Jumat, 17 April 2026
- Advertisement -

8 Bulan Menunggak, Mobil Dinas Bupati Siak di Ambang Penarikan

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO)Bupati Siak Afni Z melakukan inventarisasi dan pengecekan mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak pada Kamis (7/8). Dari total 541 unit yang diperiksa, lebih dari 100 mobil tidak bisa dihadirkan dan lebih dari 100 lainnya dalam kondisi rusak. Temuan ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana saja mobil-mobil tersebut?

Bupati Afni menjelaskan, saat ini Inspektorat tengah mendata seluruh kendaraan dan diharapkan segera tuntas agar masalahnya jelas. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang mobilnya tidak lengkap untuk segera melengkapi data. “Yang bikin saya kesal, ada pegawai yang pegang sampai empat mobil, bahkan ada yang dua unit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pj Gubri Ajak Seluruh Elemen Bersama Bangun Riau 

Dari hasil pengecekan, sekitar 100 unit mobil dinas dalam kondisi rusak berat, bahkan ada yang tampak “horor” namun tetap digunakan. Afni berencana melelang kendaraan yang sudah tak layak pakai. Pemeriksaan ini juga membuka fakta lain yang perlu ditelusuri, mulai dari penyalahgunaan dana bahan bakar, perbaikan, hingga pemanfaatan kendaraan untuk kepentingan pribadi.

Afni mengaku heran saat mengetahui ada mobil dinas yang berada di Jakarta dan dipakai untuk urusan pribadi. “Yang bikin saya tambah terkejut, ada 72 mobil sewaan yang sudah 8 bulan tidak dibayar, totalnya Rp4 miliar. Termasuk mobil dinas saya, kalau tidak dibayar, Senin (11/8) akan ditarik,” jelasnya.

Ia pun langsung menanyakan kepada Kabid Pembiayaan Badan Keuangan Daerah (BKD) Rori Erlangga apakah ada anggaran untuk mencicil. Rori menyebut dana Rp1 miliar masih tersedia di kas. Afni kemudian memutuskan untuk menggunakan dana tersebut agar 72 mobil sewaan tidak ditarik.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Segera Bagikan Kembali Mobil Dinas Setelah Audit BPK Rampung

“Bayangkan kalau mobil Bupati ditarik, lalu bagaimana kepala OPD, kabid, dan camat bekerja? Sungguh saya kaget, dan baru tahu situasi ini,” ujarnya. Ke depan, Afni akan mengevaluasi apakah lebih efisien menyewa atau membeli mobil baru untuk dijadikan aset pemda. Jika sewa lebih murah, ia menginginkan kerja sama dilakukan dengan lebih dari satu penyedia.(mng)

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO)Bupati Siak Afni Z melakukan inventarisasi dan pengecekan mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak pada Kamis (7/8). Dari total 541 unit yang diperiksa, lebih dari 100 mobil tidak bisa dihadirkan dan lebih dari 100 lainnya dalam kondisi rusak. Temuan ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana saja mobil-mobil tersebut?

Bupati Afni menjelaskan, saat ini Inspektorat tengah mendata seluruh kendaraan dan diharapkan segera tuntas agar masalahnya jelas. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang mobilnya tidak lengkap untuk segera melengkapi data. “Yang bikin saya kesal, ada pegawai yang pegang sampai empat mobil, bahkan ada yang dua unit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Basarnas Gunakan Alat Pendeteksi, Balita Tenggelam di Kuansing Belum Ditemukan

Dari hasil pengecekan, sekitar 100 unit mobil dinas dalam kondisi rusak berat, bahkan ada yang tampak “horor” namun tetap digunakan. Afni berencana melelang kendaraan yang sudah tak layak pakai. Pemeriksaan ini juga membuka fakta lain yang perlu ditelusuri, mulai dari penyalahgunaan dana bahan bakar, perbaikan, hingga pemanfaatan kendaraan untuk kepentingan pribadi.

Afni mengaku heran saat mengetahui ada mobil dinas yang berada di Jakarta dan dipakai untuk urusan pribadi. “Yang bikin saya tambah terkejut, ada 72 mobil sewaan yang sudah 8 bulan tidak dibayar, totalnya Rp4 miliar. Termasuk mobil dinas saya, kalau tidak dibayar, Senin (11/8) akan ditarik,” jelasnya.

Ia pun langsung menanyakan kepada Kabid Pembiayaan Badan Keuangan Daerah (BKD) Rori Erlangga apakah ada anggaran untuk mencicil. Rori menyebut dana Rp1 miliar masih tersedia di kas. Afni kemudian memutuskan untuk menggunakan dana tersebut agar 72 mobil sewaan tidak ditarik.

- Advertisement -
Baca Juga:  SMPN 1 Kandis Implementasikan Gerakan PBLHS

“Bayangkan kalau mobil Bupati ditarik, lalu bagaimana kepala OPD, kabid, dan camat bekerja? Sungguh saya kaget, dan baru tahu situasi ini,” ujarnya. Ke depan, Afni akan mengevaluasi apakah lebih efisien menyewa atau membeli mobil baru untuk dijadikan aset pemda. Jika sewa lebih murah, ia menginginkan kerja sama dilakukan dengan lebih dari satu penyedia.(mng)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO)Bupati Siak Afni Z melakukan inventarisasi dan pengecekan mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak pada Kamis (7/8). Dari total 541 unit yang diperiksa, lebih dari 100 mobil tidak bisa dihadirkan dan lebih dari 100 lainnya dalam kondisi rusak. Temuan ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana saja mobil-mobil tersebut?

Bupati Afni menjelaskan, saat ini Inspektorat tengah mendata seluruh kendaraan dan diharapkan segera tuntas agar masalahnya jelas. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang mobilnya tidak lengkap untuk segera melengkapi data. “Yang bikin saya kesal, ada pegawai yang pegang sampai empat mobil, bahkan ada yang dua unit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Di Siak, 2 Ekor Kambing Mati Diduga Dimangsa Harimau

Dari hasil pengecekan, sekitar 100 unit mobil dinas dalam kondisi rusak berat, bahkan ada yang tampak “horor” namun tetap digunakan. Afni berencana melelang kendaraan yang sudah tak layak pakai. Pemeriksaan ini juga membuka fakta lain yang perlu ditelusuri, mulai dari penyalahgunaan dana bahan bakar, perbaikan, hingga pemanfaatan kendaraan untuk kepentingan pribadi.

Afni mengaku heran saat mengetahui ada mobil dinas yang berada di Jakarta dan dipakai untuk urusan pribadi. “Yang bikin saya tambah terkejut, ada 72 mobil sewaan yang sudah 8 bulan tidak dibayar, totalnya Rp4 miliar. Termasuk mobil dinas saya, kalau tidak dibayar, Senin (11/8) akan ditarik,” jelasnya.

Ia pun langsung menanyakan kepada Kabid Pembiayaan Badan Keuangan Daerah (BKD) Rori Erlangga apakah ada anggaran untuk mencicil. Rori menyebut dana Rp1 miliar masih tersedia di kas. Afni kemudian memutuskan untuk menggunakan dana tersebut agar 72 mobil sewaan tidak ditarik.

Baca Juga:  Tujuh Positif, Satu Sembuh di Siak

“Bayangkan kalau mobil Bupati ditarik, lalu bagaimana kepala OPD, kabid, dan camat bekerja? Sungguh saya kaget, dan baru tahu situasi ini,” ujarnya. Ke depan, Afni akan mengevaluasi apakah lebih efisien menyewa atau membeli mobil baru untuk dijadikan aset pemda. Jika sewa lebih murah, ia menginginkan kerja sama dilakukan dengan lebih dari satu penyedia.(mng)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari