Senin, 22 Juni 2026
- Advertisement -

Masuknya TKA Cina Harus Sesuai SOP

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi soal informasi adanya ratusan pekerja asing atau Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Cilegon, Banten. Ada kekhawatiran masyarakat, para TKA tersebut bisa saja tertular virus corona.

Menanggapi hal itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Wiendra Waworuntu menegaskan, aturan pemerintah Indonesia terhadap warga yang masuk dari negara-negara terdampak sudah sesuai prosedur (SOP) yang ketat.

"Semua harus sesuai prosedur, jadi semuanya harus sesuai SOP-lah. Dari mulai kedatangan itu di pintu-pintu perbatasan sudah ada thermal scanner pengukur suhu tubuh. Dan pasti dilengkapi oleh Health Alert Card. Itu sudah kami jalankan ketat," tegas Wiendra dalam konferensi pers, Kamis (6/2).

Baca Juga:  SMPN 8 Dumai Perkuat Kerja Sama

Wiendra menambahkan, bahkan aturan terhadap kapal-kapal dari Cina atau negara terdampak pun jelas. Ketika mereka memasok barang-barang ke Indonesia, para Anak Buah Kapal (ABK) tak diizinkan untuk turun.

"Saat kapal masuk pun ABK-nya tak kami izinkan turun," tegasnya.

Maka Wiendra menegaskan, di setiap daerah tentu ada Dinas Kesehatan yang bertugas mengawasi siapa saja yang baru tiba dari negara terdampak. Dan isolasi atau karantina bisa dilakukan di rumah.

"TKA itu kan di pintu masuk sudah dipantau. Mereka itu bisa karantina di rumah. Ada Diskes dan fasilitas kesehatan. Enggak semua orang dikarantina, SOP-nya sudah jelas banget," katanya.

Sebelumnya, informasi beredar ratusan TKA dari Cina tiba di Cilegon, Banten untuk bekerja di sebuah pabrik. Namun masyarakat mempertanyakan mengapa mereka tidak dikarantina yang dikhawatirkan bisa menyebarkan virus corona.

Baca Juga:  Hana Kimura Meninggal, Bagaimana Episode Baru Terrace House?

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi soal informasi adanya ratusan pekerja asing atau Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Cilegon, Banten. Ada kekhawatiran masyarakat, para TKA tersebut bisa saja tertular virus corona.

Menanggapi hal itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Wiendra Waworuntu menegaskan, aturan pemerintah Indonesia terhadap warga yang masuk dari negara-negara terdampak sudah sesuai prosedur (SOP) yang ketat.

"Semua harus sesuai prosedur, jadi semuanya harus sesuai SOP-lah. Dari mulai kedatangan itu di pintu-pintu perbatasan sudah ada thermal scanner pengukur suhu tubuh. Dan pasti dilengkapi oleh Health Alert Card. Itu sudah kami jalankan ketat," tegas Wiendra dalam konferensi pers, Kamis (6/2).

Baca Juga:  Ponpes di Riau Tumbuh Pesat

Wiendra menambahkan, bahkan aturan terhadap kapal-kapal dari Cina atau negara terdampak pun jelas. Ketika mereka memasok barang-barang ke Indonesia, para Anak Buah Kapal (ABK) tak diizinkan untuk turun.

"Saat kapal masuk pun ABK-nya tak kami izinkan turun," tegasnya.

- Advertisement -

Maka Wiendra menegaskan, di setiap daerah tentu ada Dinas Kesehatan yang bertugas mengawasi siapa saja yang baru tiba dari negara terdampak. Dan isolasi atau karantina bisa dilakukan di rumah.

"TKA itu kan di pintu masuk sudah dipantau. Mereka itu bisa karantina di rumah. Ada Diskes dan fasilitas kesehatan. Enggak semua orang dikarantina, SOP-nya sudah jelas banget," katanya.

- Advertisement -

Sebelumnya, informasi beredar ratusan TKA dari Cina tiba di Cilegon, Banten untuk bekerja di sebuah pabrik. Namun masyarakat mempertanyakan mengapa mereka tidak dikarantina yang dikhawatirkan bisa menyebarkan virus corona.

Baca Juga:  Nestapa Negara yang Terdampak Virus Corona

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi soal informasi adanya ratusan pekerja asing atau Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Cilegon, Banten. Ada kekhawatiran masyarakat, para TKA tersebut bisa saja tertular virus corona.

Menanggapi hal itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Wiendra Waworuntu menegaskan, aturan pemerintah Indonesia terhadap warga yang masuk dari negara-negara terdampak sudah sesuai prosedur (SOP) yang ketat.

"Semua harus sesuai prosedur, jadi semuanya harus sesuai SOP-lah. Dari mulai kedatangan itu di pintu-pintu perbatasan sudah ada thermal scanner pengukur suhu tubuh. Dan pasti dilengkapi oleh Health Alert Card. Itu sudah kami jalankan ketat," tegas Wiendra dalam konferensi pers, Kamis (6/2).

Baca Juga:  Boikot Saipul Jamil Masih Menggema di Petisi Online

Wiendra menambahkan, bahkan aturan terhadap kapal-kapal dari Cina atau negara terdampak pun jelas. Ketika mereka memasok barang-barang ke Indonesia, para Anak Buah Kapal (ABK) tak diizinkan untuk turun.

"Saat kapal masuk pun ABK-nya tak kami izinkan turun," tegasnya.

Maka Wiendra menegaskan, di setiap daerah tentu ada Dinas Kesehatan yang bertugas mengawasi siapa saja yang baru tiba dari negara terdampak. Dan isolasi atau karantina bisa dilakukan di rumah.

"TKA itu kan di pintu masuk sudah dipantau. Mereka itu bisa karantina di rumah. Ada Diskes dan fasilitas kesehatan. Enggak semua orang dikarantina, SOP-nya sudah jelas banget," katanya.

Sebelumnya, informasi beredar ratusan TKA dari Cina tiba di Cilegon, Banten untuk bekerja di sebuah pabrik. Namun masyarakat mempertanyakan mengapa mereka tidak dikarantina yang dikhawatirkan bisa menyebarkan virus corona.

Baca Juga:  PWI-SPS Riau Wisata Astro ke Siak

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari