PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) kembali marak di sejumlah kawasan terlarang di sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, meski penertiban rutin telah dilakukan oleh petugas Satpol PP.
Pantauan Riau Pos, Senin (12/1), sejak pagi hari sejumlah PKL terlihat mulai menempatkan gerobak dagangannya di sekitar Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Hang Tuah, Jalan Sisingamaraja, hingga Jalan Moh Dahlan. Bahkan, kawasan di depan RSUD Arifin Achmad sudah dipadati pedagang sejak pagi.
Menjelang sore, kepadatan PKL semakin terlihat di Jalan Sultan Syarif Kasim. Para pedagang menempatkan gerobak di bahu jalan, bahkan memanfaatkan jalur pedestrian dengan meletakkan kursi-kursi yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Salah seorang pedagang es gerobak yang enggan disebutkan namanya mengakui mengetahui bahwa aktivitas berjualan di lokasi tersebut melanggar aturan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Namun, ia mengaku kesulitan berpindah karena banyak pengendara yang justru menjadi pelanggan tetap.
“Saya tahu ini salah dan bisa berbahaya, tapi kebanyakan pembeli memang dari pengendara yang lewat,” ujarnya singkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Satpol PP Pekanbaru, Yuliarso, menyayangkan masih adanya PKL yang tetap nekat berjualan meski telah diberikan peringatan terakhir oleh petugas.
“Kami akan kembali melakukan penertiban dan menyiagakan personel di lokasi agar pedagang tidak kembali berjualan di area terlarang tersebut,” tegas Yuliarso. (ayi)


