Senin, 24 Agustus 2026
- Advertisement -

Inflasi Tahun Depan Lebih Rendah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) menyampaikan, penurunan inflasi beberapa bulan terakhir mengindikasikan inflasi hingga akhir tahun bakal terjaga plus minus 3,5 persen. Pada Juni 2019, indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,55 persen. Sedangkan pada Juli 2019, inflasi tercatat di level 0,31 persen.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan besaran inflasi Juli 2019 sebesar 0,31 persen. Sehingga, inflasi tahun kalender (Januari-Juli) mencapai sebesar 2,36 persen. Sementara itu, inflasi Juli tahun ke tahun (year on year) dilaporkan sebesar 3,32 persen.

“Inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi 2019 diperkirakan akan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5 plus minus 1 persen dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0 plus minus 1 persen pada 2020,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta, Kamis (22/8).

Baca Juga:  PLN Siapkan 34 Posko Siaga dan 1.518 Personel

Perry mengatakan, inflasi yang terkendali didorong oleh inflasi inti yang terjaga didukung ekspektasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan BI menjaga stabilitas harga. Selanjutnya, juga didorong oleh permintaan agregat yang terkelola dan pengaruh harga global yang minimal.

BI mencatatkan, kelompok administered prices kembali mencetak deflasi dipengaruhi berlanjutnya dampak kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara, serta koreksi tarif angkutan antarkota dan tarif kereta api setelah hari raya Idul Fitri. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food melambat.

“Meskipun perkembangan harga beberapa komoditas hortikultura tetap perlu menjadi perhatian,” katanya.

BI, menurut Perry, tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal tersebut untuk memastikan inflasi tetap rendah dan stabil di tengah tantangan gangguan cuaca akibat kemarau panjang.

Baca Juga:  Selama Lebaran, PT PLN UIW Riau dan Kepri Gelar Pastikan Tidak Ada Pemadaman

“Ini diperkirakan dapat berdampak pada pasokan bahan pangan,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) menyampaikan, penurunan inflasi beberapa bulan terakhir mengindikasikan inflasi hingga akhir tahun bakal terjaga plus minus 3,5 persen. Pada Juni 2019, indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,55 persen. Sedangkan pada Juli 2019, inflasi tercatat di level 0,31 persen.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan besaran inflasi Juli 2019 sebesar 0,31 persen. Sehingga, inflasi tahun kalender (Januari-Juli) mencapai sebesar 2,36 persen. Sementara itu, inflasi Juli tahun ke tahun (year on year) dilaporkan sebesar 3,32 persen.

“Inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi 2019 diperkirakan akan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5 plus minus 1 persen dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0 plus minus 1 persen pada 2020,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta, Kamis (22/8).

Baca Juga:  Gubri Tantang Pengurus KUD Bangun Pabrik Kelapa Sawit

Perry mengatakan, inflasi yang terkendali didorong oleh inflasi inti yang terjaga didukung ekspektasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan BI menjaga stabilitas harga. Selanjutnya, juga didorong oleh permintaan agregat yang terkelola dan pengaruh harga global yang minimal.

BI mencatatkan, kelompok administered prices kembali mencetak deflasi dipengaruhi berlanjutnya dampak kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara, serta koreksi tarif angkutan antarkota dan tarif kereta api setelah hari raya Idul Fitri. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food melambat.

- Advertisement -

“Meskipun perkembangan harga beberapa komoditas hortikultura tetap perlu menjadi perhatian,” katanya.

BI, menurut Perry, tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal tersebut untuk memastikan inflasi tetap rendah dan stabil di tengah tantangan gangguan cuaca akibat kemarau panjang.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bulog Siapkan Layanan Belanja Daring

“Ini diperkirakan dapat berdampak pada pasokan bahan pangan,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) menyampaikan, penurunan inflasi beberapa bulan terakhir mengindikasikan inflasi hingga akhir tahun bakal terjaga plus minus 3,5 persen. Pada Juni 2019, indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,55 persen. Sedangkan pada Juli 2019, inflasi tercatat di level 0,31 persen.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan besaran inflasi Juli 2019 sebesar 0,31 persen. Sehingga, inflasi tahun kalender (Januari-Juli) mencapai sebesar 2,36 persen. Sementara itu, inflasi Juli tahun ke tahun (year on year) dilaporkan sebesar 3,32 persen.

“Inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi 2019 diperkirakan akan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5 plus minus 1 persen dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0 plus minus 1 persen pada 2020,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta, Kamis (22/8).

Baca Juga:  Dapatkan Informasi Terkini Lewat Fitur PLN Magazine di Aplikasi PLN Mobile

Perry mengatakan, inflasi yang terkendali didorong oleh inflasi inti yang terjaga didukung ekspektasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan BI menjaga stabilitas harga. Selanjutnya, juga didorong oleh permintaan agregat yang terkelola dan pengaruh harga global yang minimal.

BI mencatatkan, kelompok administered prices kembali mencetak deflasi dipengaruhi berlanjutnya dampak kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara, serta koreksi tarif angkutan antarkota dan tarif kereta api setelah hari raya Idul Fitri. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food melambat.

“Meskipun perkembangan harga beberapa komoditas hortikultura tetap perlu menjadi perhatian,” katanya.

BI, menurut Perry, tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal tersebut untuk memastikan inflasi tetap rendah dan stabil di tengah tantangan gangguan cuaca akibat kemarau panjang.

Baca Juga:  Harga TBS Sawit Turun Drastis, Petani Menjerit

“Ini diperkirakan dapat berdampak pada pasokan bahan pangan,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari