Jumat, 7 Agustus 2026
- Advertisement -

Massa Bakar Gedung DPRD Papua Barat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gedung DPRD Papua Barat dibakar massa. Tak hanya itu, massa juga memblokade dengan ranting pohon dan membakar ban bekas di sejumlah titik jalan utama di Kota Manokwari, Papua, Senin (19/8) pagi.

Awalnya pembakaran fasilitas umum bermula saat warga melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa berakhir anarkis. Warga membakar dan merusak sejumlah fasilitas umum. Meski massa yang melakukan aksi tidak banyak, namun warga tidak berani keluar rumah.

Sekolah dan perkantoran pun diliburkan. Beberapa mahasiswa dan warga lalu lalang di jalan utama sembari membentangkan karton bertuliskan tuntutan kepada pemerintah. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab kerusuhan terjadi. Apakah karena penahanan terhadap mahasiswa Papua Barat di Kota Malang, Jawa Timur atau karena sebab lainnya.

Baca Juga:  Camat Sungai Mandau Terima Sembako dari PT RAPP

“Manokwari rusuh. Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar. Saat ini masih mencekam,” ucap warga, Hasan Abdullah, Senin (19/8).

Warga asal Sulawesi Selatan yang sudah 10 tahun tinggal di Papua itu mengatakan, warga pendatang tak berani keluar rumah. Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar, kerusuhan itu terjadi sebagai akibat penangkapan 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur.

“Katanya sih begitu, warga Papua marah karena ada 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menjelaskan, massa berkonsentrasi di beberapa titik. Namun, sejumlah personel Polri dan TNI sudah siaga. Dia merinci, sejumlah titik ruas jalan dihalangi tebangan pohon dan ban bekas.

Baca Juga:  Dumai Dapat 607 Vial Vaksin Moderna

“Hampir seluruh titik di kawasan pertumbuhan perekonomian terkena dampak,,”bebernya seperti dikutip Fajar.co.id (Jawa Pos Group).

Dia juga mengimbau, untuk menahan diri dan dapat berkomunikasi dengan baik untuk mencarikan solusi, karena kejadian ini juga akan merugikan aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah ini.

Sekadar diketahui, aksi yang terjadi di Kabupaten Manokwari sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gedung DPRD Papua Barat dibakar massa. Tak hanya itu, massa juga memblokade dengan ranting pohon dan membakar ban bekas di sejumlah titik jalan utama di Kota Manokwari, Papua, Senin (19/8) pagi.

Awalnya pembakaran fasilitas umum bermula saat warga melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa berakhir anarkis. Warga membakar dan merusak sejumlah fasilitas umum. Meski massa yang melakukan aksi tidak banyak, namun warga tidak berani keluar rumah.

Sekolah dan perkantoran pun diliburkan. Beberapa mahasiswa dan warga lalu lalang di jalan utama sembari membentangkan karton bertuliskan tuntutan kepada pemerintah. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab kerusuhan terjadi. Apakah karena penahanan terhadap mahasiswa Papua Barat di Kota Malang, Jawa Timur atau karena sebab lainnya.

Baca Juga:  Ini Harapan Mendikbud untuk Sistem Pendidikan Indonesia

“Manokwari rusuh. Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar. Saat ini masih mencekam,” ucap warga, Hasan Abdullah, Senin (19/8).

Warga asal Sulawesi Selatan yang sudah 10 tahun tinggal di Papua itu mengatakan, warga pendatang tak berani keluar rumah. Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar, kerusuhan itu terjadi sebagai akibat penangkapan 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur.

- Advertisement -

“Katanya sih begitu, warga Papua marah karena ada 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menjelaskan, massa berkonsentrasi di beberapa titik. Namun, sejumlah personel Polri dan TNI sudah siaga. Dia merinci, sejumlah titik ruas jalan dihalangi tebangan pohon dan ban bekas.

- Advertisement -
Baca Juga:  Jadikan Ibu Ujung Tombak Kampanye Protokol Kesehatan

“Hampir seluruh titik di kawasan pertumbuhan perekonomian terkena dampak,,”bebernya seperti dikutip Fajar.co.id (Jawa Pos Group).

Dia juga mengimbau, untuk menahan diri dan dapat berkomunikasi dengan baik untuk mencarikan solusi, karena kejadian ini juga akan merugikan aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah ini.

Sekadar diketahui, aksi yang terjadi di Kabupaten Manokwari sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gedung DPRD Papua Barat dibakar massa. Tak hanya itu, massa juga memblokade dengan ranting pohon dan membakar ban bekas di sejumlah titik jalan utama di Kota Manokwari, Papua, Senin (19/8) pagi.

Awalnya pembakaran fasilitas umum bermula saat warga melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa berakhir anarkis. Warga membakar dan merusak sejumlah fasilitas umum. Meski massa yang melakukan aksi tidak banyak, namun warga tidak berani keluar rumah.

Sekolah dan perkantoran pun diliburkan. Beberapa mahasiswa dan warga lalu lalang di jalan utama sembari membentangkan karton bertuliskan tuntutan kepada pemerintah. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab kerusuhan terjadi. Apakah karena penahanan terhadap mahasiswa Papua Barat di Kota Malang, Jawa Timur atau karena sebab lainnya.

Baca Juga:  Jadikan Ibu Ujung Tombak Kampanye Protokol Kesehatan

“Manokwari rusuh. Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar. Saat ini masih mencekam,” ucap warga, Hasan Abdullah, Senin (19/8).

Warga asal Sulawesi Selatan yang sudah 10 tahun tinggal di Papua itu mengatakan, warga pendatang tak berani keluar rumah. Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar, kerusuhan itu terjadi sebagai akibat penangkapan 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur.

“Katanya sih begitu, warga Papua marah karena ada 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menjelaskan, massa berkonsentrasi di beberapa titik. Namun, sejumlah personel Polri dan TNI sudah siaga. Dia merinci, sejumlah titik ruas jalan dihalangi tebangan pohon dan ban bekas.

Baca Juga:  Indonesia Berpeluang jadi Pemain Aspal Global

“Hampir seluruh titik di kawasan pertumbuhan perekonomian terkena dampak,,”bebernya seperti dikutip Fajar.co.id (Jawa Pos Group).

Dia juga mengimbau, untuk menahan diri dan dapat berkomunikasi dengan baik untuk mencarikan solusi, karena kejadian ini juga akan merugikan aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah ini.

Sekadar diketahui, aksi yang terjadi di Kabupaten Manokwari sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari