Minggu, 30 November 2025
spot_img

Tetap Khidmat, HUT Ke-75 RI Serba Virtual

   
(RIAUPOS.CO) – Untuk pertama kalinya bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, harus meresapi detik-detik pengibaran bendera merah putih secara virtual. Setelah pada pagi hari, pengibaran secara oline via video conference ke Istana Negara, Bupati Catur Sugeng Susanto mengenakan pakaian adat kebesaran Kampar. Dirinya mengenakan pakaian Datuok Rajo Batuah, sesuai dengan gelar adat yang kini disandangnya.

Catur Sugeng menyebutkan, kendati hanya virtual, hal itu tidak boleh menurunkan semangat dan rasa syukur pada peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia tahun ini. Hari kemerdekaan tetap harus disyukuri dan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan tetap harus diresapi. ‘’Kita harus bangga, bahagia dan bersyukur masih dapat mengibarkan Bendera Merah Putih dimasa pandemi ini dengan protokol kesehatan,’’ ungkap Catur.

Baca Juga:  Publikasi DPRD Mengacu RKPD

Tidak jauh berbeda denga pengibaran bendera, penurunan bendera juga digelar secara virtual. Bedanya, pada kegiatan yang digelar pada sore hari itu, Catur Sugeng tidak lagi mengenakan pakaian adat. Bertempat di Balai Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto didampingi istrinya, Muslimawati serta segenap Forkopimda Kampar mengikuti kegiatan penurunan Bendera Merah Putih.

Kegiatan upacara yang diikuti secara khidmat diikuti juga oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar. Dimulai sekitar pukul 17.15 WIB sore, kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar sekitar 30 menit. Bupati dan Forkopimda mengikuti Penurunan Bendera Sang saka merah Putih secara virtual itu dari awal hingga Presiden RI Joko Widodo meninggalkan podium upacara.(adv)

Baca Juga:  Pemakan Kucing Hidup Menyerahkan Diri

 

 

   
(RIAUPOS.CO) – Untuk pertama kalinya bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, harus meresapi detik-detik pengibaran bendera merah putih secara virtual. Setelah pada pagi hari, pengibaran secara oline via video conference ke Istana Negara, Bupati Catur Sugeng Susanto mengenakan pakaian adat kebesaran Kampar. Dirinya mengenakan pakaian Datuok Rajo Batuah, sesuai dengan gelar adat yang kini disandangnya.

Catur Sugeng menyebutkan, kendati hanya virtual, hal itu tidak boleh menurunkan semangat dan rasa syukur pada peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia tahun ini. Hari kemerdekaan tetap harus disyukuri dan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan tetap harus diresapi. ‘’Kita harus bangga, bahagia dan bersyukur masih dapat mengibarkan Bendera Merah Putih dimasa pandemi ini dengan protokol kesehatan,’’ ungkap Catur.

Baca Juga:  23 Ribu Hektare Tambang Nikel Tersangka Kasus Asabri Disita

Tidak jauh berbeda denga pengibaran bendera, penurunan bendera juga digelar secara virtual. Bedanya, pada kegiatan yang digelar pada sore hari itu, Catur Sugeng tidak lagi mengenakan pakaian adat. Bertempat di Balai Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto didampingi istrinya, Muslimawati serta segenap Forkopimda Kampar mengikuti kegiatan penurunan Bendera Merah Putih.

Kegiatan upacara yang diikuti secara khidmat diikuti juga oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar. Dimulai sekitar pukul 17.15 WIB sore, kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar sekitar 30 menit. Bupati dan Forkopimda mengikuti Penurunan Bendera Sang saka merah Putih secara virtual itu dari awal hingga Presiden RI Joko Widodo meninggalkan podium upacara.(adv)

Baca Juga:  PLN Berbagi Kebahagiaan dengan Duafa

 

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

   
(RIAUPOS.CO) – Untuk pertama kalinya bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, harus meresapi detik-detik pengibaran bendera merah putih secara virtual. Setelah pada pagi hari, pengibaran secara oline via video conference ke Istana Negara, Bupati Catur Sugeng Susanto mengenakan pakaian adat kebesaran Kampar. Dirinya mengenakan pakaian Datuok Rajo Batuah, sesuai dengan gelar adat yang kini disandangnya.

Catur Sugeng menyebutkan, kendati hanya virtual, hal itu tidak boleh menurunkan semangat dan rasa syukur pada peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia tahun ini. Hari kemerdekaan tetap harus disyukuri dan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan tetap harus diresapi. ‘’Kita harus bangga, bahagia dan bersyukur masih dapat mengibarkan Bendera Merah Putih dimasa pandemi ini dengan protokol kesehatan,’’ ungkap Catur.

Baca Juga:  WFH? Yuk, Banyak Bergerak untuk Tingkatkan Imun

Tidak jauh berbeda denga pengibaran bendera, penurunan bendera juga digelar secara virtual. Bedanya, pada kegiatan yang digelar pada sore hari itu, Catur Sugeng tidak lagi mengenakan pakaian adat. Bertempat di Balai Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto didampingi istrinya, Muslimawati serta segenap Forkopimda Kampar mengikuti kegiatan penurunan Bendera Merah Putih.

Kegiatan upacara yang diikuti secara khidmat diikuti juga oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar. Dimulai sekitar pukul 17.15 WIB sore, kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar sekitar 30 menit. Bupati dan Forkopimda mengikuti Penurunan Bendera Sang saka merah Putih secara virtual itu dari awal hingga Presiden RI Joko Widodo meninggalkan podium upacara.(adv)

Baca Juga:  KPK OTT 11 Orang, Ada Anggota DPR, Dugaan Suap Impor Bawang

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari