Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan pembersihan sepanjang 900 kilometer drainase, parit, hingga anak sungai pada tahun ini sebagai bagian dari program Pekanbaru Green City. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung penataan lingkungan sekaligus mengantisipasi banjir di wilayah kota.

Untuk mendukung program tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung dalam aksi gotong royong membersihkan parit di Jalan Letjen S Parman dan sekitarnya, Ahad (8/2).

Kegiatan gotong royong ini melibatkan seluruh ASN Pemko Pekanbaru serta didukung jajaran Pemerintah Provinsi Riau. Hadir Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersama unsur Forkopimda.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota terlihat memimpin langsung pembersihan parit sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi potensi banjir di Pekanbaru.

Baca Juga:  Penyaluran Beasiswa Harus Tepat Sasaran

“Gotong royong ini sudah menjadi semangat kami sejak awal 2025. Ditambah lagi dengan arahan Presiden RI terkait gotong royong, tentu semangat kami semakin kuat,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan program nasional Indonesia Asri yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Pemko Pekanbaru juga telah menerjemahkan arahan tersebut melalui program Pekanbaru Green City. Salah satunya dengan mewajibkan ASN melaksanakan gotong royong selama 30 menit sebelum jam kerja.

Selain itu, Pemko menargetkan pembersihan sepanjang 900 kilometer drainase, parit, hingga anak sungai yang tersebar di berbagai wilayah kota pada tahun ini.

Usai kegiatan gotong royong, Wali Kota meninjau sejumlah rumah kompos dan TPS 3R di wilayah Sail dan Sukajadi, termasuk rumah maggot yang dikelola masyarakat.

Baca Juga:  Dirut dan Dirkeu Jasa Raharja Raih Penghargaan TOP BUMN Awards 2021

Menurutnya, pengelolaan maggot tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi.

“Ini contoh kolaborasi DLHK dan Dinas Pertanian yang akan terus kami dorong agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya. (ilo)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan pembersihan sepanjang 900 kilometer drainase, parit, hingga anak sungai pada tahun ini sebagai bagian dari program Pekanbaru Green City. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung penataan lingkungan sekaligus mengantisipasi banjir di wilayah kota.

Untuk mendukung program tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung dalam aksi gotong royong membersihkan parit di Jalan Letjen S Parman dan sekitarnya, Ahad (8/2).

Kegiatan gotong royong ini melibatkan seluruh ASN Pemko Pekanbaru serta didukung jajaran Pemerintah Provinsi Riau. Hadir Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersama unsur Forkopimda.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota terlihat memimpin langsung pembersihan parit sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi potensi banjir di Pekanbaru.

Baca Juga:  Saat Tidur, Remaja di Inhil Diterkam Harimau

“Gotong royong ini sudah menjadi semangat kami sejak awal 2025. Ditambah lagi dengan arahan Presiden RI terkait gotong royong, tentu semangat kami semakin kuat,” ujar Wali Kota.

- Advertisement -

Ia menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan program nasional Indonesia Asri yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Pemko Pekanbaru juga telah menerjemahkan arahan tersebut melalui program Pekanbaru Green City. Salah satunya dengan mewajibkan ASN melaksanakan gotong royong selama 30 menit sebelum jam kerja.

- Advertisement -

Selain itu, Pemko menargetkan pembersihan sepanjang 900 kilometer drainase, parit, hingga anak sungai yang tersebar di berbagai wilayah kota pada tahun ini.

Usai kegiatan gotong royong, Wali Kota meninjau sejumlah rumah kompos dan TPS 3R di wilayah Sail dan Sukajadi, termasuk rumah maggot yang dikelola masyarakat.

Baca Juga:  Lapuk, Pohon Timpa Mobil saat Melintas

Menurutnya, pengelolaan maggot tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi.

“Ini contoh kolaborasi DLHK dan Dinas Pertanian yang akan terus kami dorong agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya. (ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan pembersihan sepanjang 900 kilometer drainase, parit, hingga anak sungai pada tahun ini sebagai bagian dari program Pekanbaru Green City. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung penataan lingkungan sekaligus mengantisipasi banjir di wilayah kota.

Untuk mendukung program tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung dalam aksi gotong royong membersihkan parit di Jalan Letjen S Parman dan sekitarnya, Ahad (8/2).

Kegiatan gotong royong ini melibatkan seluruh ASN Pemko Pekanbaru serta didukung jajaran Pemerintah Provinsi Riau. Hadir Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersama unsur Forkopimda.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota terlihat memimpin langsung pembersihan parit sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi potensi banjir di Pekanbaru.

Baca Juga:  Pengelolaan Sampah Jangan Asal-asalan

“Gotong royong ini sudah menjadi semangat kami sejak awal 2025. Ditambah lagi dengan arahan Presiden RI terkait gotong royong, tentu semangat kami semakin kuat,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan program nasional Indonesia Asri yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Pemko Pekanbaru juga telah menerjemahkan arahan tersebut melalui program Pekanbaru Green City. Salah satunya dengan mewajibkan ASN melaksanakan gotong royong selama 30 menit sebelum jam kerja.

Selain itu, Pemko menargetkan pembersihan sepanjang 900 kilometer drainase, parit, hingga anak sungai yang tersebar di berbagai wilayah kota pada tahun ini.

Usai kegiatan gotong royong, Wali Kota meninjau sejumlah rumah kompos dan TPS 3R di wilayah Sail dan Sukajadi, termasuk rumah maggot yang dikelola masyarakat.

Baca Juga:  Jaga TPS, 2.800 Personel Satlinmas Disiagakan

Menurutnya, pengelolaan maggot tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi.

“Ini contoh kolaborasi DLHK dan Dinas Pertanian yang akan terus kami dorong agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya. (ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari