Minggu, 30 November 2025
spot_img

Ingat, Keringat Berlebihan saat Malam Bisa Jadi Gejala Tertular Omicron

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Salah satu gejala Covid-19 yang tak biasa jika tertular varian Omicron adalah berkeringat berlebihan atau basah kuyup di malam hari. Sejumlah pasien mengungkapkan cerita tersebut.

Dilansir dari New York Post, Sabtu (25/12), seorang dokter di Layanan Kesehatan Nasional Inggris dr. Amir Khan menggambarkan, gejala yang membedakan Omicron dengan varian lainnya. Beberapa gejala yang membedakan varian Omicron dari flu biasa dan bahkan jenis Covid-19 lainnya. Salah satunya keringat malam yang basah kuyup.

“Keringat malam yang basah kuyup di mana Anda mungkin harus bangun dan mengganti pakaian Anda,” seperti laporan The Sun.

“Gejala lain dari Omicron adalah tenggorokan gatal dan bukan sakit, batuk kering, kelelahan ekstrem, dan nyeri otot ringan,” kata Khan di Lorraine ITV.

Baca Juga:  Uni Eropa Rusak Tatanan Perdagangan Global

Ia meminta siapapun tetap waspada terhadap gejala-gejala ini. Orang dengan gejala ini harus dites.

Dokter di Afrika Selatan, tempat varian pertama kali terdeteksi pada November, juga mengatakan pasien Omicron melaporkan gejala keringat malam yang membuat pakaian dan tempat tidur mereka basah kuyup. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan dr. Angelique Coetzee mengatakan gejala utama Omicron berbeda dari varian Delta.

Sebuah studi baru yang temuannya diterbitkan minggu lalu di JAMA Network Open telah menemukan bahwa 4 dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala, tetapi masih berpotensi menjadi penyebar penyakit.

Skrining untuk infeksi tanpa gejala diperlukan, terutama untuk negara dan wilayah yang telah berhasil mengendalikan SARS-CoV-2 menurut peneliti dari Universitas Peking.

Baca Juga:  Pekan Terakhir Tak Bisa Serentak

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Salah satu gejala Covid-19 yang tak biasa jika tertular varian Omicron adalah berkeringat berlebihan atau basah kuyup di malam hari. Sejumlah pasien mengungkapkan cerita tersebut.

Dilansir dari New York Post, Sabtu (25/12), seorang dokter di Layanan Kesehatan Nasional Inggris dr. Amir Khan menggambarkan, gejala yang membedakan Omicron dengan varian lainnya. Beberapa gejala yang membedakan varian Omicron dari flu biasa dan bahkan jenis Covid-19 lainnya. Salah satunya keringat malam yang basah kuyup.

“Keringat malam yang basah kuyup di mana Anda mungkin harus bangun dan mengganti pakaian Anda,” seperti laporan The Sun.

“Gejala lain dari Omicron adalah tenggorokan gatal dan bukan sakit, batuk kering, kelelahan ekstrem, dan nyeri otot ringan,” kata Khan di Lorraine ITV.

Baca Juga:  Bupati Minta Daya Tampung Sekolah Ditingkatkan

Ia meminta siapapun tetap waspada terhadap gejala-gejala ini. Orang dengan gejala ini harus dites.

- Advertisement -

Dokter di Afrika Selatan, tempat varian pertama kali terdeteksi pada November, juga mengatakan pasien Omicron melaporkan gejala keringat malam yang membuat pakaian dan tempat tidur mereka basah kuyup. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan dr. Angelique Coetzee mengatakan gejala utama Omicron berbeda dari varian Delta.

Sebuah studi baru yang temuannya diterbitkan minggu lalu di JAMA Network Open telah menemukan bahwa 4 dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala, tetapi masih berpotensi menjadi penyebar penyakit.

- Advertisement -

Skrining untuk infeksi tanpa gejala diperlukan, terutama untuk negara dan wilayah yang telah berhasil mengendalikan SARS-CoV-2 menurut peneliti dari Universitas Peking.

Baca Juga:  Sekolah Diimbau Segera Sesuaikan RKAS

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Salah satu gejala Covid-19 yang tak biasa jika tertular varian Omicron adalah berkeringat berlebihan atau basah kuyup di malam hari. Sejumlah pasien mengungkapkan cerita tersebut.

Dilansir dari New York Post, Sabtu (25/12), seorang dokter di Layanan Kesehatan Nasional Inggris dr. Amir Khan menggambarkan, gejala yang membedakan Omicron dengan varian lainnya. Beberapa gejala yang membedakan varian Omicron dari flu biasa dan bahkan jenis Covid-19 lainnya. Salah satunya keringat malam yang basah kuyup.

“Keringat malam yang basah kuyup di mana Anda mungkin harus bangun dan mengganti pakaian Anda,” seperti laporan The Sun.

“Gejala lain dari Omicron adalah tenggorokan gatal dan bukan sakit, batuk kering, kelelahan ekstrem, dan nyeri otot ringan,” kata Khan di Lorraine ITV.

Baca Juga:  Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Dijeblos ke Rutan Manado

Ia meminta siapapun tetap waspada terhadap gejala-gejala ini. Orang dengan gejala ini harus dites.

Dokter di Afrika Selatan, tempat varian pertama kali terdeteksi pada November, juga mengatakan pasien Omicron melaporkan gejala keringat malam yang membuat pakaian dan tempat tidur mereka basah kuyup. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan dr. Angelique Coetzee mengatakan gejala utama Omicron berbeda dari varian Delta.

Sebuah studi baru yang temuannya diterbitkan minggu lalu di JAMA Network Open telah menemukan bahwa 4 dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala, tetapi masih berpotensi menjadi penyebar penyakit.

Skrining untuk infeksi tanpa gejala diperlukan, terutama untuk negara dan wilayah yang telah berhasil mengendalikan SARS-CoV-2 menurut peneliti dari Universitas Peking.

Baca Juga:  Uni Eropa Rusak Tatanan Perdagangan Global

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari