PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Revitalisasi kawasan cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi di Senapelan, Kota Pekanbaru terus berlanjut. Upaya pelestarian ini mendapat dukungan anggaran dari pihak swasta sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya daerah.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan revitalisasi dilakukan tanpa mengubah keaslian bangunan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga eksistensi cagar budaya di tengah pesatnya pembangunan kota.
“Revitalisasi sudah berjalan. Inilah yang bisa kita lakukan untuk melestarikan cagar budaya,” kata Agung, belum lama ini.
Ia menjelaskan, struktur utama Rumah Singgah Tuan Kadi tidak mengalami perubahan sama sekali. Hal itu karena bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang wajib dijaga keutuhannya.
“Yang ditambah hanya isi di bagian dalam. Selama ini memang belum ada, sekarang sudah ada setelah kita berkoordinasi dengan beberapa museum di Indonesia,” jelasnya.
Saat ini, interior Rumah Singgah Tuan Kadi dilengkapi dengan berbagai koleksi benda vintage bernilai sejarah. Kehadiran koleksi tersebut diharapkan mampu menambah daya tarik sekaligus memperkaya wawasan budaya bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyebutkan bantuan revitalisasi dari Bank Indonesia mencapai Rp200 juta. Bantuan tersebut direalisasikan dalam bentuk 78 item koleksi.
“Bantuan itu berupa berbagai benda untuk menambah koleksi di dalam Rumah Singgah Tuan Kadi,” ujarnya.
Akmal menambahkan, koleksi vintage yang dihadirkan mampu memberikan nuansa tempo dulu yang kuat. Selain memiliki nilai historis, koleksi tersebut juga bersifat edukatif dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi masyarakat.(ilo)


