Jumat, 30 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Jalan Macet, Minim Lampu, dan Pak Ogah Marak: DPRD Pekanbaru Angkat Suara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kemacetan lalu lintas di sejumlah titik di Kota Pekanbaru masih menjadi keluhan masyarakat, khususnya di simpang Jalan SM Amin – Naga Sakti yang sering terlihat semrawut. Kehadiran “Pak Ogah”, sebutan bagi pengatur lalu lintas liar, turut memperparah kondisi tersebut.

Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru pun angkat bicara. Dalam rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, mereka menyuarakan berbagai persoalan yang kerap dihadapi pengguna jalan. Tak hanya soal kemacetan dan Pak Ogah, kondisi jalan gelap di beberapa wilayah juga disorot.

Anggota Komisi IV, Zulkardi, menyoroti khusus kawasan Rumbai yang dinilai rawan tindakan kriminal seperti begal. Minimnya lampu penerangan jalan menjadi salah satu penyebab kerawanan itu. “Kami minta Dishub segera memasang lampu-lampu penerangan agar warga bisa merasa aman saat berkendara,” ujarnya, Jumat (11/7).

Baca Juga:  Reklame Raksasa Jalan Riau Dibongkar

Zulkardi yang juga politisi dari PDI Perjuangan itu menambahkan, aktivitas Pak Ogah di sejumlah u-turn, termasuk di kawasan padat seperti Jalan Jenderal Sudirman, masih marak. Ia menilai keberadaan mereka justru mengganggu arus lalu lintas. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan agar petugas Dishub siaga di titik-titik rawan seperti Jalan HR Soebrantas, Tuanku Tambusai, dan Sudirman.

Masalah-masalah tersebut sebelumnya sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD dan Dishub. Salah satu topik yang ikut dibahas adalah keberadaan truk besar yang melintas di dalam kota dan memperparah kemacetan.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Sunarko, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji solusi penanganan kemacetan, terutama di kawasan padat seperti Jalan HR Soebrantas. “Penanganan ini menjadi prioritas kami. Saat ini sedang dipercepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubri Minta KONI Berikan Pembinaan Maksimal

Terkait Pak Ogah, Sunarko menyebut Dishub telah menurunkan personel, terutama di jalan-jalan utama seperti Sudirman. “Petugas kami sudah rutin diturunkan, khususnya saat jam-jam sibuk,” jelasnya.(end)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kemacetan lalu lintas di sejumlah titik di Kota Pekanbaru masih menjadi keluhan masyarakat, khususnya di simpang Jalan SM Amin – Naga Sakti yang sering terlihat semrawut. Kehadiran “Pak Ogah”, sebutan bagi pengatur lalu lintas liar, turut memperparah kondisi tersebut.

Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru pun angkat bicara. Dalam rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, mereka menyuarakan berbagai persoalan yang kerap dihadapi pengguna jalan. Tak hanya soal kemacetan dan Pak Ogah, kondisi jalan gelap di beberapa wilayah juga disorot.

Anggota Komisi IV, Zulkardi, menyoroti khusus kawasan Rumbai yang dinilai rawan tindakan kriminal seperti begal. Minimnya lampu penerangan jalan menjadi salah satu penyebab kerawanan itu. “Kami minta Dishub segera memasang lampu-lampu penerangan agar warga bisa merasa aman saat berkendara,” ujarnya, Jumat (11/7).

Baca Juga:  Warga Kulim Serbu Gerakan Pangan Murah, 5 Ton Sembako Habis dalam Hitungan Jam

Zulkardi yang juga politisi dari PDI Perjuangan itu menambahkan, aktivitas Pak Ogah di sejumlah u-turn, termasuk di kawasan padat seperti Jalan Jenderal Sudirman, masih marak. Ia menilai keberadaan mereka justru mengganggu arus lalu lintas. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan agar petugas Dishub siaga di titik-titik rawan seperti Jalan HR Soebrantas, Tuanku Tambusai, dan Sudirman.

Masalah-masalah tersebut sebelumnya sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD dan Dishub. Salah satu topik yang ikut dibahas adalah keberadaan truk besar yang melintas di dalam kota dan memperparah kemacetan.

- Advertisement -

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Sunarko, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji solusi penanganan kemacetan, terutama di kawasan padat seperti Jalan HR Soebrantas. “Penanganan ini menjadi prioritas kami. Saat ini sedang dipercepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua RW Usulkan Jabatan RW Dihapus di Pekanbaru

Terkait Pak Ogah, Sunarko menyebut Dishub telah menurunkan personel, terutama di jalan-jalan utama seperti Sudirman. “Petugas kami sudah rutin diturunkan, khususnya saat jam-jam sibuk,” jelasnya.(end)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kemacetan lalu lintas di sejumlah titik di Kota Pekanbaru masih menjadi keluhan masyarakat, khususnya di simpang Jalan SM Amin – Naga Sakti yang sering terlihat semrawut. Kehadiran “Pak Ogah”, sebutan bagi pengatur lalu lintas liar, turut memperparah kondisi tersebut.

Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru pun angkat bicara. Dalam rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, mereka menyuarakan berbagai persoalan yang kerap dihadapi pengguna jalan. Tak hanya soal kemacetan dan Pak Ogah, kondisi jalan gelap di beberapa wilayah juga disorot.

Anggota Komisi IV, Zulkardi, menyoroti khusus kawasan Rumbai yang dinilai rawan tindakan kriminal seperti begal. Minimnya lampu penerangan jalan menjadi salah satu penyebab kerawanan itu. “Kami minta Dishub segera memasang lampu-lampu penerangan agar warga bisa merasa aman saat berkendara,” ujarnya, Jumat (11/7).

Baca Juga:  Warga Kulim Serbu Gerakan Pangan Murah, 5 Ton Sembako Habis dalam Hitungan Jam

Zulkardi yang juga politisi dari PDI Perjuangan itu menambahkan, aktivitas Pak Ogah di sejumlah u-turn, termasuk di kawasan padat seperti Jalan Jenderal Sudirman, masih marak. Ia menilai keberadaan mereka justru mengganggu arus lalu lintas. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan agar petugas Dishub siaga di titik-titik rawan seperti Jalan HR Soebrantas, Tuanku Tambusai, dan Sudirman.

Masalah-masalah tersebut sebelumnya sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD dan Dishub. Salah satu topik yang ikut dibahas adalah keberadaan truk besar yang melintas di dalam kota dan memperparah kemacetan.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Sunarko, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji solusi penanganan kemacetan, terutama di kawasan padat seperti Jalan HR Soebrantas. “Penanganan ini menjadi prioritas kami. Saat ini sedang dipercepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Tempatkan Personel di Titik Rawan Macet

Terkait Pak Ogah, Sunarko menyebut Dishub telah menurunkan personel, terutama di jalan-jalan utama seperti Sudirman. “Petugas kami sudah rutin diturunkan, khususnya saat jam-jam sibuk,” jelasnya.(end)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari