Kamis, 3 April 2025
spot_img

Israel Ancam Serang Rafah hingga Bulan Ramadan

RIAUPOS.CO – PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad menepis seruan untuk menghentikan serangan militer di Gaza dan bersumpah ‘menyelesaian pekerjaan’ dengan kemenangan total atas Hamas.

Dilansir melalui Anadolu Ajansi Senin (19/2) lalu, Pemerintah Israel pada hari Ahad melalui Menteri Kabinet Perang Benny Gantz mengatakan bahwa pertempuran akan terus berlanjut di daerah Rafah, Palestina bahkan hingga bulan Ramadan jika Hamas tidak memulangkan sanderanya yang ditahan. ‘’Jika pada bulan Ramadan sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut ke daerah Rafah,” ujarnya.

‘’Saya mengatakan ini sangat jelas, Hamas memiliki pilihan, mereka dapat menyerah dengan membebaskan para sandera dan dengan cara ini warga Gaza dapat merayakan Bulan suci Ramadan,” tambah Ganzt.

Baca Juga:  Pastikan Suplai Kelistrikan Aman selama Ramadan dan Idulfitri 1445 Hijriah

Gantz yang merupakan seorang mantan Menteri Pertahanan itu juga mengatakan bahwa invasi ke Rafah akan terjadi dalam koordinasi dengan mitra Amerika dan Mesir untuk meminimalkan korban sipil. Tentara Israel berencana untuk meluncurkan serangan darat ke Rafah untuk mengalahkan Hamas, dimana Hamas diyakini saat ini menahan lebih dari 130 sandera Israel setelah serangan lintas batasnya yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

Rafah menjadi daerah terakhir tempat warga Palestina untuk mencari perlindungan dimana lebih dari 1,4 juta orang ada disana.

Bulan suci Ramadan diperkirakan akan dilaksanakan pada 10 Maret mendatang dan secara historis akan menjadi waktu yang menegangkan di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Rusia Bakal Beri Suaka kepada Bashar Al Assad Sekeluarga

Sejak serangan 7 Oktober 2023 perang telah menewaskan 29.000 korban jiwa yang kebanyakan berasal dari warga sipil dan telah menyebabkan pemusnahan massal dan kekurangan kebutuhan.

Serangan Israel di seluruh Gaza masih berlanjut dengan menewaskan setidaknya 18 orang dalam semalam hingga Ahad, menurut petugas medis dan saksi. Selain itu, serangan di Rafah telah menewaskan enam orang termasuk wanita dan tiga anak-anak dan menewaskan lima orang di Khan Younis dalam beberapa pekan terakhir.(esi)

Laporan JPG, Rafah

RIAUPOS.CO – PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad menepis seruan untuk menghentikan serangan militer di Gaza dan bersumpah ‘menyelesaian pekerjaan’ dengan kemenangan total atas Hamas.

Dilansir melalui Anadolu Ajansi Senin (19/2) lalu, Pemerintah Israel pada hari Ahad melalui Menteri Kabinet Perang Benny Gantz mengatakan bahwa pertempuran akan terus berlanjut di daerah Rafah, Palestina bahkan hingga bulan Ramadan jika Hamas tidak memulangkan sanderanya yang ditahan. ‘’Jika pada bulan Ramadan sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut ke daerah Rafah,” ujarnya.

‘’Saya mengatakan ini sangat jelas, Hamas memiliki pilihan, mereka dapat menyerah dengan membebaskan para sandera dan dengan cara ini warga Gaza dapat merayakan Bulan suci Ramadan,” tambah Ganzt.

Baca Juga:  Rusia Bakal Beri Suaka kepada Bashar Al Assad Sekeluarga

Gantz yang merupakan seorang mantan Menteri Pertahanan itu juga mengatakan bahwa invasi ke Rafah akan terjadi dalam koordinasi dengan mitra Amerika dan Mesir untuk meminimalkan korban sipil. Tentara Israel berencana untuk meluncurkan serangan darat ke Rafah untuk mengalahkan Hamas, dimana Hamas diyakini saat ini menahan lebih dari 130 sandera Israel setelah serangan lintas batasnya yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

Rafah menjadi daerah terakhir tempat warga Palestina untuk mencari perlindungan dimana lebih dari 1,4 juta orang ada disana.

Bulan suci Ramadan diperkirakan akan dilaksanakan pada 10 Maret mendatang dan secara historis akan menjadi waktu yang menegangkan di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Israel Absen, Hamas Pilih Pulang

Sejak serangan 7 Oktober 2023 perang telah menewaskan 29.000 korban jiwa yang kebanyakan berasal dari warga sipil dan telah menyebabkan pemusnahan massal dan kekurangan kebutuhan.

Serangan Israel di seluruh Gaza masih berlanjut dengan menewaskan setidaknya 18 orang dalam semalam hingga Ahad, menurut petugas medis dan saksi. Selain itu, serangan di Rafah telah menewaskan enam orang termasuk wanita dan tiga anak-anak dan menewaskan lima orang di Khan Younis dalam beberapa pekan terakhir.(esi)

Laporan JPG, Rafah

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Israel Ancam Serang Rafah hingga Bulan Ramadan

RIAUPOS.CO – PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad menepis seruan untuk menghentikan serangan militer di Gaza dan bersumpah ‘menyelesaian pekerjaan’ dengan kemenangan total atas Hamas.

Dilansir melalui Anadolu Ajansi Senin (19/2) lalu, Pemerintah Israel pada hari Ahad melalui Menteri Kabinet Perang Benny Gantz mengatakan bahwa pertempuran akan terus berlanjut di daerah Rafah, Palestina bahkan hingga bulan Ramadan jika Hamas tidak memulangkan sanderanya yang ditahan. ‘’Jika pada bulan Ramadan sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut ke daerah Rafah,” ujarnya.

‘’Saya mengatakan ini sangat jelas, Hamas memiliki pilihan, mereka dapat menyerah dengan membebaskan para sandera dan dengan cara ini warga Gaza dapat merayakan Bulan suci Ramadan,” tambah Ganzt.

Baca Juga:  Banjir Bandang Obrak-abrik Kelantan

Gantz yang merupakan seorang mantan Menteri Pertahanan itu juga mengatakan bahwa invasi ke Rafah akan terjadi dalam koordinasi dengan mitra Amerika dan Mesir untuk meminimalkan korban sipil. Tentara Israel berencana untuk meluncurkan serangan darat ke Rafah untuk mengalahkan Hamas, dimana Hamas diyakini saat ini menahan lebih dari 130 sandera Israel setelah serangan lintas batasnya yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

Rafah menjadi daerah terakhir tempat warga Palestina untuk mencari perlindungan dimana lebih dari 1,4 juta orang ada disana.

Bulan suci Ramadan diperkirakan akan dilaksanakan pada 10 Maret mendatang dan secara historis akan menjadi waktu yang menegangkan di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Israel Absen, Hamas Pilih Pulang

Sejak serangan 7 Oktober 2023 perang telah menewaskan 29.000 korban jiwa yang kebanyakan berasal dari warga sipil dan telah menyebabkan pemusnahan massal dan kekurangan kebutuhan.

Serangan Israel di seluruh Gaza masih berlanjut dengan menewaskan setidaknya 18 orang dalam semalam hingga Ahad, menurut petugas medis dan saksi. Selain itu, serangan di Rafah telah menewaskan enam orang termasuk wanita dan tiga anak-anak dan menewaskan lima orang di Khan Younis dalam beberapa pekan terakhir.(esi)

Laporan JPG, Rafah

RIAUPOS.CO – PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad menepis seruan untuk menghentikan serangan militer di Gaza dan bersumpah ‘menyelesaian pekerjaan’ dengan kemenangan total atas Hamas.

Dilansir melalui Anadolu Ajansi Senin (19/2) lalu, Pemerintah Israel pada hari Ahad melalui Menteri Kabinet Perang Benny Gantz mengatakan bahwa pertempuran akan terus berlanjut di daerah Rafah, Palestina bahkan hingga bulan Ramadan jika Hamas tidak memulangkan sanderanya yang ditahan. ‘’Jika pada bulan Ramadan sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut ke daerah Rafah,” ujarnya.

‘’Saya mengatakan ini sangat jelas, Hamas memiliki pilihan, mereka dapat menyerah dengan membebaskan para sandera dan dengan cara ini warga Gaza dapat merayakan Bulan suci Ramadan,” tambah Ganzt.

Baca Juga:  Serangan Rudal Israel ke Syria Tewaskan Lima Tokoh Garda Revolusi Iran

Gantz yang merupakan seorang mantan Menteri Pertahanan itu juga mengatakan bahwa invasi ke Rafah akan terjadi dalam koordinasi dengan mitra Amerika dan Mesir untuk meminimalkan korban sipil. Tentara Israel berencana untuk meluncurkan serangan darat ke Rafah untuk mengalahkan Hamas, dimana Hamas diyakini saat ini menahan lebih dari 130 sandera Israel setelah serangan lintas batasnya yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.

Rafah menjadi daerah terakhir tempat warga Palestina untuk mencari perlindungan dimana lebih dari 1,4 juta orang ada disana.

Bulan suci Ramadan diperkirakan akan dilaksanakan pada 10 Maret mendatang dan secara historis akan menjadi waktu yang menegangkan di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Israel Segera Gelar Serangan Darat ke Rafah

Sejak serangan 7 Oktober 2023 perang telah menewaskan 29.000 korban jiwa yang kebanyakan berasal dari warga sipil dan telah menyebabkan pemusnahan massal dan kekurangan kebutuhan.

Serangan Israel di seluruh Gaza masih berlanjut dengan menewaskan setidaknya 18 orang dalam semalam hingga Ahad, menurut petugas medis dan saksi. Selain itu, serangan di Rafah telah menewaskan enam orang termasuk wanita dan tiga anak-anak dan menewaskan lima orang di Khan Younis dalam beberapa pekan terakhir.(esi)

Laporan JPG, Rafah

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari