Minggu, 15 Februari 2026
- Advertisement -

Yan Prana Jaya Geleng-Geleng Kepala hingga Keberatan

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Saat menjalani sidang perdana atas dugaan tindak korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (18/3/2021), Yan Prana Jaya terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya saat jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaannya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau nonaktif yang juga mantan Kepala Bappeda Siak tahun 2013-2015, Yan Prana Jaya Indra Rasyid tampak seperti sangat keberatan setiap kali JPU membacakan dakwaannya di hadapan majelis hakim.

Usai JPU membacakan dakwaannya, majelis hakim pun memberikan kesempatan kepada terdakwa Yan Prana Jaya. Ia pun menyampaikan keberatan atas apa yang didakwakan kepada dirinya. Pasalnya, Yan Prana dinilai telah merugikan keuangan negara atau merugikan perekonomian negara sebanyak Rp2.896.349.844.37.

Baca Juga:  PLN Paparkan Solusi Lonjakan Tagihan Listrik ke Wako Pekanbaru

"Apa yang disampaikan oleh JPU itu tidak benar, karena saya tahu persis kejadian yang sebenarnya terjadi," ujar Yan Prana Jaya dalam sidang yang berlangsung secara virtual tersebut.

Sehingga majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukum. Sidang diundur, Kamis (25/3/2021) mendatang. Selain itu, JPU juga minta agar menghadirkan secara langsung terdakwa Yan Prana Jaya dalam persidangan berikutnya.

Selengkapnya baca koran Riau Pos edisi terbit Jumat (19/3/2021).

Laporan: Dofi Iskandar
Editor: Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Saat menjalani sidang perdana atas dugaan tindak korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (18/3/2021), Yan Prana Jaya terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya saat jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaannya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau nonaktif yang juga mantan Kepala Bappeda Siak tahun 2013-2015, Yan Prana Jaya Indra Rasyid tampak seperti sangat keberatan setiap kali JPU membacakan dakwaannya di hadapan majelis hakim.

Usai JPU membacakan dakwaannya, majelis hakim pun memberikan kesempatan kepada terdakwa Yan Prana Jaya. Ia pun menyampaikan keberatan atas apa yang didakwakan kepada dirinya. Pasalnya, Yan Prana dinilai telah merugikan keuangan negara atau merugikan perekonomian negara sebanyak Rp2.896.349.844.37.

Baca Juga:  Lagi, PTPN V Raih Sertifikat Keberlanjutan Tingkat Internasional

"Apa yang disampaikan oleh JPU itu tidak benar, karena saya tahu persis kejadian yang sebenarnya terjadi," ujar Yan Prana Jaya dalam sidang yang berlangsung secara virtual tersebut.

Sehingga majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukum. Sidang diundur, Kamis (25/3/2021) mendatang. Selain itu, JPU juga minta agar menghadirkan secara langsung terdakwa Yan Prana Jaya dalam persidangan berikutnya.

- Advertisement -

Selengkapnya baca koran Riau Pos edisi terbit Jumat (19/3/2021).

Laporan: Dofi Iskandar
Editor: Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Saat menjalani sidang perdana atas dugaan tindak korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (18/3/2021), Yan Prana Jaya terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya saat jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaannya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau nonaktif yang juga mantan Kepala Bappeda Siak tahun 2013-2015, Yan Prana Jaya Indra Rasyid tampak seperti sangat keberatan setiap kali JPU membacakan dakwaannya di hadapan majelis hakim.

Usai JPU membacakan dakwaannya, majelis hakim pun memberikan kesempatan kepada terdakwa Yan Prana Jaya. Ia pun menyampaikan keberatan atas apa yang didakwakan kepada dirinya. Pasalnya, Yan Prana dinilai telah merugikan keuangan negara atau merugikan perekonomian negara sebanyak Rp2.896.349.844.37.

Baca Juga:  BNN Riau Apresiasi Dukungan PTPN V Berantas Narkoba

"Apa yang disampaikan oleh JPU itu tidak benar, karena saya tahu persis kejadian yang sebenarnya terjadi," ujar Yan Prana Jaya dalam sidang yang berlangsung secara virtual tersebut.

Sehingga majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukum. Sidang diundur, Kamis (25/3/2021) mendatang. Selain itu, JPU juga minta agar menghadirkan secara langsung terdakwa Yan Prana Jaya dalam persidangan berikutnya.

Selengkapnya baca koran Riau Pos edisi terbit Jumat (19/3/2021).

Laporan: Dofi Iskandar
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari