Kamis, 13 Agustus 2026
- Advertisement -

Bersikukuh Gelar Aksi sampai Tuntutan Terealisasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mengadakan audiensi dengan pimpinan universitas, Senin (6/7). Mahasiswa menuntut agar pimpinan (Rektor) UIN Suska Riau menjelaskan transparansi dana kampus. Koordinator aksi Dewi Sari meminta agar pimpinan UIN Suska Riau menunjukkan data yang valid terkait dana kampus. Namun saat melakukan audensi, rektor tidak menjawab dan memilih menutup forum diskusi.

"Forum dibuka atas dasar kesepakatan bersama, segala keinginan pimpian kami turuti, bahkan moderator diambil alih mutlak oleh pimpinan UIN kami turuti. Namun kenapa rektor menutup forum secara sepihak? Yang lebih unik lagi ada banyak pim­pinan kampus yang hadir mulai dari para wakil rektor, kabiro, kabag-kabag, dekan, wakil dekan bahkan ketua jurusan. Namun saat audiensi berjalan para pimpinan yang saya sebutkan tidak bersuara sedikit pun. Lalu, apa fungsi mereka di situ?" ujar Dewi Sari.

Dijelaskannya, forum sempat memanas karena keotoriteran pimpinan memberikan batas waktu bicara mahasiswa dan penjelasan pimpinan pun berbelit-belit dan tidak ditemukan titik terang serta inti yang beliau sampaikan di dalam forum.

"Kami mahasiswa tetap bersikukuh menggelar aksi di gedung rektorat sampai benar-benar tuntas dan terealisasikan segala tuntutan kami," terangnya.

Baca Juga:  25 Lakalantas Libatkan Truk

M Alhafiz yang juga  selaku koordinator lapangan menambahkan, dalam audensi tersebut rektor menolak tuntutan kami tentang pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 15 persen secara menyeluruh.

"Dalam audensi tersebut rektor juga tidak bisa menjelaskan keseluruhan ke mana alokasi UKT. Untuk itu, kami tetap melakukan aksi sampai tuntutan kami direalisasikan.  Selain itu kami menilai selaku rektor juga terkesan egois dalam mengambil keputusan secara sepihak saat dialog di aula lantai 5 rektorat UIN Suska Riau," pungkasnya.

Sementara itu, rektor UIN Suska Riau, Prof Dr H Akhmad Mujahidin yang memimpin audensi mengabsen masing-masing nama mahasiswa yang ikut dalam audensi dan mempertanyakan masing-masing mahasiswa yang mengajukan keringanan pembayaran UKT.

"Artinya dalam pelaksanaan audensi ini adalah murni mahaiswa yang menyampaikan aspirasinya," ungkap Akhmad Mujahidin dalam audensi tersebut.

Sebelumnya, mahasiswa UIN Suska Riau melakukan aksi nge-camp di lantai 4 gedung rektorat untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa berkaitan dengan meminta penurunan UKT mahasiswa yang terdampak Covid-19 serta adanya praktik sistem kuliah online yang tidak ada SOP.  

M Alhafiz selaku koordinator lapangan menyampaikan aksi tersebut berlandaskan keresahan bersama mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Pak Ogah Masih Marak Beraksi di Beberapa Ruas Jalan di Pekanbaru

"Maka kami meminta keringanan atau diskon UKT secara menyeluruh. Rasionalnya kami mahasiswa membayar UKT, tapi kami tidak merasakan fasilitas kampus dikarenakan kuliah sistem online. Bahkan kami harus mengorek kantong untuk membeli kuota internet demi nilai masa depan, maka timbullah pertanyaan, ke mana dana UKT yang kami bayar. Sampai saat ini kami tidak pernah menerima jawaban yang memuaskan dari Rektor UIN Suska Riau," jelasnya.

"Kami tetap berpegang teguh dengan komitmen yang kami bangun, aksi ini akan terus berjalan sampai tuntutan kami direalisasikan. Kami tidak terima negosiasi dengan pihak birokrat," kata Azam yang juga kordinator lapangan.

Kemudian ditambahkan Fauzi, setelah beberapa hari melakukan aksi sempat terjadi bentrok antara sekuriti dengan mahasiswa karena ada paksaan dari pihak keamanan untuk membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi.

"Malam itu ada beberapa sekuriti mengahampiri kami untuk membubarkan paksa aksi, tapi kami tidak diam seribu bahasa, karena kami menuntut kewjiban yang mana aloksi pembayaran UKT tidak kami dapatkan dan pengurangan UKT dan apapun risikonya kami tetap mempertahankan hak kami," tegas Fauzi.(dof)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mengadakan audiensi dengan pimpinan universitas, Senin (6/7). Mahasiswa menuntut agar pimpinan (Rektor) UIN Suska Riau menjelaskan transparansi dana kampus. Koordinator aksi Dewi Sari meminta agar pimpinan UIN Suska Riau menunjukkan data yang valid terkait dana kampus. Namun saat melakukan audensi, rektor tidak menjawab dan memilih menutup forum diskusi.

"Forum dibuka atas dasar kesepakatan bersama, segala keinginan pimpian kami turuti, bahkan moderator diambil alih mutlak oleh pimpinan UIN kami turuti. Namun kenapa rektor menutup forum secara sepihak? Yang lebih unik lagi ada banyak pim­pinan kampus yang hadir mulai dari para wakil rektor, kabiro, kabag-kabag, dekan, wakil dekan bahkan ketua jurusan. Namun saat audiensi berjalan para pimpinan yang saya sebutkan tidak bersuara sedikit pun. Lalu, apa fungsi mereka di situ?" ujar Dewi Sari.

Dijelaskannya, forum sempat memanas karena keotoriteran pimpinan memberikan batas waktu bicara mahasiswa dan penjelasan pimpinan pun berbelit-belit dan tidak ditemukan titik terang serta inti yang beliau sampaikan di dalam forum.

"Kami mahasiswa tetap bersikukuh menggelar aksi di gedung rektorat sampai benar-benar tuntas dan terealisasikan segala tuntutan kami," terangnya.

Baca Juga:  Pusyanra Lancang Kuning Gelar Baksos Pelayanan KB

M Alhafiz yang juga  selaku koordinator lapangan menambahkan, dalam audensi tersebut rektor menolak tuntutan kami tentang pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 15 persen secara menyeluruh.

- Advertisement -

"Dalam audensi tersebut rektor juga tidak bisa menjelaskan keseluruhan ke mana alokasi UKT. Untuk itu, kami tetap melakukan aksi sampai tuntutan kami direalisasikan.  Selain itu kami menilai selaku rektor juga terkesan egois dalam mengambil keputusan secara sepihak saat dialog di aula lantai 5 rektorat UIN Suska Riau," pungkasnya.

Sementara itu, rektor UIN Suska Riau, Prof Dr H Akhmad Mujahidin yang memimpin audensi mengabsen masing-masing nama mahasiswa yang ikut dalam audensi dan mempertanyakan masing-masing mahasiswa yang mengajukan keringanan pembayaran UKT.

- Advertisement -

"Artinya dalam pelaksanaan audensi ini adalah murni mahaiswa yang menyampaikan aspirasinya," ungkap Akhmad Mujahidin dalam audensi tersebut.

Sebelumnya, mahasiswa UIN Suska Riau melakukan aksi nge-camp di lantai 4 gedung rektorat untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa berkaitan dengan meminta penurunan UKT mahasiswa yang terdampak Covid-19 serta adanya praktik sistem kuliah online yang tidak ada SOP.  

M Alhafiz selaku koordinator lapangan menyampaikan aksi tersebut berlandaskan keresahan bersama mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Kendaraan Berat Dilarang Melintas Dalam Kota

"Maka kami meminta keringanan atau diskon UKT secara menyeluruh. Rasionalnya kami mahasiswa membayar UKT, tapi kami tidak merasakan fasilitas kampus dikarenakan kuliah sistem online. Bahkan kami harus mengorek kantong untuk membeli kuota internet demi nilai masa depan, maka timbullah pertanyaan, ke mana dana UKT yang kami bayar. Sampai saat ini kami tidak pernah menerima jawaban yang memuaskan dari Rektor UIN Suska Riau," jelasnya.

"Kami tetap berpegang teguh dengan komitmen yang kami bangun, aksi ini akan terus berjalan sampai tuntutan kami direalisasikan. Kami tidak terima negosiasi dengan pihak birokrat," kata Azam yang juga kordinator lapangan.

Kemudian ditambahkan Fauzi, setelah beberapa hari melakukan aksi sempat terjadi bentrok antara sekuriti dengan mahasiswa karena ada paksaan dari pihak keamanan untuk membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi.

"Malam itu ada beberapa sekuriti mengahampiri kami untuk membubarkan paksa aksi, tapi kami tidak diam seribu bahasa, karena kami menuntut kewjiban yang mana aloksi pembayaran UKT tidak kami dapatkan dan pengurangan UKT dan apapun risikonya kami tetap mempertahankan hak kami," tegas Fauzi.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mengadakan audiensi dengan pimpinan universitas, Senin (6/7). Mahasiswa menuntut agar pimpinan (Rektor) UIN Suska Riau menjelaskan transparansi dana kampus. Koordinator aksi Dewi Sari meminta agar pimpinan UIN Suska Riau menunjukkan data yang valid terkait dana kampus. Namun saat melakukan audensi, rektor tidak menjawab dan memilih menutup forum diskusi.

"Forum dibuka atas dasar kesepakatan bersama, segala keinginan pimpian kami turuti, bahkan moderator diambil alih mutlak oleh pimpinan UIN kami turuti. Namun kenapa rektor menutup forum secara sepihak? Yang lebih unik lagi ada banyak pim­pinan kampus yang hadir mulai dari para wakil rektor, kabiro, kabag-kabag, dekan, wakil dekan bahkan ketua jurusan. Namun saat audiensi berjalan para pimpinan yang saya sebutkan tidak bersuara sedikit pun. Lalu, apa fungsi mereka di situ?" ujar Dewi Sari.

Dijelaskannya, forum sempat memanas karena keotoriteran pimpinan memberikan batas waktu bicara mahasiswa dan penjelasan pimpinan pun berbelit-belit dan tidak ditemukan titik terang serta inti yang beliau sampaikan di dalam forum.

"Kami mahasiswa tetap bersikukuh menggelar aksi di gedung rektorat sampai benar-benar tuntas dan terealisasikan segala tuntutan kami," terangnya.

Baca Juga:  25 Lakalantas Libatkan Truk

M Alhafiz yang juga  selaku koordinator lapangan menambahkan, dalam audensi tersebut rektor menolak tuntutan kami tentang pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 15 persen secara menyeluruh.

"Dalam audensi tersebut rektor juga tidak bisa menjelaskan keseluruhan ke mana alokasi UKT. Untuk itu, kami tetap melakukan aksi sampai tuntutan kami direalisasikan.  Selain itu kami menilai selaku rektor juga terkesan egois dalam mengambil keputusan secara sepihak saat dialog di aula lantai 5 rektorat UIN Suska Riau," pungkasnya.

Sementara itu, rektor UIN Suska Riau, Prof Dr H Akhmad Mujahidin yang memimpin audensi mengabsen masing-masing nama mahasiswa yang ikut dalam audensi dan mempertanyakan masing-masing mahasiswa yang mengajukan keringanan pembayaran UKT.

"Artinya dalam pelaksanaan audensi ini adalah murni mahaiswa yang menyampaikan aspirasinya," ungkap Akhmad Mujahidin dalam audensi tersebut.

Sebelumnya, mahasiswa UIN Suska Riau melakukan aksi nge-camp di lantai 4 gedung rektorat untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa berkaitan dengan meminta penurunan UKT mahasiswa yang terdampak Covid-19 serta adanya praktik sistem kuliah online yang tidak ada SOP.  

M Alhafiz selaku koordinator lapangan menyampaikan aksi tersebut berlandaskan keresahan bersama mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Pusyanra Lancang Kuning Gelar Baksos Pelayanan KB

"Maka kami meminta keringanan atau diskon UKT secara menyeluruh. Rasionalnya kami mahasiswa membayar UKT, tapi kami tidak merasakan fasilitas kampus dikarenakan kuliah sistem online. Bahkan kami harus mengorek kantong untuk membeli kuota internet demi nilai masa depan, maka timbullah pertanyaan, ke mana dana UKT yang kami bayar. Sampai saat ini kami tidak pernah menerima jawaban yang memuaskan dari Rektor UIN Suska Riau," jelasnya.

"Kami tetap berpegang teguh dengan komitmen yang kami bangun, aksi ini akan terus berjalan sampai tuntutan kami direalisasikan. Kami tidak terima negosiasi dengan pihak birokrat," kata Azam yang juga kordinator lapangan.

Kemudian ditambahkan Fauzi, setelah beberapa hari melakukan aksi sempat terjadi bentrok antara sekuriti dengan mahasiswa karena ada paksaan dari pihak keamanan untuk membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi.

"Malam itu ada beberapa sekuriti mengahampiri kami untuk membubarkan paksa aksi, tapi kami tidak diam seribu bahasa, karena kami menuntut kewjiban yang mana aloksi pembayaran UKT tidak kami dapatkan dan pengurangan UKT dan apapun risikonya kami tetap mempertahankan hak kami," tegas Fauzi.(dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari