Senin, 16 Maret 2026
- Advertisement -

Siswa SLTA di Rohul Tewas Gantung Diri

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Siswa SLTA di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Ahad (7/11) pukul 18.15 WIB, nekat bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya pada seutas tali nilon yang berada di pintu rumahnya. Siswa malang itu, bernama MA (17), siswa SMKN 1 Tambusai.

Diduga, MA merupakan warga Lingkungan Kuba, Kelurahan Tambusai Tengah itu, nekat mengakhiri hidupnya, karena kesal kepada ibu kandungnya bernama Kon (50), yang tidak mau memberikan uang kepada anaknya untuk membeli handphone. 

Salah seorang Guru BK SMKN 1 Tambusai, Ansori saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (8/11) membenarkan MA (17), korban gantung diri merupakan salah seorang siswa SMKN 1 Tambusai.

Dia mengaku terkejut, saat mendapat informasi pada Ahad (7/11) malam bahwa seorang siswanya bernama MA meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumah.

Baca Juga:  Kawasaki Luncurkan Seri W175 TR

Ansori mengatakan, dirinya selaku Guru BK SMKN 1 Tambusai sering berkomunikasi dan memberikan bimbingan kepada almarhum MA. Sejak duduk di bangku Kelas X SMKN 1 Tambusai hingga akan menamatkan pendidikan di bangku sekolahnya.

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito melalui Paur Humas Polres Rohul AIPDA Mardiono Pasda SH kepada Riau Pos, Senin (8/11) menyebutkan, peristiwa kejadian seorang siswa SLTA di Kecamatan Tambusai tewas gantung diri.

Berawal, Ahad (10/11) sekira pukul 17.30 WIB, korban MA dan ibu kandungnya Kon (50) sedang berada di depan rumah kediamannya. Lalu ketika itu, korban meminta uang sebesar Rp5.000.000 kepada orangtuanya guna untuk membeli handphone namun pada saat itu orangtua korban tidak memberikan uang tersebut kepada korban. (epp)

Baca Juga:  Kenali Bedah Jantung Lebih Jauh

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Siswa SLTA di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Ahad (7/11) pukul 18.15 WIB, nekat bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya pada seutas tali nilon yang berada di pintu rumahnya. Siswa malang itu, bernama MA (17), siswa SMKN 1 Tambusai.

Diduga, MA merupakan warga Lingkungan Kuba, Kelurahan Tambusai Tengah itu, nekat mengakhiri hidupnya, karena kesal kepada ibu kandungnya bernama Kon (50), yang tidak mau memberikan uang kepada anaknya untuk membeli handphone. 

Salah seorang Guru BK SMKN 1 Tambusai, Ansori saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (8/11) membenarkan MA (17), korban gantung diri merupakan salah seorang siswa SMKN 1 Tambusai.

Dia mengaku terkejut, saat mendapat informasi pada Ahad (7/11) malam bahwa seorang siswanya bernama MA meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumah.

Baca Juga:  Negara Berlakukan Isolasi Corona, Warga Antre Beli Ganja

Ansori mengatakan, dirinya selaku Guru BK SMKN 1 Tambusai sering berkomunikasi dan memberikan bimbingan kepada almarhum MA. Sejak duduk di bangku Kelas X SMKN 1 Tambusai hingga akan menamatkan pendidikan di bangku sekolahnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito melalui Paur Humas Polres Rohul AIPDA Mardiono Pasda SH kepada Riau Pos, Senin (8/11) menyebutkan, peristiwa kejadian seorang siswa SLTA di Kecamatan Tambusai tewas gantung diri.

Berawal, Ahad (10/11) sekira pukul 17.30 WIB, korban MA dan ibu kandungnya Kon (50) sedang berada di depan rumah kediamannya. Lalu ketika itu, korban meminta uang sebesar Rp5.000.000 kepada orangtuanya guna untuk membeli handphone namun pada saat itu orangtua korban tidak memberikan uang tersebut kepada korban. (epp)

Baca Juga:  Di Usia 56 Tahun, Ginanjar Bakal Punya Anak Laki-laki
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Siswa SLTA di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Ahad (7/11) pukul 18.15 WIB, nekat bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya pada seutas tali nilon yang berada di pintu rumahnya. Siswa malang itu, bernama MA (17), siswa SMKN 1 Tambusai.

Diduga, MA merupakan warga Lingkungan Kuba, Kelurahan Tambusai Tengah itu, nekat mengakhiri hidupnya, karena kesal kepada ibu kandungnya bernama Kon (50), yang tidak mau memberikan uang kepada anaknya untuk membeli handphone. 

Salah seorang Guru BK SMKN 1 Tambusai, Ansori saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (8/11) membenarkan MA (17), korban gantung diri merupakan salah seorang siswa SMKN 1 Tambusai.

Dia mengaku terkejut, saat mendapat informasi pada Ahad (7/11) malam bahwa seorang siswanya bernama MA meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumah.

Baca Juga:  Jadi Tersangka KPK, Kepala Pajak PMA Tiga Dipecat

Ansori mengatakan, dirinya selaku Guru BK SMKN 1 Tambusai sering berkomunikasi dan memberikan bimbingan kepada almarhum MA. Sejak duduk di bangku Kelas X SMKN 1 Tambusai hingga akan menamatkan pendidikan di bangku sekolahnya.

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito melalui Paur Humas Polres Rohul AIPDA Mardiono Pasda SH kepada Riau Pos, Senin (8/11) menyebutkan, peristiwa kejadian seorang siswa SLTA di Kecamatan Tambusai tewas gantung diri.

Berawal, Ahad (10/11) sekira pukul 17.30 WIB, korban MA dan ibu kandungnya Kon (50) sedang berada di depan rumah kediamannya. Lalu ketika itu, korban meminta uang sebesar Rp5.000.000 kepada orangtuanya guna untuk membeli handphone namun pada saat itu orangtua korban tidak memberikan uang tersebut kepada korban. (epp)

Baca Juga:  IDI Usul Naikkan Level PPKM

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari