Senin, 22 April 2024

Stok di Riau Aman

Harga Beras Naik hingga Rp2.500 per Kg

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga beras di Kota Pekanbaru naik lagi. Masyarakat pun kesulitan mendapatkan beras premium hingga medium. Kenaikan ini ditengarai karena pasokan yang dijual kepada para pedagang dibatasi sehingga stok terbatas.

Pantauan Riau Pos di sejumlah agen penjualan beras di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tuah Madani dan Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya, Kamis (22/2), sejumlah pedagang beras mulai menaikkan harga jualnya kepada masyarakat, rata-rata sebesar Rp1.000 hingga Rp2.500 per kilogram atau Rp25.000 per kemasan 10 kg.

- Advertisement -

Sebelumnya harga beras mudik hanya berkisar Rp120.000 per kemasan 10 kg, kini naik menjadi Rp145.000 per kemasan 10 kg. Beras belida juga masih cukup tinggi menjadi Rp302.000 per kemasan 20 kg dari sebelumnya hanya Rp298.000 per kemasan 20 kg.

Beras anak daro juga mengalami kenaikan Rp170.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya hanya Rp160.000 kemasan 10 kg. Beras SPHP juga ikut dijual mahal dari harga eceran tertinggi hanya berkisar Rp57.500 per kemasan 5 kg kini menjadi Rp70.000 per 5 kg, beras solok super juga dijual Rp180.000 per kemasan 10 kg dari harga sebelumnya Rp170.000 per kemasan 10 kg.

Salah seorang pedagang beras di Jalan Purwodadi, Syaiful Islam mengaku harga beras saat ini naik rata-rata Rp1.500 per kilogram (kg). ‘’Hari ini (kemarin, red) rata-rata saya jual beras merek anak daro Rp18.500 per kilogram. Sebelumnya hanya Rp17.000 per kilogram. Rata-rata naik Rp1.500 per kg,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Syaiful mengatakan kenaikan harga ini kemungkinan besar disebabkan musim hujan dan banyak petani beras yang mengalami gagal panen. ‘’Harga beras terus naik. Bisa saja jelang Ramadan akan naik terus. Tapi harapan kita kalau bisa turun,’’ ujarnya.

Sementara itu, pedagang beras lainnya di Jalan Cipta Karya, Rudi, mengaku harga beras sudah naik Rp5.000 sampai Rp10.000 per kemasan 10 kg selama beberapa hari terakhir. Ia mengaku harga modal yang diberikan oleh para distributor mengalami kenaikan sehingga para pedagang harus menyesuaikan beras.

Di tempatnya, harga beras standar seperti beras pandan wangi dijualnya Rp165.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya dijual Rp160.000 per kemasan 10 kg, beras anak daro Rp170.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya Rp160.000 per kemasan 10 kg, dan beras anak daro super Rp180.000 per kemasan 10 kg dari Rp170.000 per kemasan 10 kg.

Meksipun omzet penjualan beras berkurang lantaran banyak masyarakat yang mengurangi jumlah pembelian, namun ia memprediksi jelang Ramadan beberapa pekan lagi, harga beras premium akan kembali tinggi lantaran harga dari tingkat distributor ke pedagang juga mengalami kenaikan.

Baca Juga:  Ayah Cabuli Anak Tiri sejak Tahun 2016

“Semuanya sudah naik per hari ini (kemarin, red). Kalau alasannya kenapa naik itu tidak tahu juga, memang dari distributornya menaikkan harga, tentu kami ikut naikkan juga,” tuturnya.

Hal sama juga terjadi di salah satu kios penjual beras di Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukit Raya. Di kios beras milik Rahmat ini harga jual untuk harga beras merek anak daro solok kemasan 10 kg berkisar Rp170.000 dari sebelumnya sempat turun di harga Rp165.000, untuk beras anak daro tiga raja Rp175.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya Rp170.000, beras anak daro dari Rp165.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp175.000, beras sokan Rp170.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp180.000, beras kuria kusui Rp170.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp180.000, beras pandan wangi Rp180.000 per kemasan 10 kg, beras belida yang sempat turun Rp60.000 per kemasan 10 kg, naik menjadi Rp165.000, beras topi koki Rp160.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp168.000, dan beras anak daro jasa bunda Rp170.000 per kemasan 10 kg kini naik menjadi Rp180.000.

Ia mengaku kenaikan terjadi lantaran pasokan beras yang dijual kepada para pedagang dibatasi, sehingga stok terbatas dan menyebabkan kenaikan harga. Meksipun begitu, dirinya mengaku tidak mengetahui pasti sampai kapan harga beras ini akan kembali bertengger di harga tertingginya.

Rahmat berharap harga beras dapat kembali normal sehingga pedagang dan masyarakat tidak perlu mengurangi stok penjualan dan bisa mendapatkan untung yang sesuai. “Sekarang ini modal mahal, untung sedikit. Karena kalau kami naikan harganya terlalu tinggi banyak pula langganan yang lari. Jadi mau tidak maulah, untung yang kami terima sedikit saja,” tuturnya

Sementara itu, salah seorang warga Jalan Cipta Karya Kecamatan Tuah Madani, Eni, mengaku kaget dengan harga beras yang saat ini cukup mahal dari harga sebelumnya. Ia mengaku beberapa pekan lalu baru membeli beras anak daro solok di harga Rp170.000 per kemasan 10 kg, kini sudah naik menjadi Rp180.000.

“Tak ada harga yang murah. Setelah pemilu ini semuanya mahal, baik dari beras sampai cabai dan kebutuhan pokok lainnya. Semoga saja jelang Ramadan nanti harga kebutuhan pokok bisa stabil sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau,” harapnya

Sementara itu, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Riau, menyebutkan ketersediaan beras jenis premium di Riau masih dalam kondisi aman. Meskipun memang saat ini di pasaran beras jenis premium mengalami kenaikan harga.

Baca Juga:  Persoalan Banjir Belum Ada Solusi

Kepala Disperindagkop UKM Riau Taufiq OH melalui Kepala Bidang Perdagangan Tetty Nurdianti mengatakan, meskipun terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan, ketersediaan beras premium di Riau masih dapat dipertahankan. Pihaknya juga memastikan ketersediaan beras premium masih aman di tengah isu kelangkaan.

“Sejauh ini belum ada gejolak terkait isu kelangkaan dan kenaikan harga beras premium di Riau,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk harga beras premium, memang mengikuti perkembangan harga pasar meski ada Harga Eceran Tertinggi (HET). Berbeda dengan beras Bulog dan medium yang berada di bawah pengawasan pemerintah. Namun, Tety menegaskan bahwa langkah koordinasi tetap berjalan, terutama kepada pihak distributor sebagai pemasok beras kualitas premium. “Kalau beras jenis premium memang harganya mengikuti HET, berbeda dengan beras Bulog,” ujarnya.

Hingga saat ini, ketersediaan beras premium di Riau masih dalam kondisi yang memadai. Laporan dari distributor juga memberikan informasi bahwa stok beras premium di tingkat distribusi masih aman. Dia menambahkan, langkah-langkah preventif dan kontrol yang dilakukan oleh pemerintah setempat memberikan keyakinan bahwa situasi ini dapat diatasi tanpa mengancam pasokan beras premium ke masyarakat.

“Kami terus memantau, untuk distribusinya sejauh ini tak ada laporan kendala yang kami terima. Artinya pihak distributor masih bisa memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok aman,” sebutnya.

Sementara itu, Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau memastikan stok beras di Riau aman hingga beberapa bulan ke depan. Termasuk saat menyambut Bulan Ramadan 2024 ini.

“Stok beras kita aman sampai Ramadan nanti, jadi masyarakat tak perlu khawatir,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Riau dan Kepri, Maidana Aulia Siregar.

Maidana mengatakan, saat ini jumlah stok beras di Bulog Riau masih ada 21 ribu ton. Stok ini diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan beras di Riau sampai Juni mendatang. “Kalau kita rasa kurang mencukupi, maka nanti akan ada penambahan,” katanya.

Maidana, mengungkapkan dalam waktu dekat juga akan ada beras yang masuk ke Riau. “Kemudian nanti akan kita minta lagi, kalau tidak dari DKI atau Sumatera Utara,” katanya.

Sementara untuk penyaluran bantuan pangan, sebelumnya sudah disalurkan untuk alokasi Januari dan Februari 2024. Kemudian untuk menjaga stabilitas harga pangan, Bulog terus menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) yang dari Januari hingga kini sudah mencapai 7.975 ton.

“Kita juga menggelar pasar murah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dengan Dinas Ketahanan Pangan di kabupaten kota,” sebutnya.(das)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI dan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga beras di Kota Pekanbaru naik lagi. Masyarakat pun kesulitan mendapatkan beras premium hingga medium. Kenaikan ini ditengarai karena pasokan yang dijual kepada para pedagang dibatasi sehingga stok terbatas.

Pantauan Riau Pos di sejumlah agen penjualan beras di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tuah Madani dan Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya, Kamis (22/2), sejumlah pedagang beras mulai menaikkan harga jualnya kepada masyarakat, rata-rata sebesar Rp1.000 hingga Rp2.500 per kilogram atau Rp25.000 per kemasan 10 kg.

Sebelumnya harga beras mudik hanya berkisar Rp120.000 per kemasan 10 kg, kini naik menjadi Rp145.000 per kemasan 10 kg. Beras belida juga masih cukup tinggi menjadi Rp302.000 per kemasan 20 kg dari sebelumnya hanya Rp298.000 per kemasan 20 kg.

Beras anak daro juga mengalami kenaikan Rp170.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya hanya Rp160.000 kemasan 10 kg. Beras SPHP juga ikut dijual mahal dari harga eceran tertinggi hanya berkisar Rp57.500 per kemasan 5 kg kini menjadi Rp70.000 per 5 kg, beras solok super juga dijual Rp180.000 per kemasan 10 kg dari harga sebelumnya Rp170.000 per kemasan 10 kg.

Salah seorang pedagang beras di Jalan Purwodadi, Syaiful Islam mengaku harga beras saat ini naik rata-rata Rp1.500 per kilogram (kg). ‘’Hari ini (kemarin, red) rata-rata saya jual beras merek anak daro Rp18.500 per kilogram. Sebelumnya hanya Rp17.000 per kilogram. Rata-rata naik Rp1.500 per kg,’’ ujarnya.

Syaiful mengatakan kenaikan harga ini kemungkinan besar disebabkan musim hujan dan banyak petani beras yang mengalami gagal panen. ‘’Harga beras terus naik. Bisa saja jelang Ramadan akan naik terus. Tapi harapan kita kalau bisa turun,’’ ujarnya.

Sementara itu, pedagang beras lainnya di Jalan Cipta Karya, Rudi, mengaku harga beras sudah naik Rp5.000 sampai Rp10.000 per kemasan 10 kg selama beberapa hari terakhir. Ia mengaku harga modal yang diberikan oleh para distributor mengalami kenaikan sehingga para pedagang harus menyesuaikan beras.

Di tempatnya, harga beras standar seperti beras pandan wangi dijualnya Rp165.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya dijual Rp160.000 per kemasan 10 kg, beras anak daro Rp170.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya Rp160.000 per kemasan 10 kg, dan beras anak daro super Rp180.000 per kemasan 10 kg dari Rp170.000 per kemasan 10 kg.

Meksipun omzet penjualan beras berkurang lantaran banyak masyarakat yang mengurangi jumlah pembelian, namun ia memprediksi jelang Ramadan beberapa pekan lagi, harga beras premium akan kembali tinggi lantaran harga dari tingkat distributor ke pedagang juga mengalami kenaikan.

Baca Juga:  Demokrat Pekanbaru Dirikan Rumah Tahfiz

“Semuanya sudah naik per hari ini (kemarin, red). Kalau alasannya kenapa naik itu tidak tahu juga, memang dari distributornya menaikkan harga, tentu kami ikut naikkan juga,” tuturnya.

Hal sama juga terjadi di salah satu kios penjual beras di Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukit Raya. Di kios beras milik Rahmat ini harga jual untuk harga beras merek anak daro solok kemasan 10 kg berkisar Rp170.000 dari sebelumnya sempat turun di harga Rp165.000, untuk beras anak daro tiga raja Rp175.000 per kemasan 10 kg dari sebelumnya Rp170.000, beras anak daro dari Rp165.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp175.000, beras sokan Rp170.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp180.000, beras kuria kusui Rp170.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp180.000, beras pandan wangi Rp180.000 per kemasan 10 kg, beras belida yang sempat turun Rp60.000 per kemasan 10 kg, naik menjadi Rp165.000, beras topi koki Rp160.000 per kemasan 10 kg naik menjadi Rp168.000, dan beras anak daro jasa bunda Rp170.000 per kemasan 10 kg kini naik menjadi Rp180.000.

Ia mengaku kenaikan terjadi lantaran pasokan beras yang dijual kepada para pedagang dibatasi, sehingga stok terbatas dan menyebabkan kenaikan harga. Meksipun begitu, dirinya mengaku tidak mengetahui pasti sampai kapan harga beras ini akan kembali bertengger di harga tertingginya.

Rahmat berharap harga beras dapat kembali normal sehingga pedagang dan masyarakat tidak perlu mengurangi stok penjualan dan bisa mendapatkan untung yang sesuai. “Sekarang ini modal mahal, untung sedikit. Karena kalau kami naikan harganya terlalu tinggi banyak pula langganan yang lari. Jadi mau tidak maulah, untung yang kami terima sedikit saja,” tuturnya

Sementara itu, salah seorang warga Jalan Cipta Karya Kecamatan Tuah Madani, Eni, mengaku kaget dengan harga beras yang saat ini cukup mahal dari harga sebelumnya. Ia mengaku beberapa pekan lalu baru membeli beras anak daro solok di harga Rp170.000 per kemasan 10 kg, kini sudah naik menjadi Rp180.000.

“Tak ada harga yang murah. Setelah pemilu ini semuanya mahal, baik dari beras sampai cabai dan kebutuhan pokok lainnya. Semoga saja jelang Ramadan nanti harga kebutuhan pokok bisa stabil sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau,” harapnya

Sementara itu, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Riau, menyebutkan ketersediaan beras jenis premium di Riau masih dalam kondisi aman. Meskipun memang saat ini di pasaran beras jenis premium mengalami kenaikan harga.

Baca Juga:  Meninggal, Ahli Waris Petugas KPPS Dapat Asuransi

Kepala Disperindagkop UKM Riau Taufiq OH melalui Kepala Bidang Perdagangan Tetty Nurdianti mengatakan, meskipun terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan, ketersediaan beras premium di Riau masih dapat dipertahankan. Pihaknya juga memastikan ketersediaan beras premium masih aman di tengah isu kelangkaan.

“Sejauh ini belum ada gejolak terkait isu kelangkaan dan kenaikan harga beras premium di Riau,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk harga beras premium, memang mengikuti perkembangan harga pasar meski ada Harga Eceran Tertinggi (HET). Berbeda dengan beras Bulog dan medium yang berada di bawah pengawasan pemerintah. Namun, Tety menegaskan bahwa langkah koordinasi tetap berjalan, terutama kepada pihak distributor sebagai pemasok beras kualitas premium. “Kalau beras jenis premium memang harganya mengikuti HET, berbeda dengan beras Bulog,” ujarnya.

Hingga saat ini, ketersediaan beras premium di Riau masih dalam kondisi yang memadai. Laporan dari distributor juga memberikan informasi bahwa stok beras premium di tingkat distribusi masih aman. Dia menambahkan, langkah-langkah preventif dan kontrol yang dilakukan oleh pemerintah setempat memberikan keyakinan bahwa situasi ini dapat diatasi tanpa mengancam pasokan beras premium ke masyarakat.

“Kami terus memantau, untuk distribusinya sejauh ini tak ada laporan kendala yang kami terima. Artinya pihak distributor masih bisa memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok aman,” sebutnya.

Sementara itu, Perum Bulog Riau dan Kepulauan Riau memastikan stok beras di Riau aman hingga beberapa bulan ke depan. Termasuk saat menyambut Bulan Ramadan 2024 ini.

“Stok beras kita aman sampai Ramadan nanti, jadi masyarakat tak perlu khawatir,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Riau dan Kepri, Maidana Aulia Siregar.

Maidana mengatakan, saat ini jumlah stok beras di Bulog Riau masih ada 21 ribu ton. Stok ini diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan beras di Riau sampai Juni mendatang. “Kalau kita rasa kurang mencukupi, maka nanti akan ada penambahan,” katanya.

Maidana, mengungkapkan dalam waktu dekat juga akan ada beras yang masuk ke Riau. “Kemudian nanti akan kita minta lagi, kalau tidak dari DKI atau Sumatera Utara,” katanya.

Sementara untuk penyaluran bantuan pangan, sebelumnya sudah disalurkan untuk alokasi Januari dan Februari 2024. Kemudian untuk menjaga stabilitas harga pangan, Bulog terus menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) yang dari Januari hingga kini sudah mencapai 7.975 ton.

“Kita juga menggelar pasar murah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dengan Dinas Ketahanan Pangan di kabupaten kota,” sebutnya.(das)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI dan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari