Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

Kasus Hepatitis Misterius di AS Makin Meluas, Pasien Balita Terbanyak

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat kasus hepatitis misterius melonjak dari 109 ke 180. Kini wabah itu sudah meluas ke 36 negara bagian. CDC bersama Departemen Kesehatan dan dokter nasional tengah mengidentifikasi dan menyelidiki penyakit misterius itu.

Awal bulan ini, CDC melaporkan bahwa 5 anak telah meninggal akibat wabah tersebut. Tidak ada kematian tambahan yang dilaporkan sejak Februari, dan proporsi pasien yang membutuhkan transplantasi hati telah turun menjadi 9 persen sejak 5 Mei dari 15 persen.

“Mayoritas anak-anak yang sakit telah pulih sepenuhnya,” kata pejabat di Departemen Kesehatan.

Adenovirus yang biasanya menyebabkan penyakit seperti pilek atau flu ringan masih menjadi dugaan penyebab utama. Riwayat infeksi Covid-19 juga masih diselidiki.

Baca Juga:  Pendidikan Gratis di Riau Perlu Diperkuat dengan Perda

Para ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya ada 429 kemungkinan kasus hepatitis parah yang tidak diketahui dilaporkan di seluruh dunia. Empat puluh kasus tambahan juga menunggu klasifikasi oleh WHO.

Secara keseluruhan, 75 persen kasus terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Di AS, adenovirus telah terdeteksi pada hampir setengah dari anak-anak dan terus menjadi petunjuk yang kuat menjadi penyebab penyakit tersebut.

Para peneliti juga sedang melakukan tes untuk melihat apakah penyakit ini ada hubungan dengan Covid-19. Dan, itu semua masih bersifat hipotesa dari para ahli.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Baca Juga:  WhatsApp Batasi Penerusan Pesan ke Satu Chat dalam Satu Waktu

 

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat kasus hepatitis misterius melonjak dari 109 ke 180. Kini wabah itu sudah meluas ke 36 negara bagian. CDC bersama Departemen Kesehatan dan dokter nasional tengah mengidentifikasi dan menyelidiki penyakit misterius itu.

Awal bulan ini, CDC melaporkan bahwa 5 anak telah meninggal akibat wabah tersebut. Tidak ada kematian tambahan yang dilaporkan sejak Februari, dan proporsi pasien yang membutuhkan transplantasi hati telah turun menjadi 9 persen sejak 5 Mei dari 15 persen.

“Mayoritas anak-anak yang sakit telah pulih sepenuhnya,” kata pejabat di Departemen Kesehatan.

Adenovirus yang biasanya menyebabkan penyakit seperti pilek atau flu ringan masih menjadi dugaan penyebab utama. Riwayat infeksi Covid-19 juga masih diselidiki.

Baca Juga:  Amerika Usir Belasan Personel Militer Saudi

Para ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya ada 429 kemungkinan kasus hepatitis parah yang tidak diketahui dilaporkan di seluruh dunia. Empat puluh kasus tambahan juga menunggu klasifikasi oleh WHO.

- Advertisement -

Secara keseluruhan, 75 persen kasus terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Di AS, adenovirus telah terdeteksi pada hampir setengah dari anak-anak dan terus menjadi petunjuk yang kuat menjadi penyebab penyakit tersebut.

Para peneliti juga sedang melakukan tes untuk melihat apakah penyakit ini ada hubungan dengan Covid-19. Dan, itu semua masih bersifat hipotesa dari para ahli.

- Advertisement -

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Baca Juga:  Arimbi Vero

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat kasus hepatitis misterius melonjak dari 109 ke 180. Kini wabah itu sudah meluas ke 36 negara bagian. CDC bersama Departemen Kesehatan dan dokter nasional tengah mengidentifikasi dan menyelidiki penyakit misterius itu.

Awal bulan ini, CDC melaporkan bahwa 5 anak telah meninggal akibat wabah tersebut. Tidak ada kematian tambahan yang dilaporkan sejak Februari, dan proporsi pasien yang membutuhkan transplantasi hati telah turun menjadi 9 persen sejak 5 Mei dari 15 persen.

“Mayoritas anak-anak yang sakit telah pulih sepenuhnya,” kata pejabat di Departemen Kesehatan.

Adenovirus yang biasanya menyebabkan penyakit seperti pilek atau flu ringan masih menjadi dugaan penyebab utama. Riwayat infeksi Covid-19 juga masih diselidiki.

Baca Juga:  Plane Swap Pertama di Dunia, Bertukar Pesawat di Udara oleh Skydivers

Para ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya ada 429 kemungkinan kasus hepatitis parah yang tidak diketahui dilaporkan di seluruh dunia. Empat puluh kasus tambahan juga menunggu klasifikasi oleh WHO.

Secara keseluruhan, 75 persen kasus terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Di AS, adenovirus telah terdeteksi pada hampir setengah dari anak-anak dan terus menjadi petunjuk yang kuat menjadi penyebab penyakit tersebut.

Para peneliti juga sedang melakukan tes untuk melihat apakah penyakit ini ada hubungan dengan Covid-19. Dan, itu semua masih bersifat hipotesa dari para ahli.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Baca Juga:  WhatsApp Batasi Penerusan Pesan ke Satu Chat dalam Satu Waktu

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari