Minggu, 26 Mei 2024

Manfaatkan Sampah Jadi Sumber Metana

Sampah Diolah Bisa Penuhi Kebutuhan Gas Masyarakat

Sampah tidak selamanya harus menjadi masalah. Sampah juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan. Selain bisa dijadikan kompos, sampah juga berpotensi menjadi solusi memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga.

RIAUPOS.CO – Gas yang dimaksud ialah gas metan atau gas metana yang dalam bahasa Inggris methane gas yang memiliki unsur kimia CH4,  bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Sedangkan potensi gas metan yang bisa diubah menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengganti gas elpiji ini sangat besar.

Selama ini, sampah itu, tidak hanya menimbulkan masalah, namun sampah juga sumber penyakit. Sekarang, sampah dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan. Dan hal ini yang akan dimanfaatkan oleh Pemkab Pelalawan untuk sampah menjadi solusi memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra MSi kepada Riau Pos, Jumat (10/5) kemarin via selulernya. Menegaskan, tahun 2025 mendatang, Pemkab Pelalawan melalui DLHK Kabupaten Pelalawan akan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari sampah untuk rumah tangga pengganti gas elpiji (LPG).

“Ya, saat ini kita masih melakukan tahap uji coba pemanfaatan sampah untuk memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga. Dan insya Allah di tahun 2025, kita akan melakukan pemasangan pipa dan gas metana dari sampah ini untuk dialiri ke rumah-rumah warga setempat. Dan alhamdulillah, saat ini payung hukumnya yakni Perda pengelolaan sampah yang telah diajukan Pemkab Pelalawan, telah disahkan oleh pihak DPRD Pelalawan,” terangnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Mengajak Masyarakat untuk Berbagi Ruang dengan Satwa yang Dilindungi
Eko Novitra

Diungkapkan mantan Sekretatis Dishutbun Kabupaten Pelalawan ini, bahwa gas metan atau gas metana yang dalam bahasa Inggris Methane gas yang memiliki unsur kimia CH4,  bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras.

Sedangkan potensi gas metan yang bisa diubah menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengganti gas elpiji ini sangat besar. Apalagi di TPA Desa Kemang yang memiliki luas 6 hektare, memiliki jumlah sampah 70 ton perhari.

- Advertisement -

Dan saat ini lahan TPA 6 hektare yang dibangun sejak 2002 lalu itu masih belum terpakai semuanya. Masih banyak ruang kosong, kendati memang tetap harus dilakukan perluasan nantinya.

‘’Namun yang jelas untuk mengolah sampah menjadi kompos sudah dilakukan dan selanjutnya menjadi gas metan pada tahun 2025 akan kita maksimalkan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan sampah dari produksi rumah tangga tersebut dilakukan pemilahan antara yang organik dan anorganik.

Baca Juga:  Limbah Sagu Jadi Repu untuk Pakan Sapi

Ditambahkan mantan Kabid Amdal DLH Kabupaten Pelalawan ini, bahwa jika nantinya program ini terealisasi, maka tentunya dapat dipastikan pula akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain itu, tentunya hal ini juga akan menambah PAD kabupaten Pelalawan serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

‘’Untuk itu, kita berharap pemasangan pipa dan gas metana dari sampah ini nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya kendala. Dengan demikian, maka masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini nantinya tidak perlu lagi kesusahan mendapatkan gas karena gas ini akan kita distribusikan untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui gas metana adalah gas tanpa bau, tanpa warna, dan bersifat mudah terbakar. Senyawa ini terdiri dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Ketika terbakar bersamaan dengan oksigen, maka metana akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Pembentukannya dapat berlangsung secara natural maupun sintetis.

Untuk itu ditegaskannya, jika program ini berhasil, dipastikan pula sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas baik untuk memasak maupun lainnya.(gus)

Laporan Muhammad Amin, Pangkalankerinci

Sampah tidak selamanya harus menjadi masalah. Sampah juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan. Selain bisa dijadikan kompos, sampah juga berpotensi menjadi solusi memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga.

RIAUPOS.CO – Gas yang dimaksud ialah gas metan atau gas metana yang dalam bahasa Inggris methane gas yang memiliki unsur kimia CH4,  bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Sedangkan potensi gas metan yang bisa diubah menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengganti gas elpiji ini sangat besar.

Selama ini, sampah itu, tidak hanya menimbulkan masalah, namun sampah juga sumber penyakit. Sekarang, sampah dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan. Dan hal ini yang akan dimanfaatkan oleh Pemkab Pelalawan untuk sampah menjadi solusi memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra MSi kepada Riau Pos, Jumat (10/5) kemarin via selulernya. Menegaskan, tahun 2025 mendatang, Pemkab Pelalawan melalui DLHK Kabupaten Pelalawan akan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari sampah untuk rumah tangga pengganti gas elpiji (LPG).

“Ya, saat ini kita masih melakukan tahap uji coba pemanfaatan sampah untuk memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga. Dan insya Allah di tahun 2025, kita akan melakukan pemasangan pipa dan gas metana dari sampah ini untuk dialiri ke rumah-rumah warga setempat. Dan alhamdulillah, saat ini payung hukumnya yakni Perda pengelolaan sampah yang telah diajukan Pemkab Pelalawan, telah disahkan oleh pihak DPRD Pelalawan,” terangnya.

Baca Juga:  Manfaatkan Pekarangan dengan Tanaman Kelor
Eko Novitra

Diungkapkan mantan Sekretatis Dishutbun Kabupaten Pelalawan ini, bahwa gas metan atau gas metana yang dalam bahasa Inggris Methane gas yang memiliki unsur kimia CH4,  bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras.

Sedangkan potensi gas metan yang bisa diubah menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengganti gas elpiji ini sangat besar. Apalagi di TPA Desa Kemang yang memiliki luas 6 hektare, memiliki jumlah sampah 70 ton perhari.

Dan saat ini lahan TPA 6 hektare yang dibangun sejak 2002 lalu itu masih belum terpakai semuanya. Masih banyak ruang kosong, kendati memang tetap harus dilakukan perluasan nantinya.

‘’Namun yang jelas untuk mengolah sampah menjadi kompos sudah dilakukan dan selanjutnya menjadi gas metan pada tahun 2025 akan kita maksimalkan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan sampah dari produksi rumah tangga tersebut dilakukan pemilahan antara yang organik dan anorganik.

Baca Juga:  Cuaca Masih Ekstrem, Tingkatkan Kewaspadaan

Ditambahkan mantan Kabid Amdal DLH Kabupaten Pelalawan ini, bahwa jika nantinya program ini terealisasi, maka tentunya dapat dipastikan pula akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain itu, tentunya hal ini juga akan menambah PAD kabupaten Pelalawan serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

‘’Untuk itu, kita berharap pemasangan pipa dan gas metana dari sampah ini nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya kendala. Dengan demikian, maka masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini nantinya tidak perlu lagi kesusahan mendapatkan gas karena gas ini akan kita distribusikan untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui gas metana adalah gas tanpa bau, tanpa warna, dan bersifat mudah terbakar. Senyawa ini terdiri dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Ketika terbakar bersamaan dengan oksigen, maka metana akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Pembentukannya dapat berlangsung secara natural maupun sintetis.

Untuk itu ditegaskannya, jika program ini berhasil, dipastikan pula sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas baik untuk memasak maupun lainnya.(gus)

Laporan Muhammad Amin, Pangkalankerinci

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari