PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sukajadi, Selasa (7/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Sebuah lift barang dilaporkan jatuh dari lantai tujuh, mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka berat.
Ketiga korban masing-masing bernama Kusnia (23), Muhammad Agit Nurjamil (25), dan Ashari Ananta Pangestu (27). Saat ini, mereka menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Santa Maria akibat cedera serius, terutama patah tulang pada bagian kaki. Salah satu korban juga mengalami luka pada wajah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden bermula saat para pekerja tersebut selesai membersihkan peralatan di lantai tujuh proyek. Mereka kemudian menggunakan lift barang untuk turun, namun lift sempat berhenti di lantai enam sebelum tiba-tiba jatuh hingga ke dasar.
Kanit Reskrim Polsek Sukajadi, AKP Leo Putra Dirgantara, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan di luar kendali. Lift yang sempat berhenti mendadak itu langsung terjun tanpa sempat diantisipasi.
Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga disebabkan oleh gangguan teknis pada sistem lift. Kawat sling diketahui tidak bekerja dengan normal karena mengalami gulungan yang tidak beraturan.
Selain itu, sistem pengereman juga diduga tidak berfungsi optimal, sehingga tidak mampu menahan laju lift saat terjadi gangguan. Akibatnya, lift meluncur bebas hingga menyebabkan para pekerja mengalami cedera serius.
Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kabel baja yang putus serta peralatan kerja yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keselamatan kerja dalam insiden ini.
AKP Leo menambahkan, pemeriksaan terhadap pihak kontraktor maupun pengelola proyek juga masih berlangsung guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, pihak RS Santa Maria belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terbaru para korban. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp kepada Humas rumah sakit, dr Syarifah, belum mendapatkan respons.


