Minggu, 23 Agustus 2026
- Advertisement -

Sistem Buka Tutup Dikeluhkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —   Pembangunan jembatan di Jalan Lintas Pekanbaru-Siak tepatnya di Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, menjadi sorotan semua pihak. Pasalnya terjadi kemacetan panjang kendaraan dari dua arah disebabkan sistem buka tutup jalan tidak dilakukan secara profesional.

Sebenarnya, di sebelah pembangunan jembatan itu sudah dibangun jalan alternatif, namun dikarenakan kurang baiknya sistem buka tutup yang dilakukan pihak pengelola, sehingga macet tidak jarang terjadi.

"Sudah satu jam lebih saya belum menembus antre,  saya komplain terhadap sistem pengelolaan buka tutup jalan yang dilakukan pihak pengelola," kata salah seorang warga Siak, Zulfaini, Senin (11/11).

Ia meminta pihak Dinas PUPR Provinsi Riau agar turun ke lapangan mengecek kondisi yang terjadi, dan memberi teguran kepada pihak pengelola. "Seharusnya waktu yang dihabiskan antre ini sudah bisa digunakan untuk yang lain, tentu kalau dibiarkan seperti ini banyak penggunakan jalan yang emosi nanti," tegasnya.

Baca Juga:  Pagar Besi di Taman Hutan Kota Hilang

Zulfaini mengatakan,  antrean panjang ini terpantau sudah terjadi lebih dari sepekan  yang lalu, dan ia berharap pihak yang berwenang segera ambil langkah cepat untuk menangani masalah ini.

Menanggapi hal itu kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melalui PPTK jembatan Arif Usman, Selasa (12/11) mengatakan, antre panjang kendaraan itu dikarenakan jalan alternatif disebelah jembatan mengalami rusak dan saat ini sedang diperbaiki.

Selain itu pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk sistem buka tutup jalan membolehkan truk-truk besar yang mempunyai tonase berat melewati jalan alternatif itu di malam hari sehingga jalan menjadi rusak.

"Mereka (salah satu OKP,red) membolehkan truk-truk besar melewati jalan alternatif itu, tentu tidak akan kuat. Kami sudah melaporkan juga kejadian ini ke pihak Polres Siak, mereka juga membenarkan tindakan yang dilakukan oknum OKP itu," kata Arif.
Arif mengatakan, dengan rusaknya jalan alternatif itu, membuat kendaraan memperlambat kecepatannnya. Sehingga antrean panjang dari kedua sisi  jalan terjadi sangat panjang.

Baca Juga:  Ayam, Telur dan Bawang Merah Masih Mahal

"Saya sekarang sedang menuju ke lokasi mengecek kondisi jembatan dan jalan itu, karena semalam sudah dikerjakan, apakah sudah selesai atau belum," ujarnya.(*4)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —   Pembangunan jembatan di Jalan Lintas Pekanbaru-Siak tepatnya di Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, menjadi sorotan semua pihak. Pasalnya terjadi kemacetan panjang kendaraan dari dua arah disebabkan sistem buka tutup jalan tidak dilakukan secara profesional.

Sebenarnya, di sebelah pembangunan jembatan itu sudah dibangun jalan alternatif, namun dikarenakan kurang baiknya sistem buka tutup yang dilakukan pihak pengelola, sehingga macet tidak jarang terjadi.

"Sudah satu jam lebih saya belum menembus antre,  saya komplain terhadap sistem pengelolaan buka tutup jalan yang dilakukan pihak pengelola," kata salah seorang warga Siak, Zulfaini, Senin (11/11).

Ia meminta pihak Dinas PUPR Provinsi Riau agar turun ke lapangan mengecek kondisi yang terjadi, dan memberi teguran kepada pihak pengelola. "Seharusnya waktu yang dihabiskan antre ini sudah bisa digunakan untuk yang lain, tentu kalau dibiarkan seperti ini banyak penggunakan jalan yang emosi nanti," tegasnya.

Baca Juga:  Ditarget Rp9 M, Realisasi Parkir Baru Cuma Rp2 M

Zulfaini mengatakan,  antrean panjang ini terpantau sudah terjadi lebih dari sepekan  yang lalu, dan ia berharap pihak yang berwenang segera ambil langkah cepat untuk menangani masalah ini.

- Advertisement -

Menanggapi hal itu kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melalui PPTK jembatan Arif Usman, Selasa (12/11) mengatakan, antre panjang kendaraan itu dikarenakan jalan alternatif disebelah jembatan mengalami rusak dan saat ini sedang diperbaiki.

Selain itu pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk sistem buka tutup jalan membolehkan truk-truk besar yang mempunyai tonase berat melewati jalan alternatif itu di malam hari sehingga jalan menjadi rusak.

- Advertisement -

"Mereka (salah satu OKP,red) membolehkan truk-truk besar melewati jalan alternatif itu, tentu tidak akan kuat. Kami sudah melaporkan juga kejadian ini ke pihak Polres Siak, mereka juga membenarkan tindakan yang dilakukan oknum OKP itu," kata Arif.
Arif mengatakan, dengan rusaknya jalan alternatif itu, membuat kendaraan memperlambat kecepatannnya. Sehingga antrean panjang dari kedua sisi  jalan terjadi sangat panjang.

Baca Juga:  Sekali Antar Diupah Rp500 Ribu

"Saya sekarang sedang menuju ke lokasi mengecek kondisi jembatan dan jalan itu, karena semalam sudah dikerjakan, apakah sudah selesai atau belum," ujarnya.(*4)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —   Pembangunan jembatan di Jalan Lintas Pekanbaru-Siak tepatnya di Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, menjadi sorotan semua pihak. Pasalnya terjadi kemacetan panjang kendaraan dari dua arah disebabkan sistem buka tutup jalan tidak dilakukan secara profesional.

Sebenarnya, di sebelah pembangunan jembatan itu sudah dibangun jalan alternatif, namun dikarenakan kurang baiknya sistem buka tutup yang dilakukan pihak pengelola, sehingga macet tidak jarang terjadi.

"Sudah satu jam lebih saya belum menembus antre,  saya komplain terhadap sistem pengelolaan buka tutup jalan yang dilakukan pihak pengelola," kata salah seorang warga Siak, Zulfaini, Senin (11/11).

Ia meminta pihak Dinas PUPR Provinsi Riau agar turun ke lapangan mengecek kondisi yang terjadi, dan memberi teguran kepada pihak pengelola. "Seharusnya waktu yang dihabiskan antre ini sudah bisa digunakan untuk yang lain, tentu kalau dibiarkan seperti ini banyak penggunakan jalan yang emosi nanti," tegasnya.

Baca Juga:  Pembangunan Pasar Induk Tak Kunjung Selesai

Zulfaini mengatakan,  antrean panjang ini terpantau sudah terjadi lebih dari sepekan  yang lalu, dan ia berharap pihak yang berwenang segera ambil langkah cepat untuk menangani masalah ini.

Menanggapi hal itu kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melalui PPTK jembatan Arif Usman, Selasa (12/11) mengatakan, antre panjang kendaraan itu dikarenakan jalan alternatif disebelah jembatan mengalami rusak dan saat ini sedang diperbaiki.

Selain itu pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk sistem buka tutup jalan membolehkan truk-truk besar yang mempunyai tonase berat melewati jalan alternatif itu di malam hari sehingga jalan menjadi rusak.

"Mereka (salah satu OKP,red) membolehkan truk-truk besar melewati jalan alternatif itu, tentu tidak akan kuat. Kami sudah melaporkan juga kejadian ini ke pihak Polres Siak, mereka juga membenarkan tindakan yang dilakukan oknum OKP itu," kata Arif.
Arif mengatakan, dengan rusaknya jalan alternatif itu, membuat kendaraan memperlambat kecepatannnya. Sehingga antrean panjang dari kedua sisi  jalan terjadi sangat panjang.

Baca Juga:  IKAPTK Pekanbaru Berbagi, Salurkan Santunan ke Panti Sosial dan Panti Asuhan

"Saya sekarang sedang menuju ke lokasi mengecek kondisi jembatan dan jalan itu, karena semalam sudah dikerjakan, apakah sudah selesai atau belum," ujarnya.(*4)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari