PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan akan mendata siswa dari keluarga kurang mampu yang telah diterima melalui proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Tujuannya, agar bantuan perlengkapan sekolah bisa tepat sasaran.
Bantuan ini akan diberikan kepada 3.000 siswa kurang mampu yang terdiri dari 1.000 siswa PAUD, 1.000 siswa SD, dan 1.000 pelajar SMP negeri di Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan bahwa pendataan akan dilakukan setelah siswa mulai masuk sekolah dan mengikuti proses belajar. Verifikasi juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu.
“Setelah masuk sekolah, baru kita lakukan pendataan dan verifikasi. Bantuan akan kita salurkan kepada 1.000 anak PAUD, 1.000 murid SD, dan 1.000 siswa SMP dari keluarga kurang mampu,” jelas Jamal pada Ahad (6/7).
Ia menambahkan, tim dari Dinas Pendidikan akan mengecek kelayakan penerima secara langsung, sementara pihak sekolah akan membantu dengan mengusulkan nama-nama siswa yang dinilai layak.
“Pihak sekolah akan mengusulkan, lalu kami seleksi,” tambahnya.
Sebagai informasi, ribuan siswa telah dinyatakan lulus dalam proses SPMB tahun 2025. Tercatat 9.716 siswa diterima di tingkat SD dan 9.450 siswa lulus di tingkat SMP dari total 9.945 pendaftar.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan akan mendata siswa dari keluarga kurang mampu yang telah diterima melalui proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Tujuannya, agar bantuan perlengkapan sekolah bisa tepat sasaran.
Bantuan ini akan diberikan kepada 3.000 siswa kurang mampu yang terdiri dari 1.000 siswa PAUD, 1.000 siswa SD, dan 1.000 pelajar SMP negeri di Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan bahwa pendataan akan dilakukan setelah siswa mulai masuk sekolah dan mengikuti proses belajar. Verifikasi juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu.
“Setelah masuk sekolah, baru kita lakukan pendataan dan verifikasi. Bantuan akan kita salurkan kepada 1.000 anak PAUD, 1.000 murid SD, dan 1.000 siswa SMP dari keluarga kurang mampu,” jelas Jamal pada Ahad (6/7).
Ia menambahkan, tim dari Dinas Pendidikan akan mengecek kelayakan penerima secara langsung, sementara pihak sekolah akan membantu dengan mengusulkan nama-nama siswa yang dinilai layak.
“Pihak sekolah akan mengusulkan, lalu kami seleksi,” tambahnya.
Sebagai informasi, ribuan siswa telah dinyatakan lulus dalam proses SPMB tahun 2025. Tercatat 9.716 siswa diterima di tingkat SD dan 9.450 siswa lulus di tingkat SMP dari total 9.945 pendaftar.