Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Jemaah Calon Haji dengan Riwayat Penyakit, Wajib Pakai Gelang Khusus

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 389 dari 11. 267 jeamaah calon haji (JCH) kloter pertama Embarkasi Jakarta sudah diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede, pada Sabtu (4/6/2022). Para JCH diingatkan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Dan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit dan berisiko tinggi, masing-masing diberi tanda berupa gelang khusus.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr Budi Sylvana mengatakan bahwa dalam operasional haji Indonesia tahun ini, Kementerian Kesehatan membagikan sebanyak 3 ribu wristband khusus atau gelang kepada jemaah dengan risiko tinggi (risti).

Untuk keberangkatan kloter pertama Embarkasi Jakarta, wrist band diberikan kepada 12 JCH risti atau dengan riwayat penyakit.

“Dari 100.051 calon haji, 3 ribu jemaah yang ristinya berat yang akan dipasangkan wristband. Di kloter sekarang ada 12 orang yang dipasangkan wristband” jelas dr Budi dalam keterangan resmi Kemenkes, Ahad (5/6/2022).

Baca Juga:  Kehilangan Bayi Kembar, Ammar Zoni dan Irish Bella Berduka

Wristband berbentuk seperti smart watch, dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji. Pada wristband terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah.

Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan TelePetugas secara otomatis. Pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respon,” katanya.

JCH  dilepas secara resmi oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU). Keberangkatan kloter pertama ini sekaligus menandai dimulainya Masa Operasional Haji Indonesia 1443H/2022M.

Dalam kesempatan tersebut Dirjen PHU Hilman Latief meminta jemaah untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama proses keberangkatan menuju Tanah Ssuci.

Baca Juga:  Divonis Bersalah Kasus Karhutla, Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah

“Jemaah harus jaga disiplin protokol kesehatan serta mematuhi peraturan di Arab Saudi. Ingat slogan kita Mabrur, Sehat, Barokah,” jelasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 389 dari 11. 267 jeamaah calon haji (JCH) kloter pertama Embarkasi Jakarta sudah diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede, pada Sabtu (4/6/2022). Para JCH diingatkan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Dan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit dan berisiko tinggi, masing-masing diberi tanda berupa gelang khusus.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr Budi Sylvana mengatakan bahwa dalam operasional haji Indonesia tahun ini, Kementerian Kesehatan membagikan sebanyak 3 ribu wristband khusus atau gelang kepada jemaah dengan risiko tinggi (risti).

Untuk keberangkatan kloter pertama Embarkasi Jakarta, wrist band diberikan kepada 12 JCH risti atau dengan riwayat penyakit.

“Dari 100.051 calon haji, 3 ribu jemaah yang ristinya berat yang akan dipasangkan wristband. Di kloter sekarang ada 12 orang yang dipasangkan wristband” jelas dr Budi dalam keterangan resmi Kemenkes, Ahad (5/6/2022).

Baca Juga:  Kabut Asap, Unri Liburkan Perkuliahan hingga Jumat

Wristband berbentuk seperti smart watch, dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji. Pada wristband terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah.

- Advertisement -

Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan TelePetugas secara otomatis. Pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respon,” katanya.

- Advertisement -

JCH  dilepas secara resmi oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU). Keberangkatan kloter pertama ini sekaligus menandai dimulainya Masa Operasional Haji Indonesia 1443H/2022M.

Dalam kesempatan tersebut Dirjen PHU Hilman Latief meminta jemaah untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama proses keberangkatan menuju Tanah Ssuci.

Baca Juga:  Kehilangan Bayi Kembar, Ammar Zoni dan Irish Bella Berduka

“Jemaah harus jaga disiplin protokol kesehatan serta mematuhi peraturan di Arab Saudi. Ingat slogan kita Mabrur, Sehat, Barokah,” jelasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 389 dari 11. 267 jeamaah calon haji (JCH) kloter pertama Embarkasi Jakarta sudah diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede, pada Sabtu (4/6/2022). Para JCH diingatkan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Dan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit dan berisiko tinggi, masing-masing diberi tanda berupa gelang khusus.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr Budi Sylvana mengatakan bahwa dalam operasional haji Indonesia tahun ini, Kementerian Kesehatan membagikan sebanyak 3 ribu wristband khusus atau gelang kepada jemaah dengan risiko tinggi (risti).

Untuk keberangkatan kloter pertama Embarkasi Jakarta, wrist band diberikan kepada 12 JCH risti atau dengan riwayat penyakit.

“Dari 100.051 calon haji, 3 ribu jemaah yang ristinya berat yang akan dipasangkan wristband. Di kloter sekarang ada 12 orang yang dipasangkan wristband” jelas dr Budi dalam keterangan resmi Kemenkes, Ahad (5/6/2022).

Baca Juga:  Kehilangan Bayi Kembar, Ammar Zoni dan Irish Bella Berduka

Wristband berbentuk seperti smart watch, dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji. Pada wristband terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah.

Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan TelePetugas secara otomatis. Pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respon,” katanya.

JCH  dilepas secara resmi oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU). Keberangkatan kloter pertama ini sekaligus menandai dimulainya Masa Operasional Haji Indonesia 1443H/2022M.

Dalam kesempatan tersebut Dirjen PHU Hilman Latief meminta jemaah untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama proses keberangkatan menuju Tanah Ssuci.

Baca Juga:  Patut Dicontoh, Sembuh dari Covid-19, Pink Sumbang Rp16 Miliar

“Jemaah harus jaga disiplin protokol kesehatan serta mematuhi peraturan di Arab Saudi. Ingat slogan kita Mabrur, Sehat, Barokah,” jelasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari