Minggu, 5 April 2026
- Advertisement -

Korban Longsor Capai 670 Orang Lebih

PAPUA NUGINI (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban tewas akibat longsor di Desa Kaokalam, Provinsi Enga, Papua Nugini, terus bertambah. Korban meninggal diperkirakan mencapai lebih dari 670 orang.

Dilansir Agence France-Presse (AFP), Kepala Badan Migrasi PBB (IOM) untuk Kepulauan Pasifik Selatan Serhan Aktoprak menyebutkan, lebih dari 150 rumah tertimbun akibat longsor yang terjadi pada Jumat (24/5) sekitar pukul 03.00 waktu setempat itu. Lebih dari 1.000 penduduk dilaporkan telah mengungsi dari desa. ‘’Lebih dari 670 orang diperkirakan tewas,’’ ujarnya, Ahad (26/5).

Menurut dia, situasi di lokasi bencana juga belum terkendali. Tanah masih bergeser. Masih adanya aliran air menimbulkan risiko besar bagi semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.

Baca Juga:  Turun ke Jalan Tolak Manuver Marcos Jr

Dia bahkan menyebut Desa Kaokalam yang dulunya ramai kini hampir lenyap sama sekali akibat longsor. Kebun pangan dan persediaan air pun hampir habis. ‘’Orang-orang menggunakan tongkat penggali, sekop, dan garpu pertanian besar untuk mengangkat jenazah yang terkubur di bawah tanah,’’ ujarnya.

Banyaknya jumlah korban diketahui setelah para petugas di lapangan menyadari bahwa lebih banyak orang yang tinggal di Kaokalam. Setidaknya, ada lebih dari 4 ribu orang yang menetap di desa berjarak sekitar 600 kilometer di sebelah barat laut Ibu Kota Port Moresby tersebut. Dikutip dari Associated Press (AP), hingga kemarin baru 5 mayat dan 1 kaki dari korban keenam yang ditemukan regu penyelamat.

Baca Juga:  Ini Jam Operasional Jalan Lintas Riau-Sumbar Km 106-107 Desa Tanjung Alai

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bersimpati dan berbelasungkawa atas musibah tanah longsor yang menimpa ratusan warga di Provinsi Enga, Papua Nugini, itu.(mia/bay/jpg)

Laporan JPG, Prot Moresby

PAPUA NUGINI (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban tewas akibat longsor di Desa Kaokalam, Provinsi Enga, Papua Nugini, terus bertambah. Korban meninggal diperkirakan mencapai lebih dari 670 orang.

Dilansir Agence France-Presse (AFP), Kepala Badan Migrasi PBB (IOM) untuk Kepulauan Pasifik Selatan Serhan Aktoprak menyebutkan, lebih dari 150 rumah tertimbun akibat longsor yang terjadi pada Jumat (24/5) sekitar pukul 03.00 waktu setempat itu. Lebih dari 1.000 penduduk dilaporkan telah mengungsi dari desa. ‘’Lebih dari 670 orang diperkirakan tewas,’’ ujarnya, Ahad (26/5).

Menurut dia, situasi di lokasi bencana juga belum terkendali. Tanah masih bergeser. Masih adanya aliran air menimbulkan risiko besar bagi semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.

Baca Juga:  Pekerja 20 Tahun Tewas Tertimbun di Lubang PETI, Pemilik Alat Teridentifikasi

Dia bahkan menyebut Desa Kaokalam yang dulunya ramai kini hampir lenyap sama sekali akibat longsor. Kebun pangan dan persediaan air pun hampir habis. ‘’Orang-orang menggunakan tongkat penggali, sekop, dan garpu pertanian besar untuk mengangkat jenazah yang terkubur di bawah tanah,’’ ujarnya.

Banyaknya jumlah korban diketahui setelah para petugas di lapangan menyadari bahwa lebih banyak orang yang tinggal di Kaokalam. Setidaknya, ada lebih dari 4 ribu orang yang menetap di desa berjarak sekitar 600 kilometer di sebelah barat laut Ibu Kota Port Moresby tersebut. Dikutip dari Associated Press (AP), hingga kemarin baru 5 mayat dan 1 kaki dari korban keenam yang ditemukan regu penyelamat.

- Advertisement -
Baca Juga:  PUPR Turunkan Alat Berat dan Material ke Lokasi Longsor Jalan Kuala Cinaku

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bersimpati dan berbelasungkawa atas musibah tanah longsor yang menimpa ratusan warga di Provinsi Enga, Papua Nugini, itu.(mia/bay/jpg)

Laporan JPG, Prot Moresby

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PAPUA NUGINI (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban tewas akibat longsor di Desa Kaokalam, Provinsi Enga, Papua Nugini, terus bertambah. Korban meninggal diperkirakan mencapai lebih dari 670 orang.

Dilansir Agence France-Presse (AFP), Kepala Badan Migrasi PBB (IOM) untuk Kepulauan Pasifik Selatan Serhan Aktoprak menyebutkan, lebih dari 150 rumah tertimbun akibat longsor yang terjadi pada Jumat (24/5) sekitar pukul 03.00 waktu setempat itu. Lebih dari 1.000 penduduk dilaporkan telah mengungsi dari desa. ‘’Lebih dari 670 orang diperkirakan tewas,’’ ujarnya, Ahad (26/5).

Menurut dia, situasi di lokasi bencana juga belum terkendali. Tanah masih bergeser. Masih adanya aliran air menimbulkan risiko besar bagi semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.

Baca Juga:  Hak Angket Digulirkan PDIP, PKS dan PKB

Dia bahkan menyebut Desa Kaokalam yang dulunya ramai kini hampir lenyap sama sekali akibat longsor. Kebun pangan dan persediaan air pun hampir habis. ‘’Orang-orang menggunakan tongkat penggali, sekop, dan garpu pertanian besar untuk mengangkat jenazah yang terkubur di bawah tanah,’’ ujarnya.

Banyaknya jumlah korban diketahui setelah para petugas di lapangan menyadari bahwa lebih banyak orang yang tinggal di Kaokalam. Setidaknya, ada lebih dari 4 ribu orang yang menetap di desa berjarak sekitar 600 kilometer di sebelah barat laut Ibu Kota Port Moresby tersebut. Dikutip dari Associated Press (AP), hingga kemarin baru 5 mayat dan 1 kaki dari korban keenam yang ditemukan regu penyelamat.

Baca Juga:  Jalan Lintas Telukkuantan-Sumbar Buka Tutup

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bersimpati dan berbelasungkawa atas musibah tanah longsor yang menimpa ratusan warga di Provinsi Enga, Papua Nugini, itu.(mia/bay/jpg)

Laporan JPG, Prot Moresby

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari