Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Nelayan Bagansiapi-api Hilang Diterkam Buaya

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) — Seorang nelayan bernama Dedi (30), warga kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko, hilang di aliran Sungai Rokan diduga diserang buaya, Jumat (2/4/2021) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26), sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu-red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan. Selanjutnya mengunakan perahu untuk mencari udang, di mana malam harinya Kamis (2/4/2021) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami mencoba menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan," ujar Rahmat.

Baca Juga:  Single Terbaru NaFF dengan Nuansa 90-an

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut.

Saat itu lah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi. "Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar, namun saat saksi menoleh ke belakang hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air AKP Sapto Hartoyo.

Baca Juga:  Artis Sinetron Dari Jendela SMP Ditangkap Polisi

Korban selamat, Rahmat lantas melaporkan kejadian itu kantor Satpol Air Polres Rohil. Saat ini kata Sapto, upaya pencarian masih terus dilakukan bersama dengan pihak terkait lainnya dan nelayan setempat.

Laporan: Zulfadhli (Bagansiapiapi)
Editor: Rinaldi

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) — Seorang nelayan bernama Dedi (30), warga kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko, hilang di aliran Sungai Rokan diduga diserang buaya, Jumat (2/4/2021) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26), sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu-red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan. Selanjutnya mengunakan perahu untuk mencari udang, di mana malam harinya Kamis (2/4/2021) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami mencoba menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan," ujar Rahmat.

Baca Juga:  Qori Terbaik Dunia Asal NTB Bertemu Jokowi di Istana

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut.

Saat itu lah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi. "Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar, namun saat saksi menoleh ke belakang hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air AKP Sapto Hartoyo.

- Advertisement -
Baca Juga:  Diluncurkan BPHTB Online, Bayar melalui BRK Siak

Korban selamat, Rahmat lantas melaporkan kejadian itu kantor Satpol Air Polres Rohil. Saat ini kata Sapto, upaya pencarian masih terus dilakukan bersama dengan pihak terkait lainnya dan nelayan setempat.

Laporan: Zulfadhli (Bagansiapiapi)
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) — Seorang nelayan bernama Dedi (30), warga kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko, hilang di aliran Sungai Rokan diduga diserang buaya, Jumat (2/4/2021) dini hari.

Menurut penuturan teman korban, Rahmat (26), sebelum kejadian mereka yakni Zainaris, Remianto dan korban Dedi berangkat dari rumah masing-masing menuju ke salah satu tangkahan (tempat sandar perahu-red) di perairan Sungai Rokan yang ada di Batu Delapan. Selanjutnya mengunakan perahu untuk mencari udang, di mana malam harinya Kamis (2/4/2021) mengarah ke dekat Pulau Tuan Syekh yang berada persis di seberang Sungai Rokan.

Nahas, kipas boat terlepas dan tenggelam, mereka memutuskan berhenti dengan melempar jangkar. "Kami mencoba menghubungi masyarakat minta pertolongan, dan ada boat datang membantu menarik perahu untuk kembali ke tangkahan di Batu Delapan," ujar Rahmat.

Baca Juga:  Artis Sinetron Dari Jendela SMP Ditangkap Polisi

Namun menjelang sampai, korban bersama Rahmat minta diturunkan di pinggiran sungai di Batu Tujuh dengan alasan untuk mencari udang. Keduanya lantas mencari udang, dan akan kembali naik ke darat dari daerah Batu Tujuh tersebut.

Saat itu lah diperkirakan korban di terkam buaya dan tidak kelihatan lagi. "Ya saksi mendengar suara korban minta tolong dan teriak Allahu Akbar, namun saat saksi menoleh ke belakang hanya melihat tangan kiri korban berusaha mengapai, tapi tidak terjangkau dan saksi mengarahkan senter ke arah korban yang minta tolong, terlihat gelombang dan cahaya senter milik korban mengapung di sungai," tambah Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasatpol Air AKP Sapto Hartoyo.

Baca Juga:  Kanselir Jerman Sebut Rusia Tak Bakal Memenangi Perang di Ukraina

Korban selamat, Rahmat lantas melaporkan kejadian itu kantor Satpol Air Polres Rohil. Saat ini kata Sapto, upaya pencarian masih terus dilakukan bersama dengan pihak terkait lainnya dan nelayan setempat.

Laporan: Zulfadhli (Bagansiapiapi)
Editor: Rinaldi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari