PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita di pasaran mendapat perhatian serius dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang berencana melakukan penelusuran langsung terkait distribusinya.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat, ketersediaan Minyakita semakin sulit ditemukan di sejumlah titik penjualan. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga di tingkat pedagang.
Sejumlah pedagang terpaksa menjual Minyakita hingga Rp17.000 per liter, meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan hanya Rp15.700 per liter.
Kenaikan harga tersebut dinilai memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng bersubsidi.
Menanggapi situasi ini, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan, khususnya ke lokasi-lokasi yang menjadi titik distribusi dan pengumpulan.
“Kita akan mengecek tempat-tempat yang menjadi titik pengumpulan,” ujarnya, Rabu (15/4).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan serta menghindari adanya praktik penyelewengan.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan menelusuri kemungkinan adanya penimbunan yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan di pasaran.
Untuk memperkuat pengawasan, Pemko Pekanbaru akan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI.
Sinergi ini diharapkan mampu mencegah oknum yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kondisi kebutuhan masyarakat yang tinggi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk berperan aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan kelangkaan atau kejanggalan dalam distribusi Minyakita.
“Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan kelangkaan atau hal mencurigakan terkait stok Minyakita,” tambahnya.
Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah berharap distribusi Minyakita dapat kembali normal sehingga masyarakat bisa memperoleh minyak goreng sesuai harga yang telah ditetapkan.(ilo)

