Jumat, 19 Juli 2024

Riau Layak Miliki Training Migas Center

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau melalui Blok Rokan pada 1997 pernah memproduksi minyak 1,5 juta barel per hari. Produksi ini puncak tertinggi dalam sejarah perminyakan di Indonesia. Oleh karena itu sudah sewajarnya memiliki training migas center.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) Feri Akri didampingi Sekjen Permigastara Jhon Pieter Simanjuntak, Selasa (2/11).

- Advertisement -

"Riau sudah selayaknya memiliki training migas center mengingat Blok Rokan masih memberikan kontribusi sangat besar bagi perekonomian nasional. Tolong digarisbawahi kita bukan minta untuk memindahkan Cepu ke Riau, tapi bagaimana sebagian dari agenda itu untuk Sumatera bolehlah di Riau untuk menjadi fokusnya,’’ ujar Feri.

"Nantinya training migas center ini berada di Duri. Kenapa Duri? bukan Pekanbaru, bukan Minas atau Dumai, karena Duri berada di tengah-tengah. Dan melalui Sekjen, mewakili kita semua telah berbicara dengan training centernya Cepu dan Pertamina training Center," tambahnya.

Baca Juga:  Dari Konsumsi hingga Produksi Sendiri

Dalam waktu dekat, lanjut Feri pihaknya juga akan segera mempublish wujud nyata dari kerja sama itu. Dijelaskan Feri, tugas pemerintah sangat berat untuk menaikkan produksi migas di Riau itu luar biasa. "Hari ini saja kurang lebih 150 ribu barel per hari yang diproduksi Blok Rokan. Sekian tahun ke depan diharapkan sampai 1 juta barel. Inikan suatu upaya yang super sekali," terang Feri Akri.

- Advertisement -

Dikatakan Feri, kehadiran Permigastara memiliki aset berupa akses baik ke pemerintah pusat maupun ke stakeholders, baik teman-teman yang di Senayan maupun teman-teman yang ada di lingkar kekuasaan, pihaknya akan mencoba melakukan lobi-lobi kepada mereka untuk memberikan masukan. Mengingat sejauh ini yang menjadi fokus terkait dana bagi hasil (DBH) migas sementara dana alokasi umum (DAU) kurang menjadi perhatian.

Baca Juga:  Bank BJB Gandeng Jalin Dorong Inklusi Keuangan Nasional melalui Digitalisasi

"Kami sampaikan bahwa Permigastara berkeinginan menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan kawan-kawan di legislatif. Teman-teman ini kita coba beri masukan, agar timbul sebuah impact. Dan jika ini disebut sebuah politik ekonomi saya pikir ini tak ada masalah. Bahwa memang diperlukan lobi-lobi untuk Riau," jelasnya.

Lanjut Feri, pihaknya di level atas secara nasional ingin menyampaikan Riau masih layak diberikan prioritas kedepan. Terkait dengan bagaimana training center migas itu ada di Riau.

"Harapan kita juga tentu dengan akses yang kita miliki dengan kekuatan SDM yang kita miliki di internal, Permigastara ingin melalukan yang terbaik untuk sebuah asosiasi yang berdampak kepada member kami dan tentu tempat dimana daerah kami berada," tutur Feri.(hen)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau melalui Blok Rokan pada 1997 pernah memproduksi minyak 1,5 juta barel per hari. Produksi ini puncak tertinggi dalam sejarah perminyakan di Indonesia. Oleh karena itu sudah sewajarnya memiliki training migas center.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) Feri Akri didampingi Sekjen Permigastara Jhon Pieter Simanjuntak, Selasa (2/11).

"Riau sudah selayaknya memiliki training migas center mengingat Blok Rokan masih memberikan kontribusi sangat besar bagi perekonomian nasional. Tolong digarisbawahi kita bukan minta untuk memindahkan Cepu ke Riau, tapi bagaimana sebagian dari agenda itu untuk Sumatera bolehlah di Riau untuk menjadi fokusnya,’’ ujar Feri.

"Nantinya training migas center ini berada di Duri. Kenapa Duri? bukan Pekanbaru, bukan Minas atau Dumai, karena Duri berada di tengah-tengah. Dan melalui Sekjen, mewakili kita semua telah berbicara dengan training centernya Cepu dan Pertamina training Center," tambahnya.

Baca Juga:  Suzuki Luncurkan New Ignis

Dalam waktu dekat, lanjut Feri pihaknya juga akan segera mempublish wujud nyata dari kerja sama itu. Dijelaskan Feri, tugas pemerintah sangat berat untuk menaikkan produksi migas di Riau itu luar biasa. "Hari ini saja kurang lebih 150 ribu barel per hari yang diproduksi Blok Rokan. Sekian tahun ke depan diharapkan sampai 1 juta barel. Inikan suatu upaya yang super sekali," terang Feri Akri.

Dikatakan Feri, kehadiran Permigastara memiliki aset berupa akses baik ke pemerintah pusat maupun ke stakeholders, baik teman-teman yang di Senayan maupun teman-teman yang ada di lingkar kekuasaan, pihaknya akan mencoba melakukan lobi-lobi kepada mereka untuk memberikan masukan. Mengingat sejauh ini yang menjadi fokus terkait dana bagi hasil (DBH) migas sementara dana alokasi umum (DAU) kurang menjadi perhatian.

Baca Juga:  Dari Konsumsi hingga Produksi Sendiri

"Kami sampaikan bahwa Permigastara berkeinginan menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan kawan-kawan di legislatif. Teman-teman ini kita coba beri masukan, agar timbul sebuah impact. Dan jika ini disebut sebuah politik ekonomi saya pikir ini tak ada masalah. Bahwa memang diperlukan lobi-lobi untuk Riau," jelasnya.

Lanjut Feri, pihaknya di level atas secara nasional ingin menyampaikan Riau masih layak diberikan prioritas kedepan. Terkait dengan bagaimana training center migas itu ada di Riau.

"Harapan kita juga tentu dengan akses yang kita miliki dengan kekuatan SDM yang kita miliki di internal, Permigastara ingin melalukan yang terbaik untuk sebuah asosiasi yang berdampak kepada member kami dan tentu tempat dimana daerah kami berada," tutur Feri.(hen)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari