Banjir pasang air laut atau yang dikenal dengan rob, kembali muncul sejak hari pertama Idulfitri 1446 H dan menggenangi sejumlah dataran rendah di daerah pesisir pantai dan sepanjang aliran sungai di wilayah Kota Dumai. Kendati diwarnai banjir air pasang, namun masyarakat di daerah pesisir pantai dan di sepanjang aliran sungai tetap penuh suka cita merayakan hari kemenangan Idulfitri 1446 H.
RIAUPOS.CO – SATU unit sepeda motor yang dikendarai Mira (44) warga Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Selasa (1/4) sekitar pukul 09.30 WIB, mampir di rumah kerabatnya yang berada di Jalan Kelakap Tujuh, Kecamatan Dumai Selatan. Bersama anaknya yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, Mira datang berkunjung untuk berhari raya.
‘’Mohon maaf, tadi ada air pasang membuat jalan di sekitar rumah terendam air. Jadi, diam saja di rumah dulu. Setelah air surut, baru bisa jalan-jalan Idulfitri,’’ kata Mira sambil menyalami kerabat terdekatnya satu per satu.
Banjir air pasang yang muncul di saat Idulfitri 1446 di hari pertama ini berlangsung dua fase.

Di mana fase pertama muncul di waktu pagi sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB. Kemudian, fase kedua yakni sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
‘’Rumah kami kan model panggung. Jadi airnya tidak masuk. Kalau rumah tetangga sebelah, airnya sampai masuk ke dalam rumah,’’ kata Mira.
Tingginya banjir air pasang pada Idulfitri di hari kedua dan ketiga kemarin setidaknya membuat sebagian ruas badan Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Ahmad Yani serta beberapa jalan lingkungan terendam air.
’’Kalau dah kena air asin, kendaraan harus dicuci. Kalau tidak, bisa karatan,’’ kata Paimin (49), warga Kelurahan Bukit Timah ketika sedang melintas di Jalan Teduh, Kelurahan Pangkalan Sesai yang sedang terendam air.
Kepala Pelaksana BPBD Dumai Irawan Sukma AP MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Joko Susilo mengimbau, masyarakat khususnya yang terdampak banjir air pasang atau rob untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
Serta senantiasa menjaga dan mengawasi anak-anaknya bermain di luar. Terutama saat datangnya banjir air pasang.
‘’Kami mengharapkan agar masyarakat dapat terus berhati-hati. Baik terhadap keluarganya maupun binatang seperti ular yang turut ikut terseret arus air sewaktu pasang,’’ kata Joko.***
Laporan Syahri Ramlan, Dumai