Minggu, 6 April 2025
spot_img

Ajak Investor Kembangkan Baterai Listrik di Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bahan baku baterai listrik menjadi daya tarik pabrikan otomotif untuk berinvestasi di Tanah Air. Khususnya mereka yang memproduksi kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Karena itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak Volkswagen (VW) berinvestasi di Indonesia.

Hal itu dilakukan Bahlil saat kunjungan kerja di Eropa. Saat lawatan di Wolfsburg, Jerman, dia melakukan pertemuan dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall.

Dalam pertemuan tersebut, menteri investasi menjelaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir. Pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Baca Juga:  Epson dan WWF Jalin Kerja Sama

Bahlil juga mendorong VW merealisasikan rencana investasi dalam industri pemurnian nikel hingga produksi precursor cathode active materials (PCAM) di Indonesia. "Saya datang langsung ke sini (Wolfsburg) untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia," ucap Bahlil.

Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Menurut dia, VW Group mempunyai ketertarikan membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor dari Indonesia.

Namun, mereka juga ingin mengetahui nilai potensial bahan baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik di Eropa yang akan datang. Serta, informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II 2025," ujar Thomas.

Baca Juga:  Daihatsu Day, Promo Potongan Khusus PNS hingga Dosen

Bahlil juga melakukan pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam, Belanda. Pertemuan itu membahas rencana perluasan in­vestasi De Heus senilai 50 juta dolar AS dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di kawasan industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur. Serta, pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi. "Kami juga minta De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya," katanya.(dee/c12/dio/jpg)
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bahan baku baterai listrik menjadi daya tarik pabrikan otomotif untuk berinvestasi di Tanah Air. Khususnya mereka yang memproduksi kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Karena itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak Volkswagen (VW) berinvestasi di Indonesia.

Hal itu dilakukan Bahlil saat kunjungan kerja di Eropa. Saat lawatan di Wolfsburg, Jerman, dia melakukan pertemuan dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall.

Dalam pertemuan tersebut, menteri investasi menjelaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir. Pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Baca Juga:  Xerox Berencana Akuisisi HP Inc

Bahlil juga mendorong VW merealisasikan rencana investasi dalam industri pemurnian nikel hingga produksi precursor cathode active materials (PCAM) di Indonesia. "Saya datang langsung ke sini (Wolfsburg) untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia," ucap Bahlil.

Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Menurut dia, VW Group mempunyai ketertarikan membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor dari Indonesia.

Namun, mereka juga ingin mengetahui nilai potensial bahan baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik di Eropa yang akan datang. Serta, informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II 2025," ujar Thomas.

Baca Juga:  Daihatsu Day, Promo Potongan Khusus PNS hingga Dosen

Bahlil juga melakukan pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam, Belanda. Pertemuan itu membahas rencana perluasan in­vestasi De Heus senilai 50 juta dolar AS dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di kawasan industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur. Serta, pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi. "Kami juga minta De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya," katanya.(dee/c12/dio/jpg)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Ajak Investor Kembangkan Baterai Listrik di Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bahan baku baterai listrik menjadi daya tarik pabrikan otomotif untuk berinvestasi di Tanah Air. Khususnya mereka yang memproduksi kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Karena itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak Volkswagen (VW) berinvestasi di Indonesia.

Hal itu dilakukan Bahlil saat kunjungan kerja di Eropa. Saat lawatan di Wolfsburg, Jerman, dia melakukan pertemuan dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall.

Dalam pertemuan tersebut, menteri investasi menjelaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir. Pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Baca Juga:  Xerox Berencana Akuisisi HP Inc

Bahlil juga mendorong VW merealisasikan rencana investasi dalam industri pemurnian nikel hingga produksi precursor cathode active materials (PCAM) di Indonesia. "Saya datang langsung ke sini (Wolfsburg) untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia," ucap Bahlil.

Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Menurut dia, VW Group mempunyai ketertarikan membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor dari Indonesia.

Namun, mereka juga ingin mengetahui nilai potensial bahan baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik di Eropa yang akan datang. Serta, informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II 2025," ujar Thomas.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Raih Penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Bahlil juga melakukan pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam, Belanda. Pertemuan itu membahas rencana perluasan in­vestasi De Heus senilai 50 juta dolar AS dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di kawasan industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur. Serta, pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi. "Kami juga minta De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya," katanya.(dee/c12/dio/jpg)
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bahan baku baterai listrik menjadi daya tarik pabrikan otomotif untuk berinvestasi di Tanah Air. Khususnya mereka yang memproduksi kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Karena itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak Volkswagen (VW) berinvestasi di Indonesia.

Hal itu dilakukan Bahlil saat kunjungan kerja di Eropa. Saat lawatan di Wolfsburg, Jerman, dia melakukan pertemuan dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall.

Dalam pertemuan tersebut, menteri investasi menjelaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir. Pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Baca Juga:  BNI Ajak Milenial Ngobrol Financial Planning & Green Lifestyle

Bahlil juga mendorong VW merealisasikan rencana investasi dalam industri pemurnian nikel hingga produksi precursor cathode active materials (PCAM) di Indonesia. "Saya datang langsung ke sini (Wolfsburg) untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia," ucap Bahlil.

Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Menurut dia, VW Group mempunyai ketertarikan membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor dari Indonesia.

Namun, mereka juga ingin mengetahui nilai potensial bahan baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik di Eropa yang akan datang. Serta, informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II 2025," ujar Thomas.

Baca Juga:  New Pajero Sport, SUV Legendaris Berteknologi Canggih

Bahlil juga melakukan pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus dalam kunjungan kerjanya ke Amsterdam, Belanda. Pertemuan itu membahas rencana perluasan in­vestasi De Heus senilai 50 juta dolar AS dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di kawasan industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur. Serta, pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi. "Kami juga minta De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya," katanya.(dee/c12/dio/jpg)
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari