Jumat, 28 Agustus 2026
- Advertisement -

Dua Provinsi Ini Jadi Prioritas Penanganan Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus baru positif corona (Covid-19) terus meningkat di Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah mengambil keputusan untuk memasukan Aceh dan Banten ke dalam provinsi prioritas penanganan Covid-19. Alasannya adalah terjadi peningkatan kasus covid-19 di dua daerah tersebut.

“Mengapa Banten? Karena perlu kami jelaskan, Provinsi Banten ini kasus tertingginya sebenarnya dikontribusi dari tiga kabupaten/kota yaitu Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (1/10/2020).

Menurutnya kontribusi tiga kota tersebut memberi kontribusi 75 persen kasus Covid-19 di Banten.

“Maka dari itu, Provinsi Banten menjadi salah satu perhatian satgas karena ini bagian dari aglomerasi Jabodetabek. Apabila daerah-daerah ini dikendalikan dengan baik, maka kontribusi penurunan kasusnya lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga:  Akhirnya Riska Berobat ke Jakarta

Sementara terkait Aceh, Wiku menuturkan Aceh saat ini membutuhkan bantuan pusat karena adanya peningkatan kasus. Hal ini diketahui setelah Satgas melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh.

“Mereka merasa perlu bantuan dari pemerintah pusat. Khususnya dari Satgas agar labnya juga bisa ditambah untuk khususnya PCR di beberapa tempat tertentu. Misalnya di Aceh Utara, Aceh Tengah Dan Aceh Selatan,” ujarnya.

Wiku menyebut peningkatan kasus di Aceh karena adanya mobilitas pendatang yang masuk ke Aceh. “Maka dari itu pembatasan mobilitas penduduk itu sangat penting dalam pengendalian covid ini,” katanya.

Sumber: JPNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. RiauPos.co mengajak seluruh pembaca ikut  mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Baca Juga:  Warga 50 Kota Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan di Kampar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus baru positif corona (Covid-19) terus meningkat di Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah mengambil keputusan untuk memasukan Aceh dan Banten ke dalam provinsi prioritas penanganan Covid-19. Alasannya adalah terjadi peningkatan kasus covid-19 di dua daerah tersebut.

“Mengapa Banten? Karena perlu kami jelaskan, Provinsi Banten ini kasus tertingginya sebenarnya dikontribusi dari tiga kabupaten/kota yaitu Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (1/10/2020).

Menurutnya kontribusi tiga kota tersebut memberi kontribusi 75 persen kasus Covid-19 di Banten.

“Maka dari itu, Provinsi Banten menjadi salah satu perhatian satgas karena ini bagian dari aglomerasi Jabodetabek. Apabila daerah-daerah ini dikendalikan dengan baik, maka kontribusi penurunan kasusnya lebih tinggi,” katanya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kata Mahfud MD Indonesia Bersyukur Punya Ormas Islam yang Ramah Seperti NU

Sementara terkait Aceh, Wiku menuturkan Aceh saat ini membutuhkan bantuan pusat karena adanya peningkatan kasus. Hal ini diketahui setelah Satgas melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh.

“Mereka merasa perlu bantuan dari pemerintah pusat. Khususnya dari Satgas agar labnya juga bisa ditambah untuk khususnya PCR di beberapa tempat tertentu. Misalnya di Aceh Utara, Aceh Tengah Dan Aceh Selatan,” ujarnya.

- Advertisement -

Wiku menyebut peningkatan kasus di Aceh karena adanya mobilitas pendatang yang masuk ke Aceh. “Maka dari itu pembatasan mobilitas penduduk itu sangat penting dalam pengendalian covid ini,” katanya.

Sumber: JPNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. RiauPos.co mengajak seluruh pembaca ikut  mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Baca Juga:  429 Lulusan STIKes Hang Tuah Pekanbaru Ikuti Angkat Sumpah Profesi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus baru positif corona (Covid-19) terus meningkat di Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah mengambil keputusan untuk memasukan Aceh dan Banten ke dalam provinsi prioritas penanganan Covid-19. Alasannya adalah terjadi peningkatan kasus covid-19 di dua daerah tersebut.

“Mengapa Banten? Karena perlu kami jelaskan, Provinsi Banten ini kasus tertingginya sebenarnya dikontribusi dari tiga kabupaten/kota yaitu Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (1/10/2020).

Menurutnya kontribusi tiga kota tersebut memberi kontribusi 75 persen kasus Covid-19 di Banten.

“Maka dari itu, Provinsi Banten menjadi salah satu perhatian satgas karena ini bagian dari aglomerasi Jabodetabek. Apabila daerah-daerah ini dikendalikan dengan baik, maka kontribusi penurunan kasusnya lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga:  Warga 50 Kota Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan di Kampar

Sementara terkait Aceh, Wiku menuturkan Aceh saat ini membutuhkan bantuan pusat karena adanya peningkatan kasus. Hal ini diketahui setelah Satgas melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh.

“Mereka merasa perlu bantuan dari pemerintah pusat. Khususnya dari Satgas agar labnya juga bisa ditambah untuk khususnya PCR di beberapa tempat tertentu. Misalnya di Aceh Utara, Aceh Tengah Dan Aceh Selatan,” ujarnya.

Wiku menyebut peningkatan kasus di Aceh karena adanya mobilitas pendatang yang masuk ke Aceh. “Maka dari itu pembatasan mobilitas penduduk itu sangat penting dalam pengendalian covid ini,” katanya.

Sumber: JPNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. RiauPos.co mengajak seluruh pembaca ikut  mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Baca Juga:  Akhirnya Riska Berobat ke Jakarta

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari