Jumat, 21 Agustus 2026
- Advertisement -

Korupsi Asabri dan Jiwasraya Modus Operandinya Sama

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mencium adanya kemiripan antara korupsi PT Asabri (Persero) dengan PT Asuransi Jiwasraya. Bahkan terindikasi pula, ada beberapa pelakunya yang sama dalam dua kasus tersebut.

“Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Akan mungkin ada beberapa orangnya yang sama tapi nantilah, yang penting itu akan dibongkar. Karena itu melukai hati kita semua,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1).

Mahfud menyampaikan, saat ini dia masih fokus mengumpulkan informasi terkait dugaan korupsi di Asabri. Selanjutnya jalur hukum akan ditempuh sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. “Sekarang sedang divalidasi oleh suatu institusi lain, BPK yang minta, karena polanya sama dengan Jiwasraya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Berangkat 15 Juni 2021, JCH Diminta Dapat Prioritas Vaksin

Di sisi lain, pekan ini Mahfud berencana memanggil Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani guna membahas hal ini. “Minggu ini, kan masih pada di luar negeri semua itu pak Erick dan sebsgainya. Jadi kita akan panggil dan kemudian akan jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mencium adanya dugaan mega korupsi di perusahaan asuransi negara PT Asabri (Persero). Diperkirakan kerugian negara bahkan lebih dari Rp 10 triliun. “Ya saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1).

Asabri ini diketahui merupakan asuransi negara yang diperuntukan bagi pensiunan TNI-Polri dengan pangkat rendah. Menurut Mahfud, pada masa ia menjabat Menteri Pertahanan pernah terjadi korupsi juga di Asabri. Namun nilainya kecil.

Baca Juga:  Menko Airlangga Beberkan Peran Sektor Properti Untuk Pemulihan Ekonomi

Ia pun heran sekarang kembali terdengar adanya dugaan korupsi. Bahkan dengan bilai yang sangat fantastis. Oleh karena itu, Mahfud akan memanggil Menteri terkait guna mencari duduk perkaranya.

Editor : Deslina
Laporan: Jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mencium adanya kemiripan antara korupsi PT Asabri (Persero) dengan PT Asuransi Jiwasraya. Bahkan terindikasi pula, ada beberapa pelakunya yang sama dalam dua kasus tersebut.

“Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Akan mungkin ada beberapa orangnya yang sama tapi nantilah, yang penting itu akan dibongkar. Karena itu melukai hati kita semua,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1).

Mahfud menyampaikan, saat ini dia masih fokus mengumpulkan informasi terkait dugaan korupsi di Asabri. Selanjutnya jalur hukum akan ditempuh sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. “Sekarang sedang divalidasi oleh suatu institusi lain, BPK yang minta, karena polanya sama dengan Jiwasraya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Berkas Perkara Dua Terdakwa Korupsi Bakamla Dilimpahkan KPK

Di sisi lain, pekan ini Mahfud berencana memanggil Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani guna membahas hal ini. “Minggu ini, kan masih pada di luar negeri semua itu pak Erick dan sebsgainya. Jadi kita akan panggil dan kemudian akan jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mencium adanya dugaan mega korupsi di perusahaan asuransi negara PT Asabri (Persero). Diperkirakan kerugian negara bahkan lebih dari Rp 10 triliun. “Ya saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1).

- Advertisement -

Asabri ini diketahui merupakan asuransi negara yang diperuntukan bagi pensiunan TNI-Polri dengan pangkat rendah. Menurut Mahfud, pada masa ia menjabat Menteri Pertahanan pernah terjadi korupsi juga di Asabri. Namun nilainya kecil.

Baca Juga:  Amankan Pasutri Pelaku TPPO di Rokan Hulu

Ia pun heran sekarang kembali terdengar adanya dugaan korupsi. Bahkan dengan bilai yang sangat fantastis. Oleh karena itu, Mahfud akan memanggil Menteri terkait guna mencari duduk perkaranya.

Editor : Deslina
Laporan: Jawapos.com
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mencium adanya kemiripan antara korupsi PT Asabri (Persero) dengan PT Asuransi Jiwasraya. Bahkan terindikasi pula, ada beberapa pelakunya yang sama dalam dua kasus tersebut.

“Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Akan mungkin ada beberapa orangnya yang sama tapi nantilah, yang penting itu akan dibongkar. Karena itu melukai hati kita semua,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1).

Mahfud menyampaikan, saat ini dia masih fokus mengumpulkan informasi terkait dugaan korupsi di Asabri. Selanjutnya jalur hukum akan ditempuh sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. “Sekarang sedang divalidasi oleh suatu institusi lain, BPK yang minta, karena polanya sama dengan Jiwasraya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Berkas Perkara Dua Terdakwa Korupsi Bakamla Dilimpahkan KPK

Di sisi lain, pekan ini Mahfud berencana memanggil Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani guna membahas hal ini. “Minggu ini, kan masih pada di luar negeri semua itu pak Erick dan sebsgainya. Jadi kita akan panggil dan kemudian akan jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mencium adanya dugaan mega korupsi di perusahaan asuransi negara PT Asabri (Persero). Diperkirakan kerugian negara bahkan lebih dari Rp 10 triliun. “Ya saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1).

Asabri ini diketahui merupakan asuransi negara yang diperuntukan bagi pensiunan TNI-Polri dengan pangkat rendah. Menurut Mahfud, pada masa ia menjabat Menteri Pertahanan pernah terjadi korupsi juga di Asabri. Namun nilainya kecil.

Baca Juga:  27 Napi yang Dikeluarkan dari Penjara Kembali Berulah, Ditangkap

Ia pun heran sekarang kembali terdengar adanya dugaan korupsi. Bahkan dengan bilai yang sangat fantastis. Oleh karena itu, Mahfud akan memanggil Menteri terkait guna mencari duduk perkaranya.

Editor : Deslina
Laporan: Jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari