Selasa, 23 Juni 2026
- Advertisement -

Terkejut Dipesan hingga 2.000 Lampu

Warna-warni lampu menjadi tradisi saat Ramadan. Hiasan lampu botol pun mulai ramai dibeli untuk merayakan malam takbir. Lampu ini biasanya dipajang di depan rumah, musala maupun masjid dan lampu colok.

(RIAUPOS.CO) — Di sepanjang Jalan Hang Tuah, dijumpai satu-satunya penjual lampu botol. Pembuat dan sekaligus pemilik lampu botol adalah sepasang suami istri bernama Ani dan Amirudin. Katanya, sudah sejak 10 tahun jualan lampu botol di Jalan Hang Tuah.

“Awalnya buat sendiri di depan rumah. Namun, karena kecintaannya suami saya terhadap budaya Melayu maka ia pun berinisiatif untuk membuat lampu sampai sekitar masjid dekat rumah. Hingga tiga tahun berlangsung, mencoba untuk menjual lampu botol. Dan Alhamdulillah ada yang beli,” jelasnya.

Baca Juga:  TLCI Chapter #2 Riau Kembali Berbagi, Sasar Panti Asuhan Al Istiklal

Lebih lanjut, ia dan suami beserta anak-anaknya membuat lampu botol di 13 hari menjelang hari raya. Katanya, untuk tahun ini membuat sekitar 500 lampu botol.

Kemudian, untuk bahan-bahan yaitu botol minuman energi, tutup alma, tutup benen, pipa antena, dan aluminium serta sumbu dari goni lama. “Bahan-bahannya seperti botol dan tutup alma didapat dari warga Jalan Badak ujung. Sementara untuk tutup benen dari bengkel sendiri. Dan aluminium serta antena beli di tempat yang menjajakan barang tersebut,” ucapnya kemarin.

Cara membuatnya pun cukup mudah. Katanya,  botol-botol dibersihkan terlebih dahulu dengan sabun, supaya bersih dan mengkilat. Lalu, antena dipotong, untuk penyaluran sumbu dari goni, begitu juga dengan tutup benen. Sementara aluminium dipotong dan dirapikan untuk penutup botol.

Baca Juga:  Polda Riau Akan Berkoordinasi dengan Interpol

Dengan demikian, terdapat tiga jenis kelas untuk lampu botol. Kelas pertama menggunakan tutup alma dan benen dibanderol Rp5 ribu per botol. Kedua, menggunakan tutup alma dan pakai pipa antena Rp4 ribu dan ketiga, tutupnya menggunakan aluminium biasa  Rp3 ribu.

 

 

Warna-warni lampu menjadi tradisi saat Ramadan. Hiasan lampu botol pun mulai ramai dibeli untuk merayakan malam takbir. Lampu ini biasanya dipajang di depan rumah, musala maupun masjid dan lampu colok.

(RIAUPOS.CO) — Di sepanjang Jalan Hang Tuah, dijumpai satu-satunya penjual lampu botol. Pembuat dan sekaligus pemilik lampu botol adalah sepasang suami istri bernama Ani dan Amirudin. Katanya, sudah sejak 10 tahun jualan lampu botol di Jalan Hang Tuah.

“Awalnya buat sendiri di depan rumah. Namun, karena kecintaannya suami saya terhadap budaya Melayu maka ia pun berinisiatif untuk membuat lampu sampai sekitar masjid dekat rumah. Hingga tiga tahun berlangsung, mencoba untuk menjual lampu botol. Dan Alhamdulillah ada yang beli,” jelasnya.

Baca Juga:  Daging Banjir Pesanan

Lebih lanjut, ia dan suami beserta anak-anaknya membuat lampu botol di 13 hari menjelang hari raya. Katanya, untuk tahun ini membuat sekitar 500 lampu botol.

Kemudian, untuk bahan-bahan yaitu botol minuman energi, tutup alma, tutup benen, pipa antena, dan aluminium serta sumbu dari goni lama. “Bahan-bahannya seperti botol dan tutup alma didapat dari warga Jalan Badak ujung. Sementara untuk tutup benen dari bengkel sendiri. Dan aluminium serta antena beli di tempat yang menjajakan barang tersebut,” ucapnya kemarin.

- Advertisement -

Cara membuatnya pun cukup mudah. Katanya,  botol-botol dibersihkan terlebih dahulu dengan sabun, supaya bersih dan mengkilat. Lalu, antena dipotong, untuk penyaluran sumbu dari goni, begitu juga dengan tutup benen. Sementara aluminium dipotong dan dirapikan untuk penutup botol.

Baca Juga:  Safari Ramadan, Pemko Pekanbaru Salurkan Bantuan dan Ungkap Deretan Prestasi

Dengan demikian, terdapat tiga jenis kelas untuk lampu botol. Kelas pertama menggunakan tutup alma dan benen dibanderol Rp5 ribu per botol. Kedua, menggunakan tutup alma dan pakai pipa antena Rp4 ribu dan ketiga, tutupnya menggunakan aluminium biasa  Rp3 ribu.

- Advertisement -

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Warna-warni lampu menjadi tradisi saat Ramadan. Hiasan lampu botol pun mulai ramai dibeli untuk merayakan malam takbir. Lampu ini biasanya dipajang di depan rumah, musala maupun masjid dan lampu colok.

(RIAUPOS.CO) — Di sepanjang Jalan Hang Tuah, dijumpai satu-satunya penjual lampu botol. Pembuat dan sekaligus pemilik lampu botol adalah sepasang suami istri bernama Ani dan Amirudin. Katanya, sudah sejak 10 tahun jualan lampu botol di Jalan Hang Tuah.

“Awalnya buat sendiri di depan rumah. Namun, karena kecintaannya suami saya terhadap budaya Melayu maka ia pun berinisiatif untuk membuat lampu sampai sekitar masjid dekat rumah. Hingga tiga tahun berlangsung, mencoba untuk menjual lampu botol. Dan Alhamdulillah ada yang beli,” jelasnya.

Baca Juga:  Meterisasi PJU, Pemko Pekanbaru Hemat Rp1 Miliar per Bulan

Lebih lanjut, ia dan suami beserta anak-anaknya membuat lampu botol di 13 hari menjelang hari raya. Katanya, untuk tahun ini membuat sekitar 500 lampu botol.

Kemudian, untuk bahan-bahan yaitu botol minuman energi, tutup alma, tutup benen, pipa antena, dan aluminium serta sumbu dari goni lama. “Bahan-bahannya seperti botol dan tutup alma didapat dari warga Jalan Badak ujung. Sementara untuk tutup benen dari bengkel sendiri. Dan aluminium serta antena beli di tempat yang menjajakan barang tersebut,” ucapnya kemarin.

Cara membuatnya pun cukup mudah. Katanya,  botol-botol dibersihkan terlebih dahulu dengan sabun, supaya bersih dan mengkilat. Lalu, antena dipotong, untuk penyaluran sumbu dari goni, begitu juga dengan tutup benen. Sementara aluminium dipotong dan dirapikan untuk penutup botol.

Baca Juga:  Polda Riau Akan Berkoordinasi dengan Interpol

Dengan demikian, terdapat tiga jenis kelas untuk lampu botol. Kelas pertama menggunakan tutup alma dan benen dibanderol Rp5 ribu per botol. Kedua, menggunakan tutup alma dan pakai pipa antena Rp4 ribu dan ketiga, tutupnya menggunakan aluminium biasa  Rp3 ribu.

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari