Rabu, 4 November 2026
- Advertisement -

Childfree Pilihan yang Tidak Selayaknya Dipertentangkan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menanggapi riuhnya polemik childfree. Dia menegaskan, pilihan untuk mempunyai atau tidak memiliki anak berkaitan erat dengan kondisi dan pengetahuan si pembuat keputusan.

“Ini bukan tentang kontestasi hak. Jika ternyata perempuan memilih tidak punya anak karena kehamilan berisiko tinggi atau alasan kesehatan, ya itu tentang bagaimana dia menyikapi kesehatannya,” papar Andy kepada Jawa Pos pekan lalu.

Andy mengimbau publik menghargai privasi orang lain. Batasan privasi, menurut dia, bukanlah ranah yang boleh dilanggar. Maka, publik tidak berhak mengintervensi privasi orang lain. ’’Keputusan punya anak atau nggak punya anak tidak menghilangkan kemanusiaan dia, kan? Juga tidak menghilangkan kemanusiaan kita, kan?’’ tegasnya.

Baca Juga:  Jangan Asal Ikut Tren, Pilih Jenis Make Up Sesuai Bentuk Wajah

Soal stigma masyarakat terhadap kaum hawa yang memilih tidak memiliki anak, Andy tidak menampiknya. Jangankan child-free, keputusan menunda kehamilan pun mengundang cap negatif dari masyarakat.

Padahal, menurut Andy, kapan punya anak atau berapa banyak jumlahnya adalah murni keputusan perempuan dan pasangannya. Lancang jika orang lain ikut berpendapat atau bahkan mengatur hal itu. ’’Dalam berbagai kesempatan, saya selalu tekankan agar masyarakat tidak menghakimi,’’ ucapnya.

Sementara itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyatakan, keputusan untuk punya atau tidak punya anak adalah hak setiap pasangan. ’’Jadi, kalau dari sudut pandang pasangan suami istri, itu adalah hak mereka,’’ katanya.

Namun, dari sudut pandang keislaman, memilih child-free berarti secara sadar tidak menunaikan kewajiban berumah tangga. Sebab, berketurunan adalah kodrat manusia dalam ikatan perkawinan. ’’Jika kodrat ini tidak dilaksanakan, akan timbul kekosongan jiwa,’’ sambung Amirsyah.

Baca Juga:  Perdebatan Nitrogen Lebih Bagus dari Angin Biasa, Ini Jawabannya

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menanggapi riuhnya polemik childfree. Dia menegaskan, pilihan untuk mempunyai atau tidak memiliki anak berkaitan erat dengan kondisi dan pengetahuan si pembuat keputusan.

“Ini bukan tentang kontestasi hak. Jika ternyata perempuan memilih tidak punya anak karena kehamilan berisiko tinggi atau alasan kesehatan, ya itu tentang bagaimana dia menyikapi kesehatannya,” papar Andy kepada Jawa Pos pekan lalu.

Andy mengimbau publik menghargai privasi orang lain. Batasan privasi, menurut dia, bukanlah ranah yang boleh dilanggar. Maka, publik tidak berhak mengintervensi privasi orang lain. ’’Keputusan punya anak atau nggak punya anak tidak menghilangkan kemanusiaan dia, kan? Juga tidak menghilangkan kemanusiaan kita, kan?’’ tegasnya.

Baca Juga:  Pasrah Aja, Nasib 3 Zodiak Ini Kurang Beruntung di Bulan Juli

Soal stigma masyarakat terhadap kaum hawa yang memilih tidak memiliki anak, Andy tidak menampiknya. Jangankan child-free, keputusan menunda kehamilan pun mengundang cap negatif dari masyarakat.

Padahal, menurut Andy, kapan punya anak atau berapa banyak jumlahnya adalah murni keputusan perempuan dan pasangannya. Lancang jika orang lain ikut berpendapat atau bahkan mengatur hal itu. ’’Dalam berbagai kesempatan, saya selalu tekankan agar masyarakat tidak menghakimi,’’ ucapnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyatakan, keputusan untuk punya atau tidak punya anak adalah hak setiap pasangan. ’’Jadi, kalau dari sudut pandang pasangan suami istri, itu adalah hak mereka,’’ katanya.

Namun, dari sudut pandang keislaman, memilih child-free berarti secara sadar tidak menunaikan kewajiban berumah tangga. Sebab, berketurunan adalah kodrat manusia dalam ikatan perkawinan. ’’Jika kodrat ini tidak dilaksanakan, akan timbul kekosongan jiwa,’’ sambung Amirsyah.

- Advertisement -
Baca Juga:  4 Zodiak Ini Tak Pernah Takut Hadapi Situasi Apapun

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menanggapi riuhnya polemik childfree. Dia menegaskan, pilihan untuk mempunyai atau tidak memiliki anak berkaitan erat dengan kondisi dan pengetahuan si pembuat keputusan.

“Ini bukan tentang kontestasi hak. Jika ternyata perempuan memilih tidak punya anak karena kehamilan berisiko tinggi atau alasan kesehatan, ya itu tentang bagaimana dia menyikapi kesehatannya,” papar Andy kepada Jawa Pos pekan lalu.

Andy mengimbau publik menghargai privasi orang lain. Batasan privasi, menurut dia, bukanlah ranah yang boleh dilanggar. Maka, publik tidak berhak mengintervensi privasi orang lain. ’’Keputusan punya anak atau nggak punya anak tidak menghilangkan kemanusiaan dia, kan? Juga tidak menghilangkan kemanusiaan kita, kan?’’ tegasnya.

Baca Juga:  Jangan Nyalakan Fog Lamp pada Malam yang Cerah

Soal stigma masyarakat terhadap kaum hawa yang memilih tidak memiliki anak, Andy tidak menampiknya. Jangankan child-free, keputusan menunda kehamilan pun mengundang cap negatif dari masyarakat.

Padahal, menurut Andy, kapan punya anak atau berapa banyak jumlahnya adalah murni keputusan perempuan dan pasangannya. Lancang jika orang lain ikut berpendapat atau bahkan mengatur hal itu. ’’Dalam berbagai kesempatan, saya selalu tekankan agar masyarakat tidak menghakimi,’’ ucapnya.

Sementara itu, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyatakan, keputusan untuk punya atau tidak punya anak adalah hak setiap pasangan. ’’Jadi, kalau dari sudut pandang pasangan suami istri, itu adalah hak mereka,’’ katanya.

Namun, dari sudut pandang keislaman, memilih child-free berarti secara sadar tidak menunaikan kewajiban berumah tangga. Sebab, berketurunan adalah kodrat manusia dalam ikatan perkawinan. ’’Jika kodrat ini tidak dilaksanakan, akan timbul kekosongan jiwa,’’ sambung Amirsyah.

Baca Juga:  3 Zodiak Ini Berani Ucapkan Kata Pisah Lebih Dulu pada Pasangan

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari