Jumat, 20 Februari 2026
- Advertisement -

Ramadan di Balik Jeruji, Napi Salat Berjamaah di Samping Kepala Lapas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Ratusan narapidana tampak memadati masjid untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Tidak seperti malam biasanya, sekitar seratusan jemaah yang merupakan warga binaan memenuhi masjid yang berada di tengah lingkungan lapas tersebut. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kesungguhan.

Bagi para napi, Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah. Kegiatan ini menjadi penyejuk hati selama menjalani Ramadan di balik jeruji. Banyak di antara mereka tampak ingin berlama-lama berada di masjid sebelum kembali ke sel.

Pelaksanaan ibadah tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan. Karena itu, para warga binaan mengikuti kegiatan dengan serius tanpa sikap main-main. Kekhusyukan terlihat dari raut wajah yang tenang saat mereka bersujud dan berdoa.

Baca Juga:  Melawan, Pelaku Begal Motor Didor

Para napi salat berjamaah berdekatan dengan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Ia bersama jajaran petugas berbaur dalam satu saf bersama warga binaan.

Yuniarto mengatakan, kehadiran pimpinan dan petugas lapas dalam salat berjamaah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan. Momentum ini juga diharapkan mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Menurutnya, pelaksanaan salat Tarawih berjamaah merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar lebih baik, khususnya dalam meningkatkan kualitas spiritual selama masa pembinaan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan kerohanian agar warga binaan dapat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih dari itu, bagi mereka, Tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi penyejuk hati di tengah menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Aipkind Korwil Riau-IBI Pekanbaru Gelar Seminar Kesehatan

Pelaksanaan salat Tarawih berlangsung aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan petugas. Selama Ramadan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga menyiapkan berbagai program keagamaan lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, serta pembinaan rohani secara rutin.

Namun demikian, tidak seluruh warga binaan dapat mengikuti ibadah malam Ramadan di masjid setiap hari. Jumlah jemaah dibatasi sesuai kapasitas masjid dan kebutuhan pengamanan.

Melalui kegiatan tersebut, Yuniarto berharap warga binaan dapat menjalani Ramadan dengan penuh makna dan menjadikannya sebagai titik awal perubahan positif dalam kehidupan mereka ke depan.(gem)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Ratusan narapidana tampak memadati masjid untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Tidak seperti malam biasanya, sekitar seratusan jemaah yang merupakan warga binaan memenuhi masjid yang berada di tengah lingkungan lapas tersebut. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kesungguhan.

Bagi para napi, Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah. Kegiatan ini menjadi penyejuk hati selama menjalani Ramadan di balik jeruji. Banyak di antara mereka tampak ingin berlama-lama berada di masjid sebelum kembali ke sel.

Pelaksanaan ibadah tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan. Karena itu, para warga binaan mengikuti kegiatan dengan serius tanpa sikap main-main. Kekhusyukan terlihat dari raut wajah yang tenang saat mereka bersujud dan berdoa.

Baca Juga:  Terungkap! Sabu Disembunyikan di Pembalut, Dua Napi Perempuan Pekanbaru Diamankan

Para napi salat berjamaah berdekatan dengan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Ia bersama jajaran petugas berbaur dalam satu saf bersama warga binaan.

- Advertisement -

Yuniarto mengatakan, kehadiran pimpinan dan petugas lapas dalam salat berjamaah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan. Momentum ini juga diharapkan mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Menurutnya, pelaksanaan salat Tarawih berjamaah merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar lebih baik, khususnya dalam meningkatkan kualitas spiritual selama masa pembinaan.

- Advertisement -

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan kerohanian agar warga binaan dapat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih dari itu, bagi mereka, Tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi penyejuk hati di tengah menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ramadan 2026, Jam Belajar SD dan SMP di Kampar Dipersingkat

Pelaksanaan salat Tarawih berlangsung aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan petugas. Selama Ramadan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga menyiapkan berbagai program keagamaan lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, serta pembinaan rohani secara rutin.

Namun demikian, tidak seluruh warga binaan dapat mengikuti ibadah malam Ramadan di masjid setiap hari. Jumlah jemaah dibatasi sesuai kapasitas masjid dan kebutuhan pengamanan.

Melalui kegiatan tersebut, Yuniarto berharap warga binaan dapat menjalani Ramadan dengan penuh makna dan menjadikannya sebagai titik awal perubahan positif dalam kehidupan mereka ke depan.(gem)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid At-Taubah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Ratusan narapidana tampak memadati masjid untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Tidak seperti malam biasanya, sekitar seratusan jemaah yang merupakan warga binaan memenuhi masjid yang berada di tengah lingkungan lapas tersebut. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kesungguhan.

Bagi para napi, Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah. Kegiatan ini menjadi penyejuk hati selama menjalani Ramadan di balik jeruji. Banyak di antara mereka tampak ingin berlama-lama berada di masjid sebelum kembali ke sel.

Pelaksanaan ibadah tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan. Karena itu, para warga binaan mengikuti kegiatan dengan serius tanpa sikap main-main. Kekhusyukan terlihat dari raut wajah yang tenang saat mereka bersujud dan berdoa.

Baca Juga:  Kembali Anggarkan Rp100 Juta Perkecamatan

Para napi salat berjamaah berdekatan dengan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Ia bersama jajaran petugas berbaur dalam satu saf bersama warga binaan.

Yuniarto mengatakan, kehadiran pimpinan dan petugas lapas dalam salat berjamaah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan. Momentum ini juga diharapkan mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Menurutnya, pelaksanaan salat Tarawih berjamaah merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar lebih baik, khususnya dalam meningkatkan kualitas spiritual selama masa pembinaan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan kerohanian agar warga binaan dapat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih dari itu, bagi mereka, Tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi penyejuk hati di tengah menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan 1447 H, Potang Bolimau Digelar di Pasirpengaraian

Pelaksanaan salat Tarawih berlangsung aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan petugas. Selama Ramadan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga menyiapkan berbagai program keagamaan lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, serta pembinaan rohani secara rutin.

Namun demikian, tidak seluruh warga binaan dapat mengikuti ibadah malam Ramadan di masjid setiap hari. Jumlah jemaah dibatasi sesuai kapasitas masjid dan kebutuhan pengamanan.

Melalui kegiatan tersebut, Yuniarto berharap warga binaan dapat menjalani Ramadan dengan penuh makna dan menjadikannya sebagai titik awal perubahan positif dalam kehidupan mereka ke depan.(gem)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari