Sabtu, 5 September 2026
- Advertisement -

SKK Migas-CPI Kembangkan Desa Wisata Kampung Patin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kampar mendapatkan dukungan dari SKK Migas-PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Dukungan tersebut berupa pelaksanaan program Pendampingan Desa Wisata Kampung Patin di Desa Koto Mesjid. Program ini merupakan pengembangan wisata berbasis komunitas (community based tourism/ CBT).

Selama enam bulan, perwakilan masyarakat Desa Koto Mesjid akan dilatih dan didampingi untuk meningkatkan keterampilan atau kompetensi di bidang pariwisata. Di antaranya pelatihan pemandu wisata, identifikasi potensi objek wisata, penginapan, (homestay), dan kuliner.

’’Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola desa mereka sebagai tujuan wisata dan diversifikasi produk ikan patin sebagai wisata kuliner unggulan di Riau,” ujar Sukamto Tamrin selaku GM Corporate Affairs Asset PT CPI.

Baca Juga:  KPK Buka Peluang Konfrontir Zulhas dengan Annas Maamun

Untuk pelaksanaan program pendampingan, PT CPI menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau. Pengajar dari STP Riau telah mendapatkan pelatihan dari Kementreian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu.

Program pendampingan desa wisata akan dijalankan mulai bulan Mei hingga Oktober mendatang dengan target sekitar 100 peserta, dengan tetap memperhatikan kondisi setempat dan protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi Covid-19.

Sebagai pembuka program, PT CPI melaksanakan sosialisasi secara daring (online) bagi para perwakilan masyarakat Desa Koto Mesjid pada hari Senin (11/5). Acara sosialisasi tersebut juga diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kampar Zulia Dharma.(rls/rio)

Baca Juga:  Ahmad Dhani Tetap Jagokan Prabowo Jadi Presiden Pascabebas dari Penjara

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kampar mendapatkan dukungan dari SKK Migas-PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Dukungan tersebut berupa pelaksanaan program Pendampingan Desa Wisata Kampung Patin di Desa Koto Mesjid. Program ini merupakan pengembangan wisata berbasis komunitas (community based tourism/ CBT).

Selama enam bulan, perwakilan masyarakat Desa Koto Mesjid akan dilatih dan didampingi untuk meningkatkan keterampilan atau kompetensi di bidang pariwisata. Di antaranya pelatihan pemandu wisata, identifikasi potensi objek wisata, penginapan, (homestay), dan kuliner.

’’Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola desa mereka sebagai tujuan wisata dan diversifikasi produk ikan patin sebagai wisata kuliner unggulan di Riau,” ujar Sukamto Tamrin selaku GM Corporate Affairs Asset PT CPI.

Baca Juga:  Lowongan CPNS Didominasi Guru

Untuk pelaksanaan program pendampingan, PT CPI menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau. Pengajar dari STP Riau telah mendapatkan pelatihan dari Kementreian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu.

Program pendampingan desa wisata akan dijalankan mulai bulan Mei hingga Oktober mendatang dengan target sekitar 100 peserta, dengan tetap memperhatikan kondisi setempat dan protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi Covid-19.

- Advertisement -

Sebagai pembuka program, PT CPI melaksanakan sosialisasi secara daring (online) bagi para perwakilan masyarakat Desa Koto Mesjid pada hari Senin (11/5). Acara sosialisasi tersebut juga diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kampar Zulia Dharma.(rls/rio)

Baca Juga:  Natuna, Harta Karun di Dasar Lautan dan Pencurian

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kampar mendapatkan dukungan dari SKK Migas-PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Dukungan tersebut berupa pelaksanaan program Pendampingan Desa Wisata Kampung Patin di Desa Koto Mesjid. Program ini merupakan pengembangan wisata berbasis komunitas (community based tourism/ CBT).

Selama enam bulan, perwakilan masyarakat Desa Koto Mesjid akan dilatih dan didampingi untuk meningkatkan keterampilan atau kompetensi di bidang pariwisata. Di antaranya pelatihan pemandu wisata, identifikasi potensi objek wisata, penginapan, (homestay), dan kuliner.

’’Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola desa mereka sebagai tujuan wisata dan diversifikasi produk ikan patin sebagai wisata kuliner unggulan di Riau,” ujar Sukamto Tamrin selaku GM Corporate Affairs Asset PT CPI.

Baca Juga:  Airlangga: Kebijakan Mandatori B30 Terbukti Menguntungkan Petani Sawit

Untuk pelaksanaan program pendampingan, PT CPI menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau. Pengajar dari STP Riau telah mendapatkan pelatihan dari Kementreian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu.

Program pendampingan desa wisata akan dijalankan mulai bulan Mei hingga Oktober mendatang dengan target sekitar 100 peserta, dengan tetap memperhatikan kondisi setempat dan protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi Covid-19.

Sebagai pembuka program, PT CPI melaksanakan sosialisasi secara daring (online) bagi para perwakilan masyarakat Desa Koto Mesjid pada hari Senin (11/5). Acara sosialisasi tersebut juga diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kampar Zulia Dharma.(rls/rio)

Baca Juga:  Ahmad Dhani Tetap Jagokan Prabowo Jadi Presiden Pascabebas dari Penjara

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari