Kamis, 6 Agustus 2026
- Advertisement -

Menag Tegaskan Tidak Ada Radikalisme di Pesantren

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan tidak ada radikalisme di pesantren. Kata dia, ideologi kekerasan tersebut tidak akan diajarkan di lembaga pendidikan berbasis Islam.

"Tidak ada radikalisme di pesantren, catat itu. Di dalam pesantren tidak ada radikalisme karena di pesantren-pesantren itu pasti diajarkan ilmu-ilmu agama yang sangat moderat," ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/10).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta masyarakat agar bisa mengetahui definisi persantren. Sebab ada lembaga pendidikan yang mengklaim sebagai pesantren.

"Jadi, kalau ada lembaga pendidikan lain yang tidak seperti pesantren definisinya, tapi dia mendefinisikan sebagai pesantren, kemudian radikal, itu berbeda," katanya.

Baca Juga:  Mantan Pembalap Supercar Jadi Bintang Film Dewasa

Oleh sebab itu, Yaqut memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tidak ada pesantren di Indonesia yang mengajarkan tentang radikalisme. "Saya memberikan jaminan pesantren tidak ada yang mengajarkan radikalisme," ungkapnya.

Yaqut menambahkan jika adanya santri yang nakal itu adalah hal yang wajar. Pasalnya di setiap sekolah juga ada murid yang nakal.

"Jadi, apa yang terjadi di satu dua anak itu tidak bisa kemudian digeneralisasi di semua pesantren. Nggak bisa seperti itu," tuturnya.

Bahkan menurut Yaqut, pesantren adalah tempat yang paling aman. Karena di pesantren santri-santri dididik akhlak dan budi pekertinya.

"Sekali lagi di pesantren itu justru tempat yang paling aman melokalisasi anak-anak ini untuk bisa dididik akhlaknya, dididik budi pekertinya, karakternya, justru di pesantren," pungkasnya.

Baca Juga:  Patroli Prokes Sasar Pusat Keramaian di Dumai

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan tidak ada radikalisme di pesantren. Kata dia, ideologi kekerasan tersebut tidak akan diajarkan di lembaga pendidikan berbasis Islam.

"Tidak ada radikalisme di pesantren, catat itu. Di dalam pesantren tidak ada radikalisme karena di pesantren-pesantren itu pasti diajarkan ilmu-ilmu agama yang sangat moderat," ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/10).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta masyarakat agar bisa mengetahui definisi persantren. Sebab ada lembaga pendidikan yang mengklaim sebagai pesantren.

"Jadi, kalau ada lembaga pendidikan lain yang tidak seperti pesantren definisinya, tapi dia mendefinisikan sebagai pesantren, kemudian radikal, itu berbeda," katanya.

Baca Juga:  KPK Warning Kepala Daerah soal Uang Ketuk Palu Pengesahan APBD

Oleh sebab itu, Yaqut memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tidak ada pesantren di Indonesia yang mengajarkan tentang radikalisme. "Saya memberikan jaminan pesantren tidak ada yang mengajarkan radikalisme," ungkapnya.

- Advertisement -

Yaqut menambahkan jika adanya santri yang nakal itu adalah hal yang wajar. Pasalnya di setiap sekolah juga ada murid yang nakal.

"Jadi, apa yang terjadi di satu dua anak itu tidak bisa kemudian digeneralisasi di semua pesantren. Nggak bisa seperti itu," tuturnya.

- Advertisement -

Bahkan menurut Yaqut, pesantren adalah tempat yang paling aman. Karena di pesantren santri-santri dididik akhlak dan budi pekertinya.

"Sekali lagi di pesantren itu justru tempat yang paling aman melokalisasi anak-anak ini untuk bisa dididik akhlaknya, dididik budi pekertinya, karakternya, justru di pesantren," pungkasnya.

Baca Juga:  Pilih Lokasi SKB Terdekat dengan Domisili

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan tidak ada radikalisme di pesantren. Kata dia, ideologi kekerasan tersebut tidak akan diajarkan di lembaga pendidikan berbasis Islam.

"Tidak ada radikalisme di pesantren, catat itu. Di dalam pesantren tidak ada radikalisme karena di pesantren-pesantren itu pasti diajarkan ilmu-ilmu agama yang sangat moderat," ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/10).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta masyarakat agar bisa mengetahui definisi persantren. Sebab ada lembaga pendidikan yang mengklaim sebagai pesantren.

"Jadi, kalau ada lembaga pendidikan lain yang tidak seperti pesantren definisinya, tapi dia mendefinisikan sebagai pesantren, kemudian radikal, itu berbeda," katanya.

Baca Juga:  Usulkan Gaji Honorer Setara UMR

Oleh sebab itu, Yaqut memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tidak ada pesantren di Indonesia yang mengajarkan tentang radikalisme. "Saya memberikan jaminan pesantren tidak ada yang mengajarkan radikalisme," ungkapnya.

Yaqut menambahkan jika adanya santri yang nakal itu adalah hal yang wajar. Pasalnya di setiap sekolah juga ada murid yang nakal.

"Jadi, apa yang terjadi di satu dua anak itu tidak bisa kemudian digeneralisasi di semua pesantren. Nggak bisa seperti itu," tuturnya.

Bahkan menurut Yaqut, pesantren adalah tempat yang paling aman. Karena di pesantren santri-santri dididik akhlak dan budi pekertinya.

"Sekali lagi di pesantren itu justru tempat yang paling aman melokalisasi anak-anak ini untuk bisa dididik akhlaknya, dididik budi pekertinya, karakternya, justru di pesantren," pungkasnya.

Baca Juga:  Kemacetan Pindah ke Jalan Alternatif

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari