Minggu, 23 Agustus 2026
- Advertisement -

Kemenparekraf dan Perguruan Tinggi Gelar Bimtek Dua Desa

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) — Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa wisata di Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi menggelar Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata Regional IA (Sumatera) di Hotel Novotel, Pekanbaru, Kamis (10/9).

Acara ini diikuti sejumlah peserta dari dosen perguruan tinggi, kelompok sadar wisata dan aparatur Desa Koto Sentajo, Kuantan Singingi. Desa Koto Sentajo berada di bawah binaan Universitas Riau. Selain itu ada peserta dari Pokdarwis Desa Koto Masjid, Kampar di bawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau.

Desa-desa tersebut merupakan dua desa wisata yang akan dipilih untuk menuju 20 Desa Wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi dengan kerja sama dengan Kemenparekraf, setelah menyisihkan sekitar 112 peserta perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga:  Potensi Retribusi Parkir Belum Maksimal

50 peserta terlihat antusias menerima pendampingan terkait sadar wisata era normal baru (CHSE, sapta pesona, dan pelayanan prima) dan pengembangan potensi produk pariwisata (exploring, packaging, presentation).

"Sumber daya manusia bagian penting untuk mengembangkan pariwisata. Saya liat SDM-nya antusias dan serius untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata yang terbaik," ujar Desti Muniarti, Koordinator Pemberdayaan Regional 1 Direktorat Pengembangan SDM Kemenpar RI.(ksm)

 

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) — Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa wisata di Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi menggelar Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata Regional IA (Sumatera) di Hotel Novotel, Pekanbaru, Kamis (10/9).

Acara ini diikuti sejumlah peserta dari dosen perguruan tinggi, kelompok sadar wisata dan aparatur Desa Koto Sentajo, Kuantan Singingi. Desa Koto Sentajo berada di bawah binaan Universitas Riau. Selain itu ada peserta dari Pokdarwis Desa Koto Masjid, Kampar di bawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau.

Desa-desa tersebut merupakan dua desa wisata yang akan dipilih untuk menuju 20 Desa Wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi dengan kerja sama dengan Kemenparekraf, setelah menyisihkan sekitar 112 peserta perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga:  MPR Tunggu Sikap Resmi PHDI Terkait Amendemen UUD 1945

50 peserta terlihat antusias menerima pendampingan terkait sadar wisata era normal baru (CHSE, sapta pesona, dan pelayanan prima) dan pengembangan potensi produk pariwisata (exploring, packaging, presentation).

"Sumber daya manusia bagian penting untuk mengembangkan pariwisata. Saya liat SDM-nya antusias dan serius untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata yang terbaik," ujar Desti Muniarti, Koordinator Pemberdayaan Regional 1 Direktorat Pengembangan SDM Kemenpar RI.(ksm)

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) — Dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa wisata di Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi menggelar Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata Regional IA (Sumatera) di Hotel Novotel, Pekanbaru, Kamis (10/9).

Acara ini diikuti sejumlah peserta dari dosen perguruan tinggi, kelompok sadar wisata dan aparatur Desa Koto Sentajo, Kuantan Singingi. Desa Koto Sentajo berada di bawah binaan Universitas Riau. Selain itu ada peserta dari Pokdarwis Desa Koto Masjid, Kampar di bawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau.

Desa-desa tersebut merupakan dua desa wisata yang akan dipilih untuk menuju 20 Desa Wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi dengan kerja sama dengan Kemenparekraf, setelah menyisihkan sekitar 112 peserta perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga:  Polisi Kini Punya Mobil Patroli Tesla Model 3

50 peserta terlihat antusias menerima pendampingan terkait sadar wisata era normal baru (CHSE, sapta pesona, dan pelayanan prima) dan pengembangan potensi produk pariwisata (exploring, packaging, presentation).

"Sumber daya manusia bagian penting untuk mengembangkan pariwisata. Saya liat SDM-nya antusias dan serius untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata yang terbaik," ujar Desti Muniarti, Koordinator Pemberdayaan Regional 1 Direktorat Pengembangan SDM Kemenpar RI.(ksm)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari