Selasa, 16 Juni 2026
- Advertisement -

Kinerja Tiga BUMD Dievaluasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pencapaian kerja tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dievaluasi. Ketiga BUMD itu adalah PDAM Tirta Siak, PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan PT BPR Madani Pekanbaru.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, kondisi tiga BUMD tersebut masih terfokus pada pelayanan dan penguatan modal perusahaan.

Disebutkannya, untuk Perumda Air Minum Tirta Siak melaksanakan kerja sama dalam bentuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sejak 2021. Hal ini dalam rangka peningkatan pelayanan. ”Jadi dalam rencana kerja sama tersebut, kami harapkan PDAM Tirta Siak dapat memberikan deviden (keuntungan, red) pada tahun ke delapan,” ujar Indra Pomi Nasution, Rabu (10/7).

Baca Juga:  DPRD Sebut Banyak Penyalahgunaan TORA

Sedangkan untuk PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) masih berorientasi pada pelayanan. PT SPP belum berorientasi pada keuntungan. Ke depan diharapkan berkontribusi.

”Untuk PT SPP belum dapat memberikan kontribusi,” sambung Indra Pomi.

Adapun PT BPR Pekanbaru Madani (Bank Pekanbaru) belum dapat memberikan kontribusi kepada daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) hingga saat ini. Sesuai ketentuan, perbankan BPR harus memenuhi modal inti terlebih dahulu.

”Pemenuhan modal tersebut dipenuhi secara bertahap dimulai tahun anggaran 2025,” ujar Indra Pomi. Pihaknya mempelajari setiap kondisi BUMD agar tidak membebani Pemko Pekanbaru. Ia juga melihat sisi pendapatan dan kerugian yang dialami perusahaan.

Pihaknya juga bakal mempelajari laporan keuangan BUMD tersebut. Ia menyebut, sudah ada manajemen yang dibentuk dalam BUMD tersebut.(ilo)

Baca Juga:  Waspada, DBD Rentan Menyerang Warga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pencapaian kerja tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dievaluasi. Ketiga BUMD itu adalah PDAM Tirta Siak, PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan PT BPR Madani Pekanbaru.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, kondisi tiga BUMD tersebut masih terfokus pada pelayanan dan penguatan modal perusahaan.

Disebutkannya, untuk Perumda Air Minum Tirta Siak melaksanakan kerja sama dalam bentuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sejak 2021. Hal ini dalam rangka peningkatan pelayanan. ”Jadi dalam rencana kerja sama tersebut, kami harapkan PDAM Tirta Siak dapat memberikan deviden (keuntungan, red) pada tahun ke delapan,” ujar Indra Pomi Nasution, Rabu (10/7).

Baca Juga:  Gubri Beri Nama Motor Custom Melayu Panglima Ghimbam

Sedangkan untuk PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) masih berorientasi pada pelayanan. PT SPP belum berorientasi pada keuntungan. Ke depan diharapkan berkontribusi.

”Untuk PT SPP belum dapat memberikan kontribusi,” sambung Indra Pomi.

- Advertisement -

Adapun PT BPR Pekanbaru Madani (Bank Pekanbaru) belum dapat memberikan kontribusi kepada daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) hingga saat ini. Sesuai ketentuan, perbankan BPR harus memenuhi modal inti terlebih dahulu.

”Pemenuhan modal tersebut dipenuhi secara bertahap dimulai tahun anggaran 2025,” ujar Indra Pomi. Pihaknya mempelajari setiap kondisi BUMD agar tidak membebani Pemko Pekanbaru. Ia juga melihat sisi pendapatan dan kerugian yang dialami perusahaan.

- Advertisement -

Pihaknya juga bakal mempelajari laporan keuangan BUMD tersebut. Ia menyebut, sudah ada manajemen yang dibentuk dalam BUMD tersebut.(ilo)

Baca Juga:  BRI RO Pekanbaru Bagikan 2.500 Paket Sembako untuk Masyarakat
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pencapaian kerja tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dievaluasi. Ketiga BUMD itu adalah PDAM Tirta Siak, PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan PT BPR Madani Pekanbaru.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, kondisi tiga BUMD tersebut masih terfokus pada pelayanan dan penguatan modal perusahaan.

Disebutkannya, untuk Perumda Air Minum Tirta Siak melaksanakan kerja sama dalam bentuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sejak 2021. Hal ini dalam rangka peningkatan pelayanan. ”Jadi dalam rencana kerja sama tersebut, kami harapkan PDAM Tirta Siak dapat memberikan deviden (keuntungan, red) pada tahun ke delapan,” ujar Indra Pomi Nasution, Rabu (10/7).

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, PLN UID RKR Sambangi Redaksi Riau Pos

Sedangkan untuk PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) masih berorientasi pada pelayanan. PT SPP belum berorientasi pada keuntungan. Ke depan diharapkan berkontribusi.

”Untuk PT SPP belum dapat memberikan kontribusi,” sambung Indra Pomi.

Adapun PT BPR Pekanbaru Madani (Bank Pekanbaru) belum dapat memberikan kontribusi kepada daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) hingga saat ini. Sesuai ketentuan, perbankan BPR harus memenuhi modal inti terlebih dahulu.

”Pemenuhan modal tersebut dipenuhi secara bertahap dimulai tahun anggaran 2025,” ujar Indra Pomi. Pihaknya mempelajari setiap kondisi BUMD agar tidak membebani Pemko Pekanbaru. Ia juga melihat sisi pendapatan dan kerugian yang dialami perusahaan.

Pihaknya juga bakal mempelajari laporan keuangan BUMD tersebut. Ia menyebut, sudah ada manajemen yang dibentuk dalam BUMD tersebut.(ilo)

Baca Juga:  Gubri Beri Nama Motor Custom Melayu Panglima Ghimbam

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari