Selasa, 2 Juni 2026
- Advertisement -

Joe Biden di Ambang Kemenangan

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) — Hasil penghitungan suara pemilu AS belum berakhir hingga malam tadi. Namun, kemenangan capres-cawapres AS Joe Biden-Kamala Harris sudah di depan mata. Meski demikian, pasangan petahana Trump-Mike Pence tidak tinggal diam. Trump berusaha menghalangi rivalnya dengan berbagai manuver hukum.

Rabu malam (4/11) Biden keluar dari markasnya di Wilmington, Delaware. Dia datang untuk menyampaikan kesimpulan. Melihat alur perolehan suara, dia menyimpulkan bahwa dirinya bakal menjadi pemenang pemilihan presiden AS.

"Saya tidak datang untuk menyatakan kemenangan. Saya di sini untuk mengatakan, ketika semua suara sudah dihitung, saya akan menjadi pemenang," ungkap Biden sebagaimana dilansir Agence France-Presse. 

Kepercayaan Biden datang dari laporan media massa. Associated Press mengklaim bahwa pria 77 tahun itu berhasil mengamankan 264 suara elektoral. Hanya kurang 6 suara untuk mencapai kemenangan. Hal itu terjadi setelah mereka menetapkan Biden sebagai pemenang di negara bagian Michigan dan Arizona.

Baca Juga:  PP Nomor 63 Tahun 2019 Harus Terus Disosialisasikan

Sedangkan Trump masih mandek di angka 213 suara elektoral. Tapi, Trump unggul di tiga dari empat negara bagian yang belum mendapat kesimpulan. Biden hanya unggul di negara bagian Nevada dengan selisih yang tipis. Hingga pukul 21.00 WIB malam tadi, Biden hanya unggul 0,6 persen atas Trump. Kalau saja laporan tersebut benar dan keunggulan Nevada bertahan sampai akhir, Joe Biden dipastikan menutup perlombaan ini. Suara elektoral yang diraih bakal pas 270. Tapi, perlu dicatat bahwa media lain seperti CNN masih mencatat Arizona belum mendapatkan pemenang. 

Di sisi lain, Biden juga masih menaruh asa pada negara bagian Georgia (16 suara elektoral) dan Pennsylvania (20 suara elektoral). Biden berhasil merapatkan selisih di dua negara tersebut. Terutama Pennsylvania yang sempat melaporkan selisih 400 ribu suara, kini tinggal 150 ribu saja.(bil/sha/jpg) 

Baca Juga:  1 Syawal 1443 Hijriah Jatuh Pada 2 Mei 2022, Senin Hari Raya Idulfitri

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) — Hasil penghitungan suara pemilu AS belum berakhir hingga malam tadi. Namun, kemenangan capres-cawapres AS Joe Biden-Kamala Harris sudah di depan mata. Meski demikian, pasangan petahana Trump-Mike Pence tidak tinggal diam. Trump berusaha menghalangi rivalnya dengan berbagai manuver hukum.

Rabu malam (4/11) Biden keluar dari markasnya di Wilmington, Delaware. Dia datang untuk menyampaikan kesimpulan. Melihat alur perolehan suara, dia menyimpulkan bahwa dirinya bakal menjadi pemenang pemilihan presiden AS.

"Saya tidak datang untuk menyatakan kemenangan. Saya di sini untuk mengatakan, ketika semua suara sudah dihitung, saya akan menjadi pemenang," ungkap Biden sebagaimana dilansir Agence France-Presse. 

Kepercayaan Biden datang dari laporan media massa. Associated Press mengklaim bahwa pria 77 tahun itu berhasil mengamankan 264 suara elektoral. Hanya kurang 6 suara untuk mencapai kemenangan. Hal itu terjadi setelah mereka menetapkan Biden sebagai pemenang di negara bagian Michigan dan Arizona.

Baca Juga:  Atraksi Tong Setan di Pasar Malam Memakan Korban

Sedangkan Trump masih mandek di angka 213 suara elektoral. Tapi, Trump unggul di tiga dari empat negara bagian yang belum mendapat kesimpulan. Biden hanya unggul di negara bagian Nevada dengan selisih yang tipis. Hingga pukul 21.00 WIB malam tadi, Biden hanya unggul 0,6 persen atas Trump. Kalau saja laporan tersebut benar dan keunggulan Nevada bertahan sampai akhir, Joe Biden dipastikan menutup perlombaan ini. Suara elektoral yang diraih bakal pas 270. Tapi, perlu dicatat bahwa media lain seperti CNN masih mencatat Arizona belum mendapatkan pemenang. 

- Advertisement -

Di sisi lain, Biden juga masih menaruh asa pada negara bagian Georgia (16 suara elektoral) dan Pennsylvania (20 suara elektoral). Biden berhasil merapatkan selisih di dua negara tersebut. Terutama Pennsylvania yang sempat melaporkan selisih 400 ribu suara, kini tinggal 150 ribu saja.(bil/sha/jpg) 

Baca Juga:  DPRD Kabupaten Inhu Bahas RAPBD 2020 Rp1,4 T Lebih
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) — Hasil penghitungan suara pemilu AS belum berakhir hingga malam tadi. Namun, kemenangan capres-cawapres AS Joe Biden-Kamala Harris sudah di depan mata. Meski demikian, pasangan petahana Trump-Mike Pence tidak tinggal diam. Trump berusaha menghalangi rivalnya dengan berbagai manuver hukum.

Rabu malam (4/11) Biden keluar dari markasnya di Wilmington, Delaware. Dia datang untuk menyampaikan kesimpulan. Melihat alur perolehan suara, dia menyimpulkan bahwa dirinya bakal menjadi pemenang pemilihan presiden AS.

"Saya tidak datang untuk menyatakan kemenangan. Saya di sini untuk mengatakan, ketika semua suara sudah dihitung, saya akan menjadi pemenang," ungkap Biden sebagaimana dilansir Agence France-Presse. 

Kepercayaan Biden datang dari laporan media massa. Associated Press mengklaim bahwa pria 77 tahun itu berhasil mengamankan 264 suara elektoral. Hanya kurang 6 suara untuk mencapai kemenangan. Hal itu terjadi setelah mereka menetapkan Biden sebagai pemenang di negara bagian Michigan dan Arizona.

Baca Juga:  Wabup Rohul Ditabalkan Gelar Datuk Timbalan Setia Amanah Setio Nogori

Sedangkan Trump masih mandek di angka 213 suara elektoral. Tapi, Trump unggul di tiga dari empat negara bagian yang belum mendapat kesimpulan. Biden hanya unggul di negara bagian Nevada dengan selisih yang tipis. Hingga pukul 21.00 WIB malam tadi, Biden hanya unggul 0,6 persen atas Trump. Kalau saja laporan tersebut benar dan keunggulan Nevada bertahan sampai akhir, Joe Biden dipastikan menutup perlombaan ini. Suara elektoral yang diraih bakal pas 270. Tapi, perlu dicatat bahwa media lain seperti CNN masih mencatat Arizona belum mendapatkan pemenang. 

Di sisi lain, Biden juga masih menaruh asa pada negara bagian Georgia (16 suara elektoral) dan Pennsylvania (20 suara elektoral). Biden berhasil merapatkan selisih di dua negara tersebut. Terutama Pennsylvania yang sempat melaporkan selisih 400 ribu suara, kini tinggal 150 ribu saja.(bil/sha/jpg) 

Baca Juga:  DPRD Kabupaten Inhu Bahas RAPBD 2020 Rp1,4 T Lebih

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari