Senin, 11 Mei 2026
- Advertisement -

Keruk Sungai, PUPR Turunkan Empat Alat Berat 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir pada beberapa wilayah di Kota Pekanbaru. Sebagai penanganan, empat alat berat diturunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

Banjir kerap terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu yang lama. Hujan menyebabkan luapan drainase dan sungai hingga merendam pemukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Rabu (10/11) mengatakan, wilayah rawan banjir ini di antaranya berada di Kecamatan Bina widya, Tuah Madani, Tenayan Raya, dan Kecamatan Sail.

"Ada 371 permasalahan banjir yang ada di Kota Pekanbaru ini. Kami melakukan aksi dengan masterplan pengendalian banjir," jelasnya.

Baca Juga:  Camat Mandau Buka MTQ Air Jamban

Menurut dia, Dinas PUPR telah melakukan penanganan banjir sesuai dengan masterplan pengendalian banjir. Di sana terdata titik permasalahan banjir, memetakan drainase, anak sungai dan alirannya.

Untuk tahun ini pihaknya masih fokus dalam penanganan banjir jangka pendek. Mereka melakukan normalisasi drainase dan anak sungai. "Setiap hari kami melakukan OP alat dan manual. Untuk OP alat ada empat unit alat berat yang melakukan normalisasi di anak sungai," terangnya.

Selain melakukan normalisasi menggunakan alat berat, Indra menyebut pihaknya juga melakukan normalisasi secara manual melalui pasukan kuning. Ada 15 tim pekerja yang melakukan normalisasi dan pembersihan drainase setiap harinya.

"15 tim setiap hari. Lima tim dari SDA, dan 10 tim di Bina Marga. Mereka melakukan normalisasi drainase di sepanjang ruas jalan. Untuk penanganan banjir tidak ada (pekerjaan) yang besar hanya sifatnya rutin saja," jelasnya.

Baca Juga:  Agus Pramono: Sejak jadi Perwira Tahun 1987, Saya Disumpah Setia Pada Atasan 

Namun, untuk tahun depan ada rencana pekerjaan jangka menengah yang dilakukan Dinas PUPR. "Tahun depan rencana nya rekonstruksi perbaikan saluran drainase yang roboh dan tidak berfungsi optimal," singkatnya.(ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir pada beberapa wilayah di Kota Pekanbaru. Sebagai penanganan, empat alat berat diturunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

Banjir kerap terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu yang lama. Hujan menyebabkan luapan drainase dan sungai hingga merendam pemukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Rabu (10/11) mengatakan, wilayah rawan banjir ini di antaranya berada di Kecamatan Bina widya, Tuah Madani, Tenayan Raya, dan Kecamatan Sail.

"Ada 371 permasalahan banjir yang ada di Kota Pekanbaru ini. Kami melakukan aksi dengan masterplan pengendalian banjir," jelasnya.

Baca Juga:  Tampilkan Seni Tradisi Empat Sungai

Menurut dia, Dinas PUPR telah melakukan penanganan banjir sesuai dengan masterplan pengendalian banjir. Di sana terdata titik permasalahan banjir, memetakan drainase, anak sungai dan alirannya.

- Advertisement -

Untuk tahun ini pihaknya masih fokus dalam penanganan banjir jangka pendek. Mereka melakukan normalisasi drainase dan anak sungai. "Setiap hari kami melakukan OP alat dan manual. Untuk OP alat ada empat unit alat berat yang melakukan normalisasi di anak sungai," terangnya.

Selain melakukan normalisasi menggunakan alat berat, Indra menyebut pihaknya juga melakukan normalisasi secara manual melalui pasukan kuning. Ada 15 tim pekerja yang melakukan normalisasi dan pembersihan drainase setiap harinya.

- Advertisement -

"15 tim setiap hari. Lima tim dari SDA, dan 10 tim di Bina Marga. Mereka melakukan normalisasi drainase di sepanjang ruas jalan. Untuk penanganan banjir tidak ada (pekerjaan) yang besar hanya sifatnya rutin saja," jelasnya.

Baca Juga:  Pergi Memancing, Warga Rantau Kasih Meninggal Tenggelam

Namun, untuk tahun depan ada rencana pekerjaan jangka menengah yang dilakukan Dinas PUPR. "Tahun depan rencana nya rekonstruksi perbaikan saluran drainase yang roboh dan tidak berfungsi optimal," singkatnya.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir pada beberapa wilayah di Kota Pekanbaru. Sebagai penanganan, empat alat berat diturunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru.

Banjir kerap terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu yang lama. Hujan menyebabkan luapan drainase dan sungai hingga merendam pemukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Rabu (10/11) mengatakan, wilayah rawan banjir ini di antaranya berada di Kecamatan Bina widya, Tuah Madani, Tenayan Raya, dan Kecamatan Sail.

"Ada 371 permasalahan banjir yang ada di Kota Pekanbaru ini. Kami melakukan aksi dengan masterplan pengendalian banjir," jelasnya.

Baca Juga:  BMPD Riau Kumpulkan Lebih dari 250 Kantong Darah

Menurut dia, Dinas PUPR telah melakukan penanganan banjir sesuai dengan masterplan pengendalian banjir. Di sana terdata titik permasalahan banjir, memetakan drainase, anak sungai dan alirannya.

Untuk tahun ini pihaknya masih fokus dalam penanganan banjir jangka pendek. Mereka melakukan normalisasi drainase dan anak sungai. "Setiap hari kami melakukan OP alat dan manual. Untuk OP alat ada empat unit alat berat yang melakukan normalisasi di anak sungai," terangnya.

Selain melakukan normalisasi menggunakan alat berat, Indra menyebut pihaknya juga melakukan normalisasi secara manual melalui pasukan kuning. Ada 15 tim pekerja yang melakukan normalisasi dan pembersihan drainase setiap harinya.

"15 tim setiap hari. Lima tim dari SDA, dan 10 tim di Bina Marga. Mereka melakukan normalisasi drainase di sepanjang ruas jalan. Untuk penanganan banjir tidak ada (pekerjaan) yang besar hanya sifatnya rutin saja," jelasnya.

Baca Juga:  Safe House untuk Keluarga Wartawan

Namun, untuk tahun depan ada rencana pekerjaan jangka menengah yang dilakukan Dinas PUPR. "Tahun depan rencana nya rekonstruksi perbaikan saluran drainase yang roboh dan tidak berfungsi optimal," singkatnya.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari