Minggu, 6 April 2025
spot_img

Tingkatkan Patroli Antisipasi Tawuran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah foto dan video beredar luas di grup WhatsApp (WA) dan sosial media pascatawuran antar dua kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kamis  (16/5) malam. Namun, foto dan video korban luka  parah diduga akibat senjata tajam (sajam) tidak benar atau hoaks.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menegaskan, tiga foto dan satu video yang beredar di tengah masyarakat bukan korban peristiwa tawuran antara pemuda Pesisir dan Pemuda Bomlama. Foto dan video itu, katanya, kejadian kerusuhan maupun bentrok di daerah lain.

“Itu (foto dan video, red) bukan korban tawuran di Pekanbaru. Foto dan video itu hoaks,” ungkap Sunarto kepada Riau Pos, Jumat (17/5).

Baca Juga:  Parkir Rp1.000 di Pasar Tradisional Pekanbaru Tak Diterapkan

Adapun foto korban tawuran hoaks dimaksud, ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara itu, pertama foto seorang remaja yang tengah terbaring di tempat tidur dengan kondisi pergelangan tangan putus dan tangan kiri luka sajam. Lalu, foto seorang pria bersimbah darah dengan luka robek di bagian kening, pelipis mata kanan dan kiri akibat sajam. Korban tampak dipasangi alat bantu pernapasan dan di foto terdapat tulisan ‘salah satu korban gangstar’.

“Foto seorang pria yang mengalami luka para pada bagian kelopak mata kiri hingga pelipis, serta di kening terdapat perban dilumuri darah. Itu semua foto yang beredar hoaks,” jelasnya.(rir/ali)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Baca Juga:  Marcelina Lim, Wakili Riau di Kancah Internasional

Editor: Eko Faizin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah foto dan video beredar luas di grup WhatsApp (WA) dan sosial media pascatawuran antar dua kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kamis  (16/5) malam. Namun, foto dan video korban luka  parah diduga akibat senjata tajam (sajam) tidak benar atau hoaks.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menegaskan, tiga foto dan satu video yang beredar di tengah masyarakat bukan korban peristiwa tawuran antara pemuda Pesisir dan Pemuda Bomlama. Foto dan video itu, katanya, kejadian kerusuhan maupun bentrok di daerah lain.

“Itu (foto dan video, red) bukan korban tawuran di Pekanbaru. Foto dan video itu hoaks,” ungkap Sunarto kepada Riau Pos, Jumat (17/5).

Baca Juga:  Hari Ini, Unri Kukuhkan Dua Guru Besar

Adapun foto korban tawuran hoaks dimaksud, ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara itu, pertama foto seorang remaja yang tengah terbaring di tempat tidur dengan kondisi pergelangan tangan putus dan tangan kiri luka sajam. Lalu, foto seorang pria bersimbah darah dengan luka robek di bagian kening, pelipis mata kanan dan kiri akibat sajam. Korban tampak dipasangi alat bantu pernapasan dan di foto terdapat tulisan ‘salah satu korban gangstar’.

“Foto seorang pria yang mengalami luka para pada bagian kelopak mata kiri hingga pelipis, serta di kening terdapat perban dilumuri darah. Itu semua foto yang beredar hoaks,” jelasnya.(rir/ali)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Baca Juga:  Parkir Rp1.000 di Pasar Tradisional Pekanbaru Tak Diterapkan

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Tingkatkan Patroli Antisipasi Tawuran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah foto dan video beredar luas di grup WhatsApp (WA) dan sosial media pascatawuran antar dua kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kamis  (16/5) malam. Namun, foto dan video korban luka  parah diduga akibat senjata tajam (sajam) tidak benar atau hoaks.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menegaskan, tiga foto dan satu video yang beredar di tengah masyarakat bukan korban peristiwa tawuran antara pemuda Pesisir dan Pemuda Bomlama. Foto dan video itu, katanya, kejadian kerusuhan maupun bentrok di daerah lain.

“Itu (foto dan video, red) bukan korban tawuran di Pekanbaru. Foto dan video itu hoaks,” ungkap Sunarto kepada Riau Pos, Jumat (17/5).

Baca Juga:  Marcelina Lim, Wakili Riau di Kancah Internasional

Adapun foto korban tawuran hoaks dimaksud, ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara itu, pertama foto seorang remaja yang tengah terbaring di tempat tidur dengan kondisi pergelangan tangan putus dan tangan kiri luka sajam. Lalu, foto seorang pria bersimbah darah dengan luka robek di bagian kening, pelipis mata kanan dan kiri akibat sajam. Korban tampak dipasangi alat bantu pernapasan dan di foto terdapat tulisan ‘salah satu korban gangstar’.

“Foto seorang pria yang mengalami luka para pada bagian kelopak mata kiri hingga pelipis, serta di kening terdapat perban dilumuri darah. Itu semua foto yang beredar hoaks,” jelasnya.(rir/ali)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Baca Juga:  Awal Tahun, Realisasi PAD Pajak Tembus Rp115 Miliar

Editor: Eko Faizin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah foto dan video beredar luas di grup WhatsApp (WA) dan sosial media pascatawuran antar dua kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kamis  (16/5) malam. Namun, foto dan video korban luka  parah diduga akibat senjata tajam (sajam) tidak benar atau hoaks.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menegaskan, tiga foto dan satu video yang beredar di tengah masyarakat bukan korban peristiwa tawuran antara pemuda Pesisir dan Pemuda Bomlama. Foto dan video itu, katanya, kejadian kerusuhan maupun bentrok di daerah lain.

“Itu (foto dan video, red) bukan korban tawuran di Pekanbaru. Foto dan video itu hoaks,” ungkap Sunarto kepada Riau Pos, Jumat (17/5).

Baca Juga:  Pelaku Pencurian di Resto Peterseli Diringkus Polisi

Adapun foto korban tawuran hoaks dimaksud, ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara itu, pertama foto seorang remaja yang tengah terbaring di tempat tidur dengan kondisi pergelangan tangan putus dan tangan kiri luka sajam. Lalu, foto seorang pria bersimbah darah dengan luka robek di bagian kening, pelipis mata kanan dan kiri akibat sajam. Korban tampak dipasangi alat bantu pernapasan dan di foto terdapat tulisan ‘salah satu korban gangstar’.

“Foto seorang pria yang mengalami luka para pada bagian kelopak mata kiri hingga pelipis, serta di kening terdapat perban dilumuri darah. Itu semua foto yang beredar hoaks,” jelasnya.(rir/ali)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Baca Juga:  Polda Tinjau Ketahanan Pangan Gagasan Polresta

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari