr Jane, sudah teruji penggunaan dan manfaatnya. Terbukti, AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 yang paling ba­nyak digunakan di dunia. 

- Advertisement -

Saat ini sudah dipakai lebih dari satu miliar dosis. "WHO menyatakan vaksin AstraZeneca aman," kata dr Jane.

Dia mencontohkan, Inggris yang sudah mengimunisasi 70 persen penduduknya menggunakan Vaksin AstraZeneca berhasil menekan kasus Covid-19 dari 59.937 kasus pada 9 Januari 2021 menjadi 2.220 pada 17 Mei 2021. "Belajar dari pengalaman negara yang sudah berhasil, Indonesia harus lebih bersemangat untuk memastikan masing-masing mendapat imunisasi apapun vaksinnya," ujar dr Jane.(aga)

- Advertisement -
Baca Juga:  Kembali Berjuang Berantas Korupsi, 44 Mantan Pegawai KPK Jadi ASN Polri

Laporan DENNI ANDRIAN (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPO.CO) – PEMERINTAH kembali memastikan vaksin AstraZeneca aman untuk vaksinasi. Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hanya satu dari 40 batch Vaksin AstraZeneca yang dihentikan sementara penggunaan dan distribusinya. Sedangkan untuk 39 batch lainnya masih tetap didistribusikan dan digunakan.

"Hanya satu batch atau kumpulan produksi, yaitu batch CTMAV547 yang dihentikan sementara untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah,"ujar dr Siti Nadia Tarmizi dalam rilis yang diterima Riau Pos, Rabu (19/5).

"Batch CTMAV547 berjumlah 448,480 dosis dan merupakan bagian dari 3,852,000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu," tegasnya.

Baca Juga:  UU Kesejahteraan Ibu dan Anak Disahkan

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai tindakan bijaksana oleh Pakar Imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi MPH.  Menurutnya, kalau hasil dari uji toksisitas dan sterilitas di BPOM terhadap batch tersebut lulus, maka batch yang ditunda bisa dilanjutkan. 

Sedangkan untuk Vaksin AstraZeneca secara keseluruhan, menurut dr Jane, sudah teruji penggunaan dan manfaatnya. Terbukti, AstraZeneca adalah vaksin Covid-19 yang paling ba­nyak digunakan di dunia. 

Saat ini sudah dipakai lebih dari satu miliar dosis. "WHO menyatakan vaksin AstraZeneca aman," kata dr Jane.

Dia mencontohkan, Inggris yang sudah mengimunisasi 70 persen penduduknya menggunakan Vaksin AstraZeneca berhasil menekan kasus Covid-19 dari 59.937 kasus pada 9 Januari 2021 menjadi 2.220 pada 17 Mei 2021. "Belajar dari pengalaman negara yang sudah berhasil, Indonesia harus lebih bersemangat untuk memastikan masing-masing mendapat imunisasi apapun vaksinnya," ujar dr Jane.(aga)

Baca Juga:  Usulkan ke DPR, Yasonna Ingin Ratusan Napi Koruptor Bebas

Laporan DENNI ANDRIAN (Pekanbaru)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari