Senin, 29 Juni 2026
- Advertisement -

Bertolak dari Selatpanjang, KM Rupat Jaya I Karam di Selat Malaka

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kapal Motor (KM) Rupat Jaya I yang bertolak dari Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti tujuan Malaysia dikabarkan tenggelam di perairan Selat Malaka. Informasi diterima RiauPos.co, kapal dengan 1 Gross Tonnage (GT) 30 No 1436/PPe tersebut karam dihantam gelombang tinggi, Kamis (7/10/2021) lalu.

Anak buah kapal (ABK) hingga kepala kamar mesin berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Informasinya saat ini sedang berada di negara tetangga.

Agen KM Rupat Jaya I, Rian mengungkapkan, kapal beserta barang ekspor sebanyak 600 karung biji pinang seberat 30 ton dan dokumen penting itu tidak bisa diselamatkan.

"Kami masih menunggu kepulangan empat orang kru (ABK) kapal yang saat ini masih berada di Malaysia. Mereka sedang dalam proses pengurusan oleh pihak agen (petugas keimigrasian) Malaysia untuk pulang ke Indonesia," kata Rian, Sabtu (9/10/2021).

Informasi sementara yang ia terima dari Malaysia, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekira pukul 18.30 WIB. Kala itu cuaca tiba-tiba buruk di saat KM Rupat Jaya I memasuki di sekitar batas penjaring Indonesia menuju batas internasional. Disusul angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga nakhoda tidak bisa mengendalikan kapal.

"Keempat kru kapal sebelum mendapat pertolongan, kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Akhirnya dua orang tersebut langsung diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia, sementara dua orang lainnya diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat Malaysia," bebernya.

Saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan kepada pihak terkait di wilayah setempat.

Mengenai peristiwa itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang Capt M Ridha melalui Petugas Keselamatan Berlayar Suharto juga membenarkannya. Kata Suharto, kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat Malaysia. Kapal itu memuat barang ekspor biji pinang sebanyak 30 ton. Ketika berlayar sampai alur perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba di sana terjadi cuaca ekstrem.

"Saat ini kita belum bisa memastikan sepenuhnya. Selain cuaca buruk apakah ada penyebab lain. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian belum bisa diminta untuk memberikan keterangan, karena masih berada di Malaysia," tutur Suharto.

Meski demikian, namun pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Mengenai muatan kapal 30 ton itu tidak kelebihan muatan (overload), dengan GT kapal tersebut bisa membawa lebih dari 40 ton.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar, baik antarpulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.

"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat, dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Terkait dokumen barang bawaan, Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang A mengatakan lengkap. "Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi semua dan mereka tidak ada persoalan atau masalah. Bahkan pada Jumat kemarin, mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait atas terjadinya kecelakaan," jelas Nihar.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Eka G Putra
 

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kapal Motor (KM) Rupat Jaya I yang bertolak dari Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti tujuan Malaysia dikabarkan tenggelam di perairan Selat Malaka. Informasi diterima RiauPos.co, kapal dengan 1 Gross Tonnage (GT) 30 No 1436/PPe tersebut karam dihantam gelombang tinggi, Kamis (7/10/2021) lalu.

Anak buah kapal (ABK) hingga kepala kamar mesin berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Informasinya saat ini sedang berada di negara tetangga.

Agen KM Rupat Jaya I, Rian mengungkapkan, kapal beserta barang ekspor sebanyak 600 karung biji pinang seberat 30 ton dan dokumen penting itu tidak bisa diselamatkan.

"Kami masih menunggu kepulangan empat orang kru (ABK) kapal yang saat ini masih berada di Malaysia. Mereka sedang dalam proses pengurusan oleh pihak agen (petugas keimigrasian) Malaysia untuk pulang ke Indonesia," kata Rian, Sabtu (9/10/2021).

Informasi sementara yang ia terima dari Malaysia, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekira pukul 18.30 WIB. Kala itu cuaca tiba-tiba buruk di saat KM Rupat Jaya I memasuki di sekitar batas penjaring Indonesia menuju batas internasional. Disusul angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga nakhoda tidak bisa mengendalikan kapal.

- Advertisement -

"Keempat kru kapal sebelum mendapat pertolongan, kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Akhirnya dua orang tersebut langsung diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia, sementara dua orang lainnya diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat Malaysia," bebernya.

Saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan kepada pihak terkait di wilayah setempat.

- Advertisement -

Mengenai peristiwa itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang Capt M Ridha melalui Petugas Keselamatan Berlayar Suharto juga membenarkannya. Kata Suharto, kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat Malaysia. Kapal itu memuat barang ekspor biji pinang sebanyak 30 ton. Ketika berlayar sampai alur perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba di sana terjadi cuaca ekstrem.

"Saat ini kita belum bisa memastikan sepenuhnya. Selain cuaca buruk apakah ada penyebab lain. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian belum bisa diminta untuk memberikan keterangan, karena masih berada di Malaysia," tutur Suharto.

Meski demikian, namun pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Mengenai muatan kapal 30 ton itu tidak kelebihan muatan (overload), dengan GT kapal tersebut bisa membawa lebih dari 40 ton.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar, baik antarpulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.

"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat, dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Terkait dokumen barang bawaan, Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang A mengatakan lengkap. "Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi semua dan mereka tidak ada persoalan atau masalah. Bahkan pada Jumat kemarin, mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait atas terjadinya kecelakaan," jelas Nihar.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Eka G Putra
 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kapal Motor (KM) Rupat Jaya I yang bertolak dari Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti tujuan Malaysia dikabarkan tenggelam di perairan Selat Malaka. Informasi diterima RiauPos.co, kapal dengan 1 Gross Tonnage (GT) 30 No 1436/PPe tersebut karam dihantam gelombang tinggi, Kamis (7/10/2021) lalu.

Anak buah kapal (ABK) hingga kepala kamar mesin berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Informasinya saat ini sedang berada di negara tetangga.

Agen KM Rupat Jaya I, Rian mengungkapkan, kapal beserta barang ekspor sebanyak 600 karung biji pinang seberat 30 ton dan dokumen penting itu tidak bisa diselamatkan.

"Kami masih menunggu kepulangan empat orang kru (ABK) kapal yang saat ini masih berada di Malaysia. Mereka sedang dalam proses pengurusan oleh pihak agen (petugas keimigrasian) Malaysia untuk pulang ke Indonesia," kata Rian, Sabtu (9/10/2021).

Informasi sementara yang ia terima dari Malaysia, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekira pukul 18.30 WIB. Kala itu cuaca tiba-tiba buruk di saat KM Rupat Jaya I memasuki di sekitar batas penjaring Indonesia menuju batas internasional. Disusul angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga nakhoda tidak bisa mengendalikan kapal.

"Keempat kru kapal sebelum mendapat pertolongan, kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Akhirnya dua orang tersebut langsung diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia, sementara dua orang lainnya diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat Malaysia," bebernya.

Saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan kepada pihak terkait di wilayah setempat.

Mengenai peristiwa itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang Capt M Ridha melalui Petugas Keselamatan Berlayar Suharto juga membenarkannya. Kata Suharto, kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang dengan tujuan Batu Pahat Malaysia. Kapal itu memuat barang ekspor biji pinang sebanyak 30 ton. Ketika berlayar sampai alur perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba di sana terjadi cuaca ekstrem.

"Saat ini kita belum bisa memastikan sepenuhnya. Selain cuaca buruk apakah ada penyebab lain. Karena nahkoda kapal yang mengetahui pasti kejadian belum bisa diminta untuk memberikan keterangan, karena masih berada di Malaysia," tutur Suharto.

Meski demikian, namun pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor. Mengenai muatan kapal 30 ton itu tidak kelebihan muatan (overload), dengan GT kapal tersebut bisa membawa lebih dari 40 ton.

Atas peristiwa itu, pihaknya mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar, baik antarpulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati dan selalu update memantau cuaca di aplikasi BMKG.

"Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat, dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung," pesannya.

Terkait dokumen barang bawaan, Kepala Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang A mengatakan lengkap. "Mengenai dokumen secara kepabeanan sudah terpenuhi semua dan mereka tidak ada persoalan atau masalah. Bahkan pada Jumat kemarin, mereka juga sudah mengirimkan pemberitahuan terkait atas terjadinya kecelakaan," jelas Nihar.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)
Editor: Eka G Putra
 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari